Masalah KPS Bisa Jadi Bumerang

Masyarakat Hanya Tahu Dilayani KPS

JAYAPURA-Wakil Ketua III DPR Papua, Yulianus Rumboirussy menyampaikan bahwa persoalan Kartu Papua Sehat (KPS) di Papua bisa menjadi bumerang bagi Pemerintah Provinsi Papua, jika tidak segera disikapi, Pemprov Papua sendiri yang repot.

  Pasalnya masyarakat hanya tahu  mereka bisa dilayani secara gratis menggunakan kartu tersebut. Disini Rumboirussy mengatakan bahwa RS rujukan di Papua hanya ada di RS Dok II  Jayapura dan RS Abepura, sementara anggaran sudah dibagi sesuai Daerah Otonom Baru (DOB).

  “Yang jadi soal adalah masyarakat ini tidak mau tahu kalau sudah ada pemekaran dan mereka harus mendapat penanganan dan dibiayai dari daerahnya dulu. Orang Papua itu tidak mau tahu mereka berobat kemana. Yang mereka pahami hanyalah punya Kartu Papua Sehat dan berobat di Dok II, ini soal,” jelas Rumboirussy di DPR, Rabu (22/2).

Baca Juga :  Pj Wali Kota Jaypura: Tak Boleh Lagi Long March!

   Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak  mengetahui bahwa dari DOB ini distribusi anggaran sudah disalurkan langsung ke kabupaten dan provinsi DOB dan ada anggaran yang disiapkan oleh Provinsi DOB untuk masing – masing warganya. “Tapi masyarakat kan tidak berpikir harus seperti itu, mereka maunya dilayani,” beber politisi PAN tersebut.

  “Makanya dalam pertemuan  kami paparkan bahwa anggaran sudah dibagi (ke tiga DOB.red) dan mungkin kami salah juga jika membackup anggaran kesehatan dari pasien di provinsi lain,” imbuh    Rumboirussy.

   Ia mencontohkan masyarakat dari Tolikara datang ke Jayapura, mereka tak mau tahu apakah ada DOB dan dana kesehatan diatur di Provinsi Papua Pegunungan  atau seperti apa yang penting diobati di Dok II. “Jadi kalau tidak segera disikapi ini bisa repot juga,” tutupnya. (ade/tri)

Baca Juga :  Giliran DPR Papua Angkat Suara

Masyarakat Hanya Tahu Dilayani KPS

JAYAPURA-Wakil Ketua III DPR Papua, Yulianus Rumboirussy menyampaikan bahwa persoalan Kartu Papua Sehat (KPS) di Papua bisa menjadi bumerang bagi Pemerintah Provinsi Papua, jika tidak segera disikapi, Pemprov Papua sendiri yang repot.

  Pasalnya masyarakat hanya tahu  mereka bisa dilayani secara gratis menggunakan kartu tersebut. Disini Rumboirussy mengatakan bahwa RS rujukan di Papua hanya ada di RS Dok II  Jayapura dan RS Abepura, sementara anggaran sudah dibagi sesuai Daerah Otonom Baru (DOB).

  “Yang jadi soal adalah masyarakat ini tidak mau tahu kalau sudah ada pemekaran dan mereka harus mendapat penanganan dan dibiayai dari daerahnya dulu. Orang Papua itu tidak mau tahu mereka berobat kemana. Yang mereka pahami hanyalah punya Kartu Papua Sehat dan berobat di Dok II, ini soal,” jelas Rumboirussy di DPR, Rabu (22/2).

Baca Juga :  Kota Jayapura Sebagai Rumah Besar, Mari Jaga Persaudaraan

   Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak  mengetahui bahwa dari DOB ini distribusi anggaran sudah disalurkan langsung ke kabupaten dan provinsi DOB dan ada anggaran yang disiapkan oleh Provinsi DOB untuk masing – masing warganya. “Tapi masyarakat kan tidak berpikir harus seperti itu, mereka maunya dilayani,” beber politisi PAN tersebut.

  “Makanya dalam pertemuan  kami paparkan bahwa anggaran sudah dibagi (ke tiga DOB.red) dan mungkin kami salah juga jika membackup anggaran kesehatan dari pasien di provinsi lain,” imbuh    Rumboirussy.

   Ia mencontohkan masyarakat dari Tolikara datang ke Jayapura, mereka tak mau tahu apakah ada DOB dan dana kesehatan diatur di Provinsi Papua Pegunungan  atau seperti apa yang penting diobati di Dok II. “Jadi kalau tidak segera disikapi ini bisa repot juga,” tutupnya. (ade/tri)

Baca Juga :  Pasukan Diturunkan Kejar Pembunuh Dua Tukang Chainsaw

Berita Terbaru

Artikel Lainnya