‘’Sebagai lembaga yang baru dibentuk kembali, tentunya kami sangat membutuhkan dukungan sarana prasarana dalam pelaksanaan tugas,’’ kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Merauke, Alowysius P.A. Fangohoy, S.STP, kepada wartawan, Selasa (19/7).
Bertempat di Mako Yonmarhanlan XI Merauke, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Merauke Mike Christian Walinaulik, S.STP, M.Si menyerahkan secara simbolis bantuan makanan yang akan diberikan kepada masyarakat tersebut, diterima Komandan Yonmarhanlan XI Merauke Mayor Marinir Alfredo Yoel Antariaba, M.Tr, Opsla, secara simbolis, Selasa (19/7).
‘’Kita sudah bicara dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bahwa nanti kita pakai bahasa daerah yakni Bahasa Malind sebagai muatan lokal. Kita akan coba salah satu SD di Wasur,’’ kata Agustinus Sugiarta, Senin (18/7).  Â
  Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kapolsek KPL Teguh Prasetyo menjelaskan, Miras lokal jenis Sopi yang diserahkan ini merupakan hasil operasi yang dilakukan pihaknya baik ketika kapal penumpang tiba, maupun saat akan berangkat di Pelabuhan Yos Sudarso maupun akan berangkat dari Januari sampai Juni 2022.
  “Saya harapkan kepada seluruh anggota untuk melayani masyarakat dengan baik. Jangan ada kekerasan kepada masyarakat. Jangan arogan di lapangan. Pedomani Tribrata dan Catur Prasetya,’’ tandas Kapolres Sandi Sultan, saat memimpin apel perdana di Lapangan Apel Mapolres Merauke, Senin (18/7). Â
‘’Masalah administrasi boleh menjadi dasar untuk kita bergerak, setiap dokumen yang kita susun menjadi dasar hukum kita bergerak. Tapi paling tidak implementasi di lapangan menjadi catatan penting. Apa yang saya buat satu tahun ini berjalan untuk sebuah kemajuan pendidikan di SMAN I Merauke,’’ katanya.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Johannes Abraham Dimara, Kolonel Pnb Feri Yunaldi, SE, M.Han selaku Pembina Yayasan Ardhya Garini memimpin upacara pembukaan MPLS di PAUD Angkasa KB Cendrawasih Lanud J.A.Dimara.
Kendati aset kapal tersebut tidak dapat diselamatkan lagi, namun menurut bupati Romanus Mbaraka, ada beberapa yang sedang dinegosiasikan dengan operator kapal yang saat itu mengoperasikan kapal tersebut agar dapat diganti dalam bentuk uang segar.
‘’Ada lebih dari 50.000 ton kita kehilangan karena gagal panen akibat cuaca esktrim dan terbatasnya pupuk subsidi bagi petani,’’ tandas Austinus Yoga Priyanto, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Jumat (15/7).
  Soleman Jambormias menjelaskan, masih ada sekitar 800-1.000 ijazah dari anak-anak tersebut yang belum diambil karena orang tuanya terkendala dengan tunggakan komite sekolah yang belum dibayar.Â