Kabag menyatakan untuk keamanan dan ketertiban khususnya di wilayah hukum Polres Jayawijaya pihaknya sudah melakukan upaya-upaya kepolisian seperti kegiatan kepolisian yang ditingkatkan yaitu melaksanakan razia senjata tajam yang sudah kita laksanakan dan akan terus kita laksanakan.
Dari pantauan Cenderawasih Pos hampir semua pedagang yang ada di Kota Wamena menutup tempat usahanya mulai dari Supermaket, Minimarket, Pertokoan, konter HP, restoran, café warung makan hingga warung kaki lima dan juga kios –kios kecil hingga mengakibatkan perekonomian di Kota Wamena lumpuh dan menyulitkan masyarakat.
Tuntutan dan aksi demo ini terkait menyikapi maraknya aksi Kriminalitas di Wilayah Kota wamena yang nyata-nyata menimbulkan dampak negatif dan kerugian bagi masyarakat Jayawijaya.
Sekretaris FKUB Kabupaten Jayawijaya Pdt. Alexander Mauri, STh menegaskan lewat deklarasi Wamena sebagai Kota DANI dilarang keras melakukan hal –hal yang bertentangan dengan agama dan juga hukum Negara ini di tugu salib Wamena, hargai lambang dari dari Kekristenan dalam Kota ini.
Razia tersebut dilaksanakan terkait maraknya masyarakat yang membawa alat tajam di Kota Wamena sehingga dapat memicu terjadinya kriminalitas. Ini merupakan langkah untuk menekan tindak pidana criminal yang selalu meresahkan masyarakat di Wamena
Dari aksi penikaman itu korban sempat dilarikan ke RSUD Wamena untuk mendapat perawatan medis usai pisau tersebut berhasil dicabut korban sendiri namun nyawanya tak bisa terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Penemuan minuman keras tersebut terkait dengan adanya informasi bahwa di sekitaran Pikhe terdapat tempat pembuatan Miras. Karena itu, personel Sat Resnarkoba Polres Jayawijaya dibantu Polsek Wamena Kota yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba melaksanakan penyelidikan terkait informasi tersebut.
Menurut Namantus, kasus Malnutrisi yang menimpa ibu dan anak ini dimana mereka tinggal di honai dan selama ini sebatas diantarkan makanan. Sementara suami yang bersangkutan berada di Kabupaten Nduga.
Penggerebekan tersebut disertai penganiayaan terhadap Ketua Klasis Kenyam Pdt Zakeus Tabuni, Sth, dan badan pengurus Sinode Kemah Injil Pdt. Lazarus Elopere, STh dan Pdt Nataniel Tabuni S,Th.
“Razia ini akan kita lakukan dalam waktu dekat lantaran pedagang sayuran yang ada dipinggirkan jalan Safridarwin sering menimbulkan kemacetan di wilayah itu,”ungkapnya Rabu (20/9) kemarin