Pascabanjir mulai surut menjelang Selasa (22/9) pagi, pemandangan memprihatinkan terlihat di pemukiman warga. Warga setempat saling bergotong-royong membersihkan sisa-sisa ceceran sampah, material kayu, hingga lapisan tanah dan endapan lumpur tebal yang berlumur serta mengotori seluruh lantai dalam rumah mereka.
Menurut keterangan warga setempat, peristiwa banjir luapan ini terjadi cukup cepat saat sebagian besar warga tengah beristirahat di dalam rumah. Anis, salah seorang remaja yang tinggal di kawasan pelantar Kali Acay, menceritakan bahwa tanda-tanda ancaman banjir mulai dirasakan warga sejak Senin malam sekitar pukul 23.00 WIT. Curah hujan yang turun tanpa henti dengan debit tinggi membuat permukaan air kali naik secara signifikan dalam waktu singkat.
Sementara warga yang lain, Muklis menegaskan bahwa masalah tumpukan sampah yang terbawa arus dari kawasan hulu dan menyumbat pelantar Kali Acay merupakan “penyakit lama” yang selalu menjadi pemicu utama berulangnya bencana banjir di wilayah Abepura setiap kali cuaca ekstrem terjadi.
Bencana banjir yang kembali berulang, Selasa kemarin memicu keprihatinan mendalam bagi warga terdampak. Warga berharap adanya langkah konkrit dan perhatian serius dari Pemerintah Kota Jayapura maupun instansi terkait untuk segera melakukan pengerukan sedimen (pendangkalan) serta pembersihan total sampah di sepanjang aliran dan pelantar Kali Acay.
Di samping penanganan teknis dari pemerintah, peristiwa ini juga menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen masyarakat Kota Jayapura akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan ke aliran sungai demi mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Pascabanjir mulai surut menjelang Selasa (22/9) pagi, pemandangan memprihatinkan terlihat di pemukiman warga. Warga setempat saling bergotong-royong membersihkan sisa-sisa ceceran sampah, material kayu, hingga lapisan tanah dan endapan lumpur tebal yang berlumur serta mengotori seluruh lantai dalam rumah mereka.
Menurut keterangan warga setempat, peristiwa banjir luapan ini terjadi cukup cepat saat sebagian besar warga tengah beristirahat di dalam rumah. Anis, salah seorang remaja yang tinggal di kawasan pelantar Kali Acay, menceritakan bahwa tanda-tanda ancaman banjir mulai dirasakan warga sejak Senin malam sekitar pukul 23.00 WIT. Curah hujan yang turun tanpa henti dengan debit tinggi membuat permukaan air kali naik secara signifikan dalam waktu singkat.
Sementara warga yang lain, Muklis menegaskan bahwa masalah tumpukan sampah yang terbawa arus dari kawasan hulu dan menyumbat pelantar Kali Acay merupakan “penyakit lama” yang selalu menjadi pemicu utama berulangnya bencana banjir di wilayah Abepura setiap kali cuaca ekstrem terjadi.
Bencana banjir yang kembali berulang, Selasa kemarin memicu keprihatinan mendalam bagi warga terdampak. Warga berharap adanya langkah konkrit dan perhatian serius dari Pemerintah Kota Jayapura maupun instansi terkait untuk segera melakukan pengerukan sedimen (pendangkalan) serta pembersihan total sampah di sepanjang aliran dan pelantar Kali Acay.
Di samping penanganan teknis dari pemerintah, peristiwa ini juga menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen masyarakat Kota Jayapura akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan ke aliran sungai demi mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q