Kondisi ini mulai dirasakan setelah Daerah Otonomi Baru (DOB) terjadi, bahkan hal ini bukan saja dialami mahasiswa STIPER, tetapi juga beberapa universitas lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Meski jumlah pendaftar membludak, namun proses penerimaan peserta mengacu pada syarat utama, yaitu persyaratan jalur Zonasi, Jalur Afirmasi, Jalur Prestasi, Jalur mutasi, atau perpindahan tugas.
Dia mengatakan di Kota Jayapura ada sebanyak 4.466 peserta didik jenjang SMP yang dinyatakan lulus pada tahun 2024. Selanjutnya akan mendaftarkan diri pada jenjang SMA SMK di Kota Jayapura maupun di sekolah-sekolah lain yang menjadi daerah tujuannya.
Acara pelepasan siswa/siswi SD Negeri Binaan Bulmu Manoiek Elelim Yalimo diawali bakar batu tradisional khas bagi masyarakat Pegunungan Papua dan dilanjutkan dengan Ibadah yang dipimpin seorang hamba Tuhan dengan sorotan tema, “Karena Aku berikan ilmu yang baik kepadamu, janganlah meninggalkan petunjukKu” dan Sub tema “Persiapkanlah dirimu menuju masa depan yang cerah”.
Kepala SMP Negeri 9 Kota Jayapura, Anggoro Subiakto, sehubungan dengan penerapan kurikulum Merdeka di sekolah itu pihaknya juga melaksanakan pameran Project Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan salah satu bagian tema yang dipelajari oleh siswa-siswi dalam kurikulum merdeka belajar.
Selain memberikan arahan, Penjabat Bupati Alpius Yigibalom, SH, M.Si juga menerima aspirasi yang disampaikan para guru yang hadir dalam pertemuan itu. Bupati juga menerima sumbang saran para guru ini demi kemajuan dan kualitas pendidikan di Kabupaten Lanny Jaya.
PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM menyatakan hari ini Pemerintah merealisasikan janji layanan kepada mereka yang sudah lama mengapdikan diri untuk melayani masyarakat, dalam pelayanan ini butuh kepastian staus hukum untuk tenang mengapdikan diri melayani masyarakat secara sungguh -sungguh khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
Beberapa orang tua mengaku kurang setuju mengingat ada beban biaya yang diberikan kepada mereka. Ini belum lagi biaya yang harus disiapkan untuk masuk ke jenjang berikutnya.
Pengawas PAUD Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Distrik Abepura, Nur Casana mengatakan kegiatan tersebut dipenuhi dengan penampilan antraksi dari anak-anak seperti menyanyi, berzikir, dan lainnya. Artinya kata Nur, kepala sekolah serta para guru telah memberikan ruang kepada murid-murid untuk mereka bisa berekspresi sesuai dengan talenta, bakat dan minat mereka.
Peserta didik dari 14 Sekolah Dasar (SD), di Distrik Heram mengikuti Festival Kurikulum Merdeka di SD YPK Yoka Baru, Selasa (11/6). Kegiatan yang digagas oleh Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kota Jayapura bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Gugus X Distrik Heram ini berlangsung sangat meriah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan peringatan Hari Anak Nasional 2024 yang akan berlangsung di Istora Papua Bangkit, Sentani, akan ditampilkan tarian kolosal asal Papua.
Adapun tujuan dari kegiatan program ini adalah untuk mendengar aspirasi guru-guru untuk kemajuan Pendidikan Madrasah di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) ke depan dan memotivasi, mengapresiasi kinerja dan dharmabakti para guru di daerah 3T.
Dia berpesan kepada bapak/ibu guru untuk terus berkolaborasi, tingkatkan perofesional dalam mengimplementasikan profil pelajar Pancasila. Ia meyakinkan dari setiap penampilan dan tarian dari pelajaran untuk memeriahkan acara tersebut merupakan cerminan dari penerapan pelajaran Pancasila.
Kepala Sekolah SD YPPK Gembala Baik Abepura Clara Setiani secara resmi mengumumkan seluruh siswa kelas VI tahun ajaran 2023/2024 ini lulus 100 persen. Pengumuman kelulusan inipun disambut meriah oleh para siswa tapi juga orang tua wali.
Dikatakan, ada 4 kriteria peserta didik yang dinyatakan lulus yaitu, menyelesaikan seluruh program Pembelajaran, Nominasi Memperolah nilai sikap / perilaku Baik, Terdaftar pada Daftar Tetap (DNT) Ujian Sekolah Tahun Ajaran 2023/2024, dan Mendapat nilai minimal 75.
Dia mengatakan aturan ini sebenarnya sudah berlaku dari beberapa tahun sebelumnya. Hanya perlu ditegaskan kembali agar sekolah-sekolah tidak melakukan kekeliruan atau kesalahan. Bahkan kata dia, kebijakan ini tidak berlaku saja di jenjang SMA tetapi juga SD SMP dan SMK.
Majid mengatakan dengan penambahannya satuan pendidikan dijenjang TK tersebut bisa menambah layanan dan jangkauan pendidikan di kota Jayapura. Dia berharap dengan penambahan TK tersebut akan meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan dari perserta didik mulai dari dasar.
Kegiatan field trip yang dilakukan 93 orang murid Taman Baca Efata Pos 7 Sentani memberi cerita menarik bagi para peserta. Bagaimana tidak, anak – anak yang masih berusia 5 hingga 15 tahun ini diajak berkeliling Makodam sambil melihat beberapa moment ikonik.
Kegiatan diawali dengan tampilan tari kreasi dan seni yang bernuansa islami dan kemudian satu persatu siswa dipanggil ke panggung untuk penerimaan plakat dan pemindahan toga. Kepala SD Integral Hidayatullah, Rahman Sunarto berharap para lulusan bisa kembali melanjutkan pendidikan dengan lancar dan menjadi sosok yang membanggakan bagi orang tuanya.
PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM menyatakan untuk pelayanan Pendidikan ini akan disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan untuk pelayanan Kesehatan juga akan disampaikan kepada kepala Dinas Kesehatan untuk bagaimana caranya memberikan pelayanan mendasar ini kepada saudara-saudara dari kabupaten Nduga yang mengungsi ke Jayawijaya.
Termasuk peraturan Walikota tentang juknis terkait dengan penyelenggaraan kegiatan Pendidikan di tahun ajaran baru. Dia menjelaskan ada hal yang dilarang dan juga ada hal yang diperbolehkan, namun itu disesuaikan dengan kesepakatan bersama melalui komite sekolah terutama terkait dengan pungutan yang diberlakukan oleh pihak sekolah.
Kepala bagian kesejahteraan Rakyat, sekretariat daerah kota Jayapura, Alberto Itar, mengatakan, sehari sebelumnya pihaknya melakukan kegiatan moderasi beragama bagi tokoh-tokoh agama, paguyuban dan juga tokoh-tokoh pemuda.
Direktur YPPK, Ferdinando Lase, mengatakan tidak dipungkiri lagi bahwa sekolah-sekolah negeri favorit masih menjadi primadona peserta didik baru. Oleh sebab itu, Ferdinando menyampaikan, YPPK selalu berupaya untuk meraih minat peserta didik baru dengan melakukan pembenahan pelayanan pendidikan, wajah, dan prestasi sekolah guna memperoleh simpati dan minat mereka.
Karena itu dia meminta sekolah-sekolah supaya perlu melihat secara baik terkait dengan beban biaya yang dibutuhkan atau yang harus ditanggung oleh orang tua siswa. Jangan sampai sekolah-sekolah dianggap melakukan pungutan liar.
Ratusan siswa siswi di SMPN 1 Kota Jayapura, Selasa (4/6) kemarin kompak mengenakan pakaian adat daerah dari berbagai etnis dan suku yang ada di Indonesia. Ini disesuaikan dengan tema program P5 di sekolah itu, tentang kebhinekaan. Di mana melalui tema 3 itu anak didik diperkenalkan dengan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.
Leonard menjelaskan, secara umum penanggulangan hal seperti ini dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian lingkungan pergaulan, selanjutnya di lingkungan sekolah dan pemerintah daerah yang juga dianggap memiliki peran aktif.
Dikatakan, kegiatan-kegiatan lomba kesiswaan yang diselenggarakan kali ini dimulai dari jenjang SLB, SD, SMP, SMA dan SMK yang merupakan ajang rutin kegiatan nasional yang dikoordinasikan secara langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dimana Setiap tahun mekanisme pelaksanaan masing-masing lomba selalu mengalami perubahan mengikuti perkembangan teknologi.
Karena itu, penanaman nilai karakter sejak dini menjadi penting agar tidak terjadi krisis moral bagi anak bangsa di masa depan. Agar anak dapat berkembang dan tumbuh secara baik dan benar. Karena segala sesuatu yang diajarkan pada anak di usia dini, akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut.
Hal itu kembali ditegaskan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Abdul Majid sebagai upaya untuk mengingatkan kembali sekolah-sekolah di Kota Jayapura untuk mematuhi aturan edaran Wali Kota Jayapura pada 2023 lalu.
Pemberian dana bantuan operasional Sekolah daerah Kota Jayapura sejauh ini sangat membantu untuk meringankan beban biaya pendidikan bagi anak-anak orang asli Papua mulai dari tingkat SD SMP hingga SMA.
Pertama terkait dimana perpustakaan dan arsip sudah tidak lagi digabung di P dan P sehingga pihaknya mencoba memanggil untuk mengecek bagaimana dengan LHP BPK termasuk RKPD.
Namun demikian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura memastikan akan memverifikasi kembali data-data peserta didik baru yang sudah terdaftar nantinya, untuk memastikan bahwa mereka benar-benar mendaftar sesuai dengan zonasi sekolah.
Keluhan ini kemudian dibahas dan dievaluasi dan menurut Jhony seharusnya biaya pendidikan di Jayapura bisa digratiskan. Hal tersebut bukan tanpa dasar, dimana Jhony menyebut APBD Kota Jayapura bisa menutupi semua biaya yang dikeluhkan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Selatan Ignasius Babaga, S.Pd disela-sela pembahasan draft pengelenggaraan Pendidikan di Provinsi Papua tersebut menjelaskan bahwa pembahasan draft ini dalam rangka pengembalian kewenangan pengelolaan SMA-SMK ke Provinsi Papua Selatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Islam (Pendis) Drs. H. Hamzah M.Si., dalam sambutannya menjelaskan pengembangan keprofesian berkelanjutan ini merupakan tindaklanjut dari Peraturan Kementerian PANRB Nomor 16 Tahun 2009.
Pada acara pelepasan siswa TK Bulmu Maniek Kampung Bulmu Distrik Elelim Kabupaten Yalimo diawali dengan Ibadah yang dipimpin oleh Pdt, Rany Yawan, dan acara penamatan dan pelepasan siswa/siswi TK Bulmu Maniek mengusung dengan sorotan tema, Kan Ku Gapai Ilmu Sejak Dini agar Sukses di Masa Depan.
Sosialisasi dampak perundungan/nullying bagi remaja di dunia pedidikan dan peran dharma wanita persatuan dalam Satgas Pencegahan Penanggulangan Kekerasan (PPK) dan cara mengatasinya. Pesertanya terdiri dari 40 orang darma wanita, 57 Orang siswa siswi SMA/SMK, 20 oang guru pendamping.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Jayapura, Elen Montolalu menerangkan pelaksanaan ujian pada jenjang sekolah dasar yang sudah dilaksanakan itu berjalan aman dan lancar sampai selesai.
Karena itu dia berharap Dinas Pendidikan dan juga satuan-satuan pendidikan, kepala sekolah dan juga semua pengawas dan semua stakeholder terus bekerja sama dan berkolaborasi untuk membangun pendidikan dasar di kota Jayapura
"Beberapa aspek yang harus diperhatikan setelah penandatanganan pakta integritas ini, bahwa kita semua ingin memiliki komitmen yang sama, semua pemangku kepentingan yang telah membubuhkan tanda tangannya dalam pakta integritas ini terutama dalam mengawal bersama terhadap penerimaan peserta didik baru mulai tahun 2024 ini, melalui sistem online secara transparan, objektif, akuntabel dan berbasis online," kata Frans Pekey.
Prosesi pelantikan diawali dengan Ibadah setelah itu dilanjutkan dengan Upacara Nasional, Upacara Organisasi GMKI, Pembacaan Surat Keputusan (SK) dan Pelantikan yang disaksikan oleh Fungsionaris BPC, Perwakilan Rektorat Politeknik Amamapare, Cipayung Timika, OKP, dan BEM.
Kemudian yang tak kalah penting mengenai kesiapan jaringan internetnya. Sehingga sekolah memang harus bekerja ekstra untuk mengatasi persoalan-persoalan seperti itu. Sebelumnya, untuk mengatasi dua persoalan ini pihaknya terpaksa menggunakan lab komputer untuk siswa-siswi peserta ujian.
Untuk itu, jika orang tua mau menyekolahkan anaknya di wilayah dekat tempat tinggal sesuai zonasi tentu lebih baik lagi, karena anak tidak jauh pulang dan pergi ke sekolah serta mudah pengawasannya.
Dia mengatakan, Jose Nerotouw sebelumnya telah menunjukkan kehebatannya di depan Presiden Joko Widodo pada saat kunjungan ke Papua beberapa bulan lalu. Di mana saat itu, Jose Nerotouw dan beberapa rekannya diuji langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk berhitung, karena kepintaran ketepatan dan kecerdasan itu, orang nomor satu di Indonesia itu kemudian menjulukinya sebagai manusia kalkulator.
Adapun sistem kelulusan menggunakan kurikulum merdeka belajar ini, setiap peserta didik khususnya kelas XII tidak lagi mengikuti ujian akhir berbasis komputer, dan penilaian lain seperti pada kurikulum K13, namun diganti dengan karya ilmiah.
Kabag Pendidikan Pemilih KPU RI Aris Ma’ruf menjelaskan bahwa pendidikan politik berkelanjutan bagi pemilih pemula tersebut sangat penting dilakukan agar tumbuh kesadaran masyarakat pemilih dalam pengunaaan hak pilihnya secara bertanggungjawab terutama pada pelaksanaan Pemilu kepala daerah serentak yang akan digelar bulan November 2024 mendatang.
Dijelaskan, bahasa adalah budaya yang menunjukkan identitas daerah itu. Biasanya bahasa pertama yang dipelajari oleh seorang anak dari keluarga sebagai lingkungan terdekat dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai bahasa ibu.
Koordinator Aksi Zeth Roberth Felle mengatakan pemalangan itu dilakukan karena pihaknya menganggap kehadiran rektor Masrif SKM, M.Kes di Poltekes Jayapura tidak memberikan dampak pada pembangunan Poltekes Jayapura.
Piala bergilir FLS2N Papua Selatan tersebut berhasil diboyong setelah Kabupaten Merauke berhasil meraih 25 medali emas. Sementara Kontingen Kabupaten Asmat berhasil mendapatkan 5 medali emas dan berhal sebagai runer up. Kontingen Kabupaten Mappi mendapatkan 3 medali emas dan Kontingen Kabupaten Boven Digoel meraih 1 medali emas.
Sekolah-sekolah yang mengumumkan kelulusan siswanya tersebut adalah SMAN I Merauke, SMAN 2 Merauke, SMAN 3 Merauke, SMA YPPK Johanes 23 Merauke, SMA YPK Merauke SMKN I Merauke, SMKN 2 Merauke, SMKN 3 Merauke dan SMK Antonius Merauke.
Karena itu, dia juga berharap capaian persentase baik ini, bisa terjadi juga di lembaga pendidikan SD dan SMP se-Kota Jayapura. Menurutnya hal ini setidaknya telah menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Kota Jayapura selalu berada pada ranah barometer pendidikan di Papua. Tetapi juga di sisi lain, pendidikan yang tetap mengedepankan kualitas dan juga harus memiliki daya saing baik di tingkat regional, nasional dan juga global.
Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan kegiatan pengumuman kelulusan yang dilakukan di salah satu hotel di Kota Jayapura itu, pihaknya juga mengakui bahwa sudah ada larangan dari PJ Walikota Jayapura melalui surat edaran yang dikeluarkan oleh PJ Walikota Jayapura tahun 2023 lalu.
Kepala Sekolah SMA YPPK TB Cornelia Ragainaga, mengatakan penamatan ini bukanlah akhir dari perjuangan para siswa, namun ini adalah awal bagi mereka untuk melanjutkan perjuangannya ke jenjang perguruan tinggi. Untuk itu diharapkan penamatan ini disambut dengan suka cita, tanpa bereuforia secara berlebihan.
"Sehingga kepada 43 sekolah tersebut kami masih menyusun soal secara bersama. Soal itu sudah dalam bentuk master soal, yang akan kami bagikan besok pada masing-masing sekolah untuk kemudian digandakan di sekolah," bebernya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Provinsi Papua pegunungan, Aron Wanimbo, SE, MSi menyatakan mereka saat ini seperti kertas kosong yang perlu diisi dengan Pendidikan, sebab kalua kertas kosong itu diisi dengan hal -hal yang tidak benar dan bukan Pendidikan yang layak, maka hasilnya sudah sejalan akan memperngaruhi keamanan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Ted J Mokay meminta Kepala Pemerintahan Kampung di 139 Kampung Kabupaten Jayapura ada rasa tanggung jawab membantu memberikan pelayanan di sekolah- sekolah yang ada di kampong, karena kampung memiliki sumber anggaran yang sangat besar, seperti dari Alokasi Dana Kampung yang mencapai miliaran rupiah.
Itulah yang disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas. Dia menerangkan, saat ini sekolah-sekolah kedinasan tersebut masih berkoordinasi terkait teknis pendaftaran dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Ujian ini telah dilaksanakan sejak Rabu, 2 Mei 2024 dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu, 4 Mei 2024. Pemantau pelaksana UTBK 2024, Universitas Cenderawasih (Uncen), Prof, Dr. Happy Lumban Tobing menjelaskan, selama pelaksanaannya mulai hari pertama sampai dengan hari ini berjalan lancar tanpa kendala.
Parahnya, sekolah yang letaknya berada di Kampung Limau Asri, Distrik Iwaka, Mimika, Papua Tengah ini tidak memiliki pagar sehingga warga dengan leluasa masuk ke area sekolah, bahkan ruangan kelas SMP Negeri 3 kerap dijadikan tempat buang air besar (BAB).
“Yang perlu kita tingkatkan adalah angka partisipasi diharapkan bisa hingga 100 persen. Jadi partisipasi ini tidak hanya dari dinas atau tenaga pengajar tetapi juga orang tua maupun lingkungan yang mendukung,” bebernya.
Menurutnya, pendidikan di Papua masih terlalu fokus untuk meningkatkan jumlah entah itu sarana dan jumlah guru. Namun masih minim untuk melihat kualitas dari sarana dan juga tenaga kependidikan, padahal hal ini harus menjadi perhatian serius.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Papua, Launrens Wantik mengungkapkan bahwa pendidikan luar biasa di Papua membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah di kabupaten/kota. Khususnya untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.
Penerapan kurikulum merdeka belajar yang digagas Mendikbud juga sudah diterapkan di dunia pendidikan di Kabupaten Jayapura. hanya saja belum menyeluruh hingga ke kampung- kampung.
"Kita tahu Dinas Pendidikan miliki banyak bidang, saya harap dari masing- masing bidang inilah kita bisa membuat program dan inovasi yang dapat meningkatkan pelayanan mutu pendidikan di Kabupaten Jayapura lebih baik bahkan yang terbaik,"ucapnya.
PJ Gubernur Papua pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP, M.P.A menyatakan pemerintah Papua pegunungan akan memberikan perhatian khusus untuk memajukan pendidikan di wilayah ini, dimana pemerintah menyadari bahwa pendidikan merupakan kunci dari semua hal baik itu pelayanan pemerintahan, birokrasi, dan kemasyarakatan ini semua kuncinya pendidikan.
Ignasius Babaga menjelaskan, sumber daya manusia yang ada di 4 kabupaten cakupan Provinsi Papua Selatan harus disiapkan. Bagaimana sumber daya manusianya ditingkatkan. Dimana siswa dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA-SMK harus dipersiapkan untuk masuk ke perguruan tinggi.
Peringatan Hardiknas 2024 di SMP Negeri 2 Mimika ini diawali dengan upacara bendera, dilanjutkan dengan pencanangan kurikulum merdeka belajar yang ditandai dengan pelepasan puluhan balon oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mimika, Oktovina S. Titahena, S.Pd dan perwakilan Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Kasie Kesiswaan Bidang SMP Dinas Pendidikan, Ignasius Valuk didampingi sejumlah guru dan staf.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mimika, Oktovina S. Titahena S.Pd mengatakan, siswa-siswi kelas IX sebelumnya sudah mengikuti ujian praktek dengan 3 mata pelajaran. Diantaranya mata pelajaran (mapel) Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Seni dan Prakarya. Saat ini tinggal menunggu ujian sekolah digelar.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Remain Gurik, S.Pd saat membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia mengatakan, dalam lima tahun terakhir ini adalah waktu yang sangat mengesankan bagi perjalanan Kemendikbudristek.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wamena Yosep Wibisono menyatakan senam bahagia yang ditampilkan ratusan siswa tersebut merupakan merupakan implementasi dari proyek penguatan Profil P5 dengan thema yang diambil bangunlah jiwa dan raganya dengan sub thema senam bahagia.
Sekda Kabupaten Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakan pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan apresiasi kepada satuan pendidikan yang ada karena ternyata dalam penerapan kurikulum merdeka belajar ini anak –anak di Jayawijaya sangat luar biasa dan tidak kalah dengan daerah lainnya
Ribuan Pelajar, guru dan para wali murid serta penjabat ASN se-Kota Jayapura sejak pagi mulai memadati lapangan Karang PTC Entrop. Selain menjadi tempat pelaksanaan upacara peringatan Hardiknas, di lokasi ini juga digelar pameran hasil kreatifitas anak-anak sekolah.
Menurutnya, yang perlu diperhatikan saat ini adalah pihak keluarga juga harus turut berperan meningkatkan kualitas Pendidikan. Sebab, semuanya dimulai dari keluarga dan kita pemerintah sifatnya memfasilitasi.
"Tentu kita semua bangga tentang pengembangan dunia pendidikan di Kota Jayapura. Bahwa sampai hari ini, pendidikan di Kota Jayapura memiliki grade yang terbaik, menurut saya di seluruh tanah Papua. Karena sejak lama kita sudah berkomitmen untuk menjadikan sebagai barometer pendidikan di tanah Papua. Tetapi kemudian barometer yang berkualitas unggul dan juga mampu untuk bersaing" ujarnya.
Ia menjelaskan apa yang dilakukan oleh Pemkot Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura semata-mata untuk memproteksi keberadaan bahasa daerah yang semakin jarang digunakan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan Ignasius Bagaga, S.Pd, mengungkapkan, bahwa pelajar yang ada di 4 kabupaten cakupan Provinsi Papua Selatan sangat antusias mengikuti festival yang digelar ini.
Dimana pihaknya berkolaborasi dengan UPT di Papua, yaitu Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Papua, Balai Guru Penggerak, Balai Bahasa dan Balai Pelestarian Kebudayaan. Berbagai pihak tersebut melakukan pameran merdeka belajar, sekaligus membuka Festival Kurikulum Merdeka.
Adapun jumlah peserts UTBK-SNBT Universitas Cenderawasih tahun 2024 sebanyak 1.585 peserta. Jumlah ini menurutnya mengalami penurunan sekitar 254 peserta dari tahun 2023 yang berjumlah 1.839 peserta.
Di tahun 2024, peringatan Hardiknas mengusung tema inspiratif “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”. Tema ini mengajak seluruh elemen bangsa, dari pendidik, peserta didik, hingga masyarakat luas, untuk bahu membahu dalam mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia.
Menag menegaskan dukungannya terhadap program ini karena ia meyakini bahwa tugas mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan amanah dari Undang-Undang Dasar 1945, sehingga semangat merdeka belajar sangatlah penting dan relevan.
Asisten I Bidang Pemerintahan Umum dan Otsus Provinsi Papua Selatan Agustinus Joko Guritno saat membuka kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa dengan terbentuknya DOB Papua Selatan dibawah kepemimpinan Pj Apolo Safanpo berusaha merangkul semua pihak dan golongan untuk secara bersama-sama membangun DOB ini sesuai dengan talenta yang ada.
Mewakili Pj Bupati Lanny Jaya dia menyampaikan terima kasih dan juga meminta kepada pihak sekolah mempersiapkan diri karena akan memasuki masa penerimaan siswa baru sehingga ia berharap semua anak-anak masa sekolah wajib mendaftarkan diri dan yang selesai SD, SMP dan SMA juga harus melanjutkan pendidikannya kejenjang berikutnya.
“Kita bersyukur ada orang-orang lain yang punya hati untuk pendidikan di Papua, dan mereka itu bukan orang Indonesia melainkan orang yang di luar Indonesia yang peduli terhadap pendidikan di Papua,” ucap Christian kepada wartawan.
Kepala Dinas Pendidikan , Pengajaran dan Kebudayaan Aron Wanimbo, SE, MSi menyatakan banyak guru yang ditempatkan di kampung –kampung terpencil namun mereka tak pernah mengajar dengan baik, tiba saatnya ujian mereka meloloskan siswa dengan nilai yang bagus saat masih duduk di bangku SD,
Kepala Dinas Pendidikan Dan pengajaran Provinsi Papua Pegunugan Aron Wanimbo, SE, MSi menyatakan Provinsi Papua Pegunugan melalui dinas teknis melihat masih ada masalah kekurangan guru, oleh karena itu dilakukan perekutan guru honorer untuk sekolah SD yang berlatar belakang sarjana Pendidikan dan guru agama Kristen.
Kegiatan dibuka oleh Kepala BNN Kabupaten Jayapura Arianto didampingi nara sumber Kabid Pengendalian Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan nara sumber dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Jayapura.
Kepala Sekolah SMP Negeri Karubaga Derio Kure, S.Pd, dalam sambutannya mewakili SMP se-Kabupaten Tolikara, mengucap syukur atas terlaksananya ujian ini,dan memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab melalui Dinas Pendidikan telah mempercayakan sekolah SMP Negeri untuk menyelenggarakan USBK mewakili seluruh sekolah di Tolikara.
Mereka menandatangani dokumen pernyataan sikap bersama yang mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk segera mencabut peraturan menteri tersebut.
Dekan FISIP Uncen, Marlina Flassy mengungkapkan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan atau pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat tidak dapat diwujudkan dengan bekerja sendiri, tetapi harus kerjasama dan kolaborasi bersama.
Bupati Merauke mengatakan, SK yang akan dikeluarkan memutuskan bahwa pelaksanaan jam belajar dan mengajar di sekolah hanya berjalan dari Senin sampai Jumat, sedangkan hari Sabtu ditiadakan.
Selain Bupati Yalimo Dr, Nahor Nekwek,SPD.MM, acara penandatangan ini juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yalimo Anton Nekwek, SKM bersama Staf Dinas Kesehatan Kabupaten Yalimo. Dari pihak Universitas Magarezky dihadiri oleh Rektor Universitas Megarezky Makasar Profesor Dr Anwar Ramli, SE, MSi bersama jajarannya.
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan telah membuka kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kota Jayapura yang diikuti peserta dari SMA dan SMK dari sejumlah sekolah di Kota Jayapura.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Abdul Majid memberikan apresiasi kepada Pokja bunda PAUD Kota Jayapura yang begitu peduli dengan upaya memajukan dan memperbaiki kualitas pendidikan di kota Jayapura dimulai dari jenjang TK/PAUD.
Karena itu, SMA Negeri 7 ini secara resmi mulai beroperasi dengan statusnya yang baru mulai tahun ajaran baru 2024 ini. Karena itu dia berharap dengan hadirnya SMA Negeri 7 Kota Jayapura ini, menambah jumlah SMA Negeri di Kota Jayapura, khususnya di wilayah Distrik Heram.
“Ya saya melihat pada umumnya hampir semua sekolah melaksanakan ujian dengan lancar dan itu merupakan karena adanya kerjasama dan kekompakan para dewan guru, oleh karena itu saya sebagai Kepala Dinas Pendidikan atas nama Pj Bupati Lani Jaya saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh dewan guru dan Kepala Sekolah," ujarnya.
Kepala SMP Negeri 2 Kota Jayapura Dorthea Caroline Enok mengatakan sebelum mengikuti tahapan ujian sekolah sebagai penentu kelulusan siswa-siswi tersebut, pihak sekolah sudah menyelenggarakan persiapan-persiapan kepada siswa-siswi yang akan mengikuti ujian sekolah tersebut.
Dia menjelaskan anak-anak tersebut akan mengikuti kegiatan festival itu mulai 1-5 Mei dan mereka akan ditampung di salah satu hotel di Jakarta. Dua siswa tersebut masing-masing bernama Teddy dan Clara. Untuk Teddy, akan mewakili Papua untuk lomba mendongeng bahasa daerah tobati. Sementara Clara akan mewakili Papua untuk lomba kategori menyanyi bahasa daerah.
Kata Frans Pekey, pengembangan Kota Jayapura saat ini terus bergeser ke wilayah Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Sehingga kehadiran SMP YPPK Kristus Juru Selamat Jayapura di Koya Timur, Distrik Muara Tami tersebut sebuah hal positif dalam memajukan pendidikan di Kota Jayapura.
Direktur UT Jayapura, Mujadi, mengatakan kegiatan pameran dan lomba menyanyi solo itu perdana dilakukan oleh mahasiswa UT, dengan tujuan menunjukkan eksistensi diri serta semangat mahasiwa UT kepada masyarakat yang ada di Papua.
Dia menjelaskan, mulai dari tahun 2023 anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 15 miliar, kemudian di tahun 2024 sebesar Rp 25,5 miliar, tahun 2025 sebesar Rp 21,67 miliar dan tahun 2026 senila Rp 18,423 miliar. Jumlah ini akan terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun mengingat ada mahasiswa dan mahasiswi yang menyelesaikan masa studinya setiap tahun.