JAYAPURA–Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Papua bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban kebakaran di Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara. Pelayanan tersebut dilakukan sehari setelah kebakaran untuk memastikan kondisi kesehatan warga sekaligus mengantisipasi munculnya penyakit menular di lokasi pengungsian.
Kepala Klinik Polda Papua, Iptu dr. Ni Komang Maitri Devi, mengatakan pelayanan kesehatan dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi warga yang terdampak kebakaran.
“Jadi kami dari Biddokkes Polda Papua melaksanakan bakti kesehatan di posko pengungsian sehari setelah kebakaran terjadi. Tujuannya memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban yang terdampak kebakaran,” kata Maitri saat ditemui di Biddokes Polda Papua, Kamis (3/9)
Dalam pelayanan tersebut, tim kesehatan melakukan pendataan sekaligus pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan dan keluhan yang dirasakan para pengungsi. Dari sekitar 54 orang yang diperiksa, keluhan terbanyak yang ditemukan adalah sesak napas yang dirasakan saat kebakaran terjadi.
“Keluhan terbanyak yang mereka rasakan kemarin adalah sesak napas. Karena kami datang H+1 setelah kejadian, sebagian besar dari pemeriksaan saya sebagai dokter, saat saya dengar paru-parunya sudah tidak ada keluhan atau gangguan,” jelasnya.
Selain sesak napas, sejumlah korban juga mengeluhkan pusing. Beberapa korban bahkan mengalami tekanan psikologis dan menangis saat menjalani pemeriksaan. Kondisi fisik warga juga dipengaruhi kelelahan karena sebagian harus berjaga hingga malam untuk mencari serta menyelamatkan barang-barang yang masih dapat diselamatkan dari rumah mereka.
Dari 54 warga yang diperiksa, sebagian besar diberikan vitamin. Sementara beberapa anak yang mengalami luka ringan akibat berlarian saat menyelamatkan diri diberikan salep.
JAYAPURA–Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Papua bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban kebakaran di Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara. Pelayanan tersebut dilakukan sehari setelah kebakaran untuk memastikan kondisi kesehatan warga sekaligus mengantisipasi munculnya penyakit menular di lokasi pengungsian.
Kepala Klinik Polda Papua, Iptu dr. Ni Komang Maitri Devi, mengatakan pelayanan kesehatan dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi warga yang terdampak kebakaran.
“Jadi kami dari Biddokkes Polda Papua melaksanakan bakti kesehatan di posko pengungsian sehari setelah kebakaran terjadi. Tujuannya memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban yang terdampak kebakaran,” kata Maitri saat ditemui di Biddokes Polda Papua, Kamis (3/9)
Dalam pelayanan tersebut, tim kesehatan melakukan pendataan sekaligus pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan dan keluhan yang dirasakan para pengungsi. Dari sekitar 54 orang yang diperiksa, keluhan terbanyak yang ditemukan adalah sesak napas yang dirasakan saat kebakaran terjadi.
“Keluhan terbanyak yang mereka rasakan kemarin adalah sesak napas. Karena kami datang H+1 setelah kejadian, sebagian besar dari pemeriksaan saya sebagai dokter, saat saya dengar paru-parunya sudah tidak ada keluhan atau gangguan,” jelasnya.
Selain sesak napas, sejumlah korban juga mengeluhkan pusing. Beberapa korban bahkan mengalami tekanan psikologis dan menangis saat menjalani pemeriksaan. Kondisi fisik warga juga dipengaruhi kelelahan karena sebagian harus berjaga hingga malam untuk mencari serta menyelamatkan barang-barang yang masih dapat diselamatkan dari rumah mereka.
Dari 54 warga yang diperiksa, sebagian besar diberikan vitamin. Sementara beberapa anak yang mengalami luka ringan akibat berlarian saat menyelamatkan diri diberikan salep.