MERAUKE- Pemerintah Provinsi Papua Selatan dengan melibatkan berbagai stakeholder membahas rencana pembangunan terminal khususnya perkebuhan sawit dan olahannya oleh PT BIA di Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, di Merauke, Kamis (23/4).
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan dan uji publik tersebut mengungkapkan, rapat ini untuk membahass analisis dampak lingkungan terhadap pembangunan terminal khusus sawit PT BIA di Asiki, Kabupaten Boven Digoel.
‘’Ini ada pembahasan lingkungan dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait termasuk Dinas Pertanian dan Lingkungan, akademisi dar Unmus dan pihak konsultan dari Bali,’’ jelas Paino.
Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Merauke ini menjelaskan, kajian tersebut sedang berlangsung dan pihaknya memberikan masukan-masukan sesuai tupoksi.
‘’Kalau kami dari Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan tentunya dengan dibangunnya terminal khusus sawit ini, bisa melibatkan masyarakat sekitar khususnya masyarakat plasma, 20 persen dari HGU dan masyarakat plasma bisa terlibat dalam pembangunan terminal khusus dan juuga dampak sosial bisa diantisipasi sedeemikan rupa,’’ jelasnya.
MERAUKE- Pemerintah Provinsi Papua Selatan dengan melibatkan berbagai stakeholder membahas rencana pembangunan terminal khususnya perkebuhan sawit dan olahannya oleh PT BIA di Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, di Merauke, Kamis (23/4).
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan dan uji publik tersebut mengungkapkan, rapat ini untuk membahass analisis dampak lingkungan terhadap pembangunan terminal khusus sawit PT BIA di Asiki, Kabupaten Boven Digoel.
‘’Ini ada pembahasan lingkungan dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait termasuk Dinas Pertanian dan Lingkungan, akademisi dar Unmus dan pihak konsultan dari Bali,’’ jelas Paino.
Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Merauke ini menjelaskan, kajian tersebut sedang berlangsung dan pihaknya memberikan masukan-masukan sesuai tupoksi.
‘’Kalau kami dari Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan tentunya dengan dibangunnya terminal khusus sawit ini, bisa melibatkan masyarakat sekitar khususnya masyarakat plasma, 20 persen dari HGU dan masyarakat plasma bisa terlibat dalam pembangunan terminal khusus dan juuga dampak sosial bisa diantisipasi sedeemikan rupa,’’ jelasnya.