Setelah kelembagaan terbentuk, DPMK memberikan bimbingan teknis dan pelatihan kepada pengurus, baik terkait pengelolaan usaha maupun manajemen BUMKam.
Saat ini terdapat 14 BUMKam yang tersebar di kampung-kampung dalam wilayah Kota Jayapura. Sebagian di antaranya telah masuk kategori rintisan dan berkembang, sementara beberapa lainnya masih membutuhkan pendampingan agar kegiatan usahanya dapat berjalan optimal.
Makzi menyebut sejumlah BUMKam yang dinilai telah menjalankan kegiatan usaha secara nyata, di antaranya BUMKam Kampung Holtekamp, BUMKam Kampung Waena dan BUMKam Kampung Koya Koso.
Ketiga BUMKam tersebut mengembangkan berbagai jenis usaha, mulai dari usaha ayam petelur, minimarket, depot atau air galon hingga kegiatan usaha lainnya.
“BUMKam Kampung Holtekamp, Kampung Waena dan Kampung Koya Koso merupakan BUMKam yang kegiatan usahanya benar-benar berjalan. Ada usaha ayam petelur, minimarket, air galon dan usaha lainnya,” jelasnya.
DPMK Kota Jayapura kini memfokuskan kegiatan fasilitasi kerja sama dengan pihak ketiga untuk memperkuat pengelolaan BUMKAM sehingga semakin profesional dan mampu mengembangkan potensi ekonomi masing-masing kampung.
Penguatan BUMKAM, kata Makzi, bukan hanya diarahkan untuk membangun aktivitas ekonomi masyarakat kampung, tetapi juga memperkuat kapasitas fiskal kampung melalui peningkatan Pendapatan Asli Kampung. “Karena salah satu sumber pendapatan asli kampung melalui usaha kampung adalah BUMKAM,” katanya. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q