Perkuat Sinergi Lintas Sektor Untuk Pendidikan Inklusif

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua bersama UNICEF resmi memperkuat komitmen pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui  kegiatan “Lokakarya Perencanaan dan Penganggaran Penanganan ATS yang digelar di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, pada, 2–3 September 2026.

  Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Dr. Marthen Medlama, S.Pd., M.Si., MTESOL., bersama Kepala Kantor UNICEF Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan, ini mempertemukan perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, instansi terkait, lembaga pendidikan, Ormas, dunia usaha, hingga pemuda.

   ​Kepala Kantor UNICEF Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan, mengapresiasi para kepala OPD  yang  menunjukkan keseriusan dan komitmen yang tinggi terhadap isu Anak Tidak Sekolah. “Penanganan ATS tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan komitmen dan kerja bersama agar setiap anak Papua mendapatkan kesempatan untuk belajar dan membangun masa depannya,” tegas Aminuddin.

Baca Juga :  Pencurian HP Marak, Polsek Abepura Siapkan Alat Deteksi GPS

  Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Dr. Marthen Medlama, menekankan bahwa kondisi geografis Papua tidak boleh membatasi hak anak-anak untuk mengenyam pendidikan.

  “Jangan sampai hambatan geografis menghentikan mimpi anak-anak Papua untuk hidup yang lebih baik. Tantangan geografis harus kita jawab dengan kebijakan, perencanaan, dan penganggaran yang tepat, sehingga setiap anak, di mana pun mereka berada, tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan,” ujar Marthen.

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua bersama UNICEF resmi memperkuat komitmen pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui  kegiatan “Lokakarya Perencanaan dan Penganggaran Penanganan ATS yang digelar di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, pada, 2–3 September 2026.

  Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Dr. Marthen Medlama, S.Pd., M.Si., MTESOL., bersama Kepala Kantor UNICEF Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan, ini mempertemukan perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, instansi terkait, lembaga pendidikan, Ormas, dunia usaha, hingga pemuda.

   ​Kepala Kantor UNICEF Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan, mengapresiasi para kepala OPD  yang  menunjukkan keseriusan dan komitmen yang tinggi terhadap isu Anak Tidak Sekolah. “Penanganan ATS tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan komitmen dan kerja bersama agar setiap anak Papua mendapatkan kesempatan untuk belajar dan membangun masa depannya,” tegas Aminuddin.

Baca Juga :  MRP Harus Fokus, Perdasus Masih Minim

  Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Dr. Marthen Medlama, menekankan bahwa kondisi geografis Papua tidak boleh membatasi hak anak-anak untuk mengenyam pendidikan.

  “Jangan sampai hambatan geografis menghentikan mimpi anak-anak Papua untuk hidup yang lebih baik. Tantangan geografis harus kita jawab dengan kebijakan, perencanaan, dan penganggaran yang tepat, sehingga setiap anak, di mana pun mereka berada, tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan,” ujar Marthen.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya