Libatkan Semua Jaringan Untuk Tangani Pasien MBG

Empat Pasien Dirawat di RSUD Jayapura

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua memperkuat layanan kesehatan untuk menangani warga yang mengalami dugaan gangguan kesehatan usai mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan penanganan medis.

   Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes, mengatakan pihaknya mendapat instruksi langsung dari Gubernur Papua Matius D. Fakhiri melalui Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait agar memastikan seluruh warga terdampak memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal.

   “Kami diminta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik, mulai dari penerimaan pasien, penanganan medis hingga proses perawatan. Semua pasien harus memperoleh layanan yang memadai,” kata Beeri, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (6/8).

Baca Juga :  Papua Jangan Hanya Dilihat dari Monas

  Menurutnya, Dinas Kesehatan Papua langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura serta Puskesmas Depapre agar seluruh warga yang datang berobat tetap dilayani tanpa terkecuali.

  Karena kapasitas Puskesmas Depapre terbatas, Dinas Kesehatan Provinsi Papua membuka jejaring pelayanan dengan melibatkan seluruh rumah sakit di Kota Jayapura, termasuk dukungan laboratorium, farmasi, dan organisasi profesi kesehatan.

  “Kami membangun jejaring pelayanan dengan rumah sakit, laboratorium, farmasi serta organisasi profesi agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal,” ujarnya.

  Selain tenaga kesehatan dari pemerintah, penanganan pasien juga diperkuat dengan dukungan tenaga medis TNI-Polri serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua yang menugaskan dokter secara bergiliran di lokasi pelayanan.

Baca Juga :  Deklarasi Papua Damai, LMA Papua Dukung DOB

  Beeri juga mengajak berbagai pihak memberikan dukungan terhadap penanganan pasien, termasuk bantuan logistik bagi keluarga maupun perlengkapan yang dibutuhkan di lokasi perawatan.

Empat Pasien Dirawat di RSUD Jayapura

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua memperkuat layanan kesehatan untuk menangani warga yang mengalami dugaan gangguan kesehatan usai mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan penanganan medis.

   Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes, mengatakan pihaknya mendapat instruksi langsung dari Gubernur Papua Matius D. Fakhiri melalui Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait agar memastikan seluruh warga terdampak memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal.

   “Kami diminta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik, mulai dari penerimaan pasien, penanganan medis hingga proses perawatan. Semua pasien harus memperoleh layanan yang memadai,” kata Beeri, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (6/8).

Baca Juga :  Sejumlah Potensi PAD di Dishub Kota Jayapura Dihapus

  Menurutnya, Dinas Kesehatan Papua langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura serta Puskesmas Depapre agar seluruh warga yang datang berobat tetap dilayani tanpa terkecuali.

  Karena kapasitas Puskesmas Depapre terbatas, Dinas Kesehatan Provinsi Papua membuka jejaring pelayanan dengan melibatkan seluruh rumah sakit di Kota Jayapura, termasuk dukungan laboratorium, farmasi, dan organisasi profesi kesehatan.

  “Kami membangun jejaring pelayanan dengan rumah sakit, laboratorium, farmasi serta organisasi profesi agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal,” ujarnya.

  Selain tenaga kesehatan dari pemerintah, penanganan pasien juga diperkuat dengan dukungan tenaga medis TNI-Polri serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua yang menugaskan dokter secara bergiliran di lokasi pelayanan.

Baca Juga :  Pemain Keturunan Jerman yang Kini Perkuat Persipura

  Beeri juga mengajak berbagai pihak memberikan dukungan terhadap penanganan pasien, termasuk bantuan logistik bagi keluarga maupun perlengkapan yang dibutuhkan di lokasi perawatan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya