- Advertisement -spot_img

TAG

TPU

Setiap Hari Bersihkan Makam hingga Bertemu Peristirahatan Terakhir Suzzana

Tak lupa pesanan makanan dan minuman difoto lebih dulu sebelum diicip. Kebiasaan generasi sekarang yang ingin terus update dan bisa dibilang lebih manja dibanding generasi sebelum-sebelumnya. Terkait Ponco, Cenderawasih

Pemkab Berencana Tambah Lahan 5 Ha untuk TPU Dosay

Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayapura merencanakan penambahan luas lahan TPU Dosay sekitar 5 hektare pada Tahun Anggaran 2027. “Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi kebutuhan pemakaman yang teru

Akhirnya Kampung Karya Bumi Punya TPU Sendiri

Kepala Kampung Karya Bumi, Muryani, menjelaskan bahwa lahan pemakaman umum tersebut dibeli dari pemilik tanah dengan nilai Rp300 juta. Pembayaran dilakukan secara bertahap, yakni cicilan pertama sebesar Rp80 juta pada ta

Datang ke TPU, Disdukcapil Tertibkan Data Kematian di Mimika

Kepala Disdukcapil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo menjelaskan bahwa inovasi ini telah dilakukan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Pihaknya bekerja sama dengan Dinas Permukiman dan Petugas makam yang ada di setiap TPU.

Pemkot Siap Respon Saran Petugas TPU Buper Waena

  Plt Sekda Kota Jayapura, Evert Merauje menyampaikan bahwa saran dan masukan petugas TPU Buper Waena ini akan ditindaklanjuti oleh Pemkot Jayapura. "Semua saran dan masukan pasti kita terima, namun untuk memutuskan hal

Baru Jalan Dua Hari, Petugas Makam Mulai Mengeluh

  Mereka masih harap-harap cemas dengan kebijakan ini.  Pasalnya, selama ini setiap kali selesai menjalankan tugas pemakaman, langsung mendapatkan uang dari keluarga duka. Namun, pada kebijakan baru ini, belum ada perhat

Mulai Juni, Pemakaman di  TPU Buper Waena Gratis

  Jika selama ini pemakaman di Buper Waena masih ada beban biaya untuk pengalian liang lahat maupun batu nisan dan lainnya, maka mulai besok semua biaya ini digratiskan untuk semua warga yang ber-KTP Kota Jayapura.

Pemkot Gratiskan TPU Buper Bagi Warga Ber-KTP Kota Jayapura

   Menurut Abisai Rollo, Pemkot tidak mengakomodir masyarakat yang bukan warga Kota Jayapura. "Kita hanya melayani masyarakat yang Ber -KTP Kota Jayapura. Kita harapkan yang mau silakan mendaftar lebih dulu, ada petugas

Peziarah Diingatkan Jangan Kotori Makam

  Kegiatan ini diakhiri dengan buka puasa bersama yang juga dilakukan dilokasi pemakaman. Deo menjelaskan sampah banyak menumpuk disekitar ilalang. Dibuang dan ditumpuk diantara rerumputan sehingga tidak terlihat. Diriny

Tak Kuat Kerja Bangunan Lagi, Dengan Upah Rp 2,5 Juta Tetap Disyukuri

   Ada beberapa orang yang saat ini mencoba peruntungan disana, salah satunya Kapuu. Pria asal Buton Sulawesi Selatan itu bekerja sebagai tukang atau buruh di TPU itu. Keseharianya disibukan dengan membuat batu nisan dan menggali liang lahat untuk pemakaman.

Akses Jalan ke Makam Muslim Mengkhawairkan

Kikisan air membuat medan menuju lokasi makam rusak dan berlubang. Bahkan ada yang berbentuk kawah yang bisa memuat 2 unit mobil jika terjungkal. Ini membuat para peziarah perlu lebih berhati-hati lantaran jika hujan maka kondisi akses jalan bisa lebih parah karena semakin licin.

Kunjungan Meningkat di Sore Hari, Jadi Berkah Bagi Tukang Bersih Kubur

Sempat ada kekhawatiran pemalangan TPU Buper yang hampir satu bulan lebih, akan jadi kendala bagi umat muslim untuk berziarah ke makam keluarga. Beruntung, akhirnya pemalangan di TPU Buper Waena ini sudah diselesaikan dan kembali bisa dibuka untuk pemakaman maupun ziarah. 

Pemalang TPU Buper Bakal Disidang

Pihak adat merasa ada hal yang harus dijelaskan oleh Sarah Kaigere terkait sengketa lahan di wilayah Buper Waena. Lokasinya yang dimaksud adalah Alobuai. "Kami ingin dengar langsung bagaimana ia mengklaim beberapa lokasi di atas (Buper), salah satunya lokasi Alobuai disamping Gedung Pramuka, Buper,"  kata Ondoafi Heram, Yansen Ohee di Obhe Ohei Onggi, Kampung Harapan, Sentani

Pemilik Ulayat Patroli Tiap Jam, Kunjungan Peziarah Mulai Ramai

   Sebab, pasca palang TPU Buper Waena dibuka pihak suku besar Kaigere, butuh waktu selama dua hari bagi warga untuk memastikan kondisi di kawasan pemakaman umum itu betul-betul aman untuk didatangi. Pemberitaan  di media massa menjadi salah satu acuan yang dipakai masyarakat untuk mengetahui dan memastikan perkembangan situasi terkait dengan masalah pemalangan TPU itu.

TPU Buper Dijaga Ketat Pihak Keluarga Kaigere

   Dia mengatakan penjagaan itu dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi pihak-pihak lain yang melakukan pemalangan terhadap lokasi  TPU tersebut. Apabila masih ada oknum yang berupaya untuk menutup atau mengganggu aktivitas di TPU itu, maka pihak keluarga   akan mencegah akan mengambil tindakan.

Ada Ancaman Bongkar Makam

Adapun isi ancaman yang dimaksud kata Evert berbunyi: "Besok sa (saya) bukan palang lagi tapi sa (saya) bongkar orang pu (punya) kuburan. Nanti Pemkot yang tanggung jawab. Kalau orang naik baru dapat panah di area TPU juga nanti Pemkot yang tanggung jawab," tulis pesan tersebut.  Ia menyatakan untuk saat ini  Pemkot tetap fokus pada TPU supaya masyarakat kembali memanfaatkan lokasi tersebut seperti biasa.

Pemkot Kecam Peran Aktor Besar di Belakang Pemalangan TPU

Bahkan banyak pihak telah mendesak untuk segera dibuka lantaran sangat merugikan masyarakat banyak namun tetap tidak dibuka. Pihak yang memalang mengklaim memiliki dokumen yang asli dan sah terkait kepemilikan lahan tersebut. Namun Pemkot juga mengklaim memiliki sertipikat kepemilikan.

Abisai Rollo Minta Penjaga Kubur Jangan Terlalu Bebankan Keluarga Duka

Walikota terpilih, Abisai Rollo mengatakan warga di Kota Jayapura boleh menggunakan perkuburan yang ada di Koya Barat dan Koya Timur. "Warga di Kota Jayapura boleh menguburkan jenazah apabila ada keluarga mereka yang meninggal di perkuburan Koya Barat dan Timur,"ucap Abisai Rollo.

DPRK Sebut TPU Buper Milik Sah Pemkot

   Tujuh OPD itu disebut Fajar adalah, BPKD Kota Jayapura, Dinas PUPR Kota Jayapura, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi, Dinas Pemberdaya Masyarakat Kampung, Badan Pertanahan kota Jayapura, Kepala distrik Heram dan beberapa pihaknya lainnya.

Masyarakat Miskin Jangan Sakit Apalagi Meninggal di Jayapura

Dipalang sejak 21 Desember 2024 hingga 6 Februari  2025 menunjukkan jika pemerintah tak memiliki taji untuk menegakkan aturan. Jika benar lokasi tersebut adalah milik pemerintah kota maka mengapa tidak langsung dieksekusi, dibuka palangnya sekalipun harus dilakukan secara paksa. Mirisnya, dampak dari  semua, masyarakat lagi yang terbebani.

Wacana Bentuk Pansus TPU Buper Muncul

"Kami sudah banyak mendengar dari masyarakat termasuk yang mengeluhkan kepada kami terkait kondisi ini. Kemarin pak wakil 1 sudah menyampaikan akan segera memanggil para pihak," kata Wakil Ketua II DPRK Kota Jayapura saat menemui Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Jayapura, Sukaryanto dan sekretarisnya, Muhammad Zamroni di ruang kerjanya

Soal TPU, DPRK Bakal Panggil PJ Walikota dan Kapolresta Jayapura

Pemerintah  dianggap lemah dan tidak mampu menangani persoalan sosial satu ini meski mengklaim sebagai pemilik lahan. Alhasil muncul argumen jika pihak pemalang memiliki backupan yang kuat termasuk  diduga ada juga dari institusi kepolisian.

Soal Buka Palang TPU Buper, Pemkot Tunggu Polresta

   Evert N Merauje menegaskan bahwa sebenarnya Pemkot Jayapura tidak ada kaitannya dengan persoalan tuntutan lahan TPU tersebut, karena itu sudah menjadi milik Pemkot. "Lahan tersebut sudah sah milik Pemkot Jayapura dan sudah lunas dengan H. Manang, jika ada pihak lain yang mengkalim silakan buktikan di pengadilan," tuturnya.

Soal Palang TPU Buper, Pemkot Jayapura Diminta Tegas   

  Pasalnya pemalangan yang berlarut-larut dapat berdampak pada kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang tengah berduka. Ia menegaskan bahwa TPU Buper adalah satu-satunya lahan pemakaman dengan biaya terjangkau, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Warga Berduka Makin Susah, Ziarah saja Tidak Bisa Apalagi Untuk Pemakaman

Masyarakat yang tinggal di wilayah Kota Jayapura saat ini sudah mulai resah terutama sehubungan dengan pemanfaatan tempat pemakaman umum. Sebelumnya warga muslim dan Kristen sudah memiliki tempat pemakaman khusus yang disiapkan oleh pemerintah kota Jayapura di Buper Waena.

Lambannya Pemerintah Menyusahkan Masyarakat

Hampir satu bulan lamanya, TPU yang terletak di Buper distrik Heram itu tidak lagi melayani pemakaman. Kodisi ini pun mendapatkan kecaman dari masyarakat yang merasa dirugikan karena karena bimbang mau di kemanakan lagi jika ada keluarga yang meninggal dunia. Melihat kondisi itu, TPU Keristen Tanah Hitam, Abepura yang sebelumnya ditutup karena padat, kini kembali dibuka untuk menampung sementara Jenaza yang ditolak di TPU Buper.

Pemalangan TPU  Miliki Pesan Politis?

Kondisi ini lantas dikomentasi Wakil ketua l DPRK Jayapura Max Karubaba. Ia meminta Polresta Jayapura Kota segera mengambil tindakan cepat. Ini karena pemalangan sangat merugikan warga Kota Jayapura.

Malah Jadi Dua Titik Palang di TPU Buper

Ia kaget karena sebelumnya hanya bagian atas tapi saat ini sudah ada juga di bagian bawah dan posisinya sudah dalam bentuk pondasi, batu yang dicor. Selain itu ada juga plang besi yang menutup seluruh badan jalan. 

Sejak Ada Pemalangan, Kunjungan Peziarah ke Makam Turun Drastis

    Saat ini kawasan pemakaman umum Buper Waena dalam kondisi yang sangat sepi dari aktivitas seperti biasanya, pasca adanya pemalangan yang dilakukan oleh warga yang mengaku sebagai pemilik wilayah atas lahan tersebut. Meski begitu, Aslan masih memilih bertahan di tempat itu, walaupun pulang pergi dari kediamannya.

Tegas, Pemalangan TPU Buper Akan Dibongkar Paksa

Dia menegaskan jika tidak ada titik terang yang ditemui oleh pihak tersebut maka Pemkot Jayapura akan mengambil langkah hukum berupa pembongkaran paksa dengan melibatkan aparat keamanan dan kepada pihak yang merasa memiliki lahan tersebut supaya bisa menempuh jalur hukum.

Soal Pemalangan TPU, Pemkot Akan Ambil Sikap Tegas

Evert menjelaskan duduk perkara persoalan pemalangan TPU Buper waena itu. Bahwa saat ini tidak ada hubunganya lagi dengan masyarakat atau pelaku pemalangan. Karena Pemkot sudah memiliki sertifikat resmi pemilik lahan itu. Kemudian mengenai sejarah pembelian aset tanah itu diperoleh dari pemilik bersertifikat perseorangan.

TPU Dipalang, Pemakaman Puluhan Jenasah Dialihkan

Malah jika diawal hanya ditutup oleh material, kini ditutup menggunakan cor semen dan batu. Alhasil dari penutupan ini ada puluhan jenasah yang harus dialihkan lokasi pemakamannya. Jika sehari bisa 3 hingga 4 jenasah yang dimakamkan maka dengan waktu 13 hari setidaknya ada puluhan jenasah yang terpaksa ditolak dimakamkan di lokasi yang sudah diberi pemerintah Kota Jayapura itu.

TPU Buper Waena Dipalang  6 Jenasah Tidak Bisa Dikubur.

Tresia menjelaskan pemalangan itu berawal sekira pukul 14.00 WIT puluhan orang datang dengan menggunakan mobil blakos putih. Setiba di TKP rombongan ini langsung membentangkan sebuah sepanduk berukuran sedang. Tidak lama berselang datang satu unit truk berwana biru datang bawa timbunan kemudian dibuang tepat di pintu masuk TPU Muslim dan TPU Kristen.

Tak Lagi Terkesan Angker, Setiap Akhir Ramai dengan Peziarah

Meski jaraknya cukup jauh dari perumahan warga, namun makam TPU Buper Waena jauh dari kesan angker. Itu didukung dengan konsep makam dibangun dengan konsep sederhana, tanpa bangunan, atau marmer.

Pengelola TPU Sesalkan Makam Covid-19 Dibongkar Pihak Keluarga

Petrus tidak tahu pasti, alasan apa sehingga keluarga membongkar makam tersebut tanpa persetujuan dari penjaga TPU atau pemerintah yang terkait. Tapi yang pasti, kata Petrus pihak keluarga beralasan bahwa ingin memindahkan Jenazah tersebut supaya dekat dengan keluarga.

Akses Lokasi ke TPU Dosay Mulai Dikerjakan

Triwarno mengaku, pihaknya akan meninjau secara langsung kondisi lokasi TPU di Kampung Dosai dengan lahan sekira lima hektar,  untuk melihat sejauh mana lahan yang dimiliki Pemkab Jayapura, karena memang secara akses jalannya sudah bagus dan kendaraan bisa masuk di jalan besar Kemiri Depapre.

Pemkab Yalimo Lakukan Pembayaran Tanah Tempat Pemakaman Umum di Elelim

Bupati Nahor Nekwek  sesusai pembayaran tanah kepada masyarakat yang mempunyai hak ulayat tanah mengatakan, pembayaran tahun ini merupakan pembayaran tahap ke tiga tempat pemakaman umum di ibu Kota Kabupaten Yalimo dan pihak Pemda Yalimo telah melakukan secara administrasi tertulis dengan surat perjannjian sudah lakukan tahun lalu. Tahun 2023 ini pembayaran tahap ke tiga senilai Rp 3 Milyar kepada yang mempunyai hak ulayat.

Gersang, Pemakaman Buper Waena Dihijauhkan

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat mulai melakukan penataan di kawasan pekuburan umum di Buper Waena  Kota Jayapura, Jumat (6/10). Selain melakukan penataan secara fisik, Pemkot mulai menghijauhkan lahan pekuburan yang tandus dan gersang itu dengan ribuan pohon.

Jangan Palang Lokasi Kuburan, Setiap Hari Ada Orang Mati

   Sebab sangat jelas tiga suku pemilik hak ulayat lahan TPU Buper Waena komitmen untuk menjaga lahan tersebut. “Yang buat surat aksi pemalangan, itu hanya ulah oknum yang ingin memeras pemerintah,” kata Joop Hengga kepada Cendrawasih Pos di TPU Kristen.

Palang di TPU Buper Dibuka, ini Harapan Suku Kaigere

Di hadapan warga, Nofdi mengaku akan membuka ruang kepada keluarga suku Kaigere untuk membahas terkait persoalan yang ada.

TPU Buper Dipalang, ini Tuntutan Suku Kaigere

Kedatangan mereka bukan untuk berziarah atau mengantar jenazah untuk dimakamkan di TPU tersebut. Mereka datang untuk memalang lokasi TPU Buper Waena baik itu pemakaman Muslim maupun Kristen.

Ada Isu Pemalangan TPU di Buper, Ini Penjelasan Kepala Suku Hengga

Menurut Joop Hengga selaku Kepala Suku Hengga, informasi rencana pemalangan terhadap dua TPU tersebut bukan dikeluarkan secara struktur dari keluarga besar suku Kaigere selaku salah satu pemilik hak ulayat dari dua TPU tersebut.

Lakukan Peningkatan Sarpras di TPU Dosai

  "Kita targetkan Bulan Desember tahun ini pekerjaan peningkatan Sarpras di TPU Dosai, Kabupaten Jayapura sudah selesai dalam pembuatan lahan parkir, drainase, pematangan lahan maupun pembuatan jalan, karena  Pemkab Jayapura sudah anggarkan dalam APBD TA 2023 sekitar Rp 4- 5 miliar,"ujarnya.

Pasca Ditutup, TPU Kristen  Jangan Dibiarkan Terlantar

  Oleh karena itu diapun meminta kepada pemerintah, agar TPU kristen Abepura tetap diperhatikan, terutama pengelolahannya. Sehingga pengunjung di TPU ini tetap menjamin kenyamannya.

Ketua DPRD: Jangan Semena-Mena Naikkan Tarif Kuburan!

Informasi menyangkut naiknya biaya pemakaman, perbaikan dan perizinan di Pemakaman Muslim Abepantai, oleh masyarakat pemilik hak ulayat, mendapat tanggapan serius dari Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo. Menurutnya, Pemkot dan DPRD Kota Jayapura telah menetapkan aturan terkait biaya pemakaman ini.

Pastikan Tidak Ada Masalah Saat TPU Kristen Pindah di Buper

Menjelang dibukanya operasional TPU Kristen Buper Waena pada  1 April 2023, Dinas PUPR PKP Kota Jayapura terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat. Dimana per tanggal 31 Maret 2023 TPU Kristen Abepura, Tanah Hitam, sudah tidak digunakan lagi untuk melakukan pemakaman, namun hanya untuk ziarah saja.

Latest news

- Advertisement -spot_img