Penanganan Korban Kebakaran Mandala Diminta Dipercepat

  Yuli juga meminta Dinas Sosial melakukan pendataan ulang terhadap jumlah pengungsi di setiap tenda. Menurutnya, jumlah warga dalam satu tenda perlu diatur agar tidak terlalu padat sehingga memberikan kenyamanan dan sirkulasi udara yang baik bagi para pengungsi.

   “Saya minta tadi kepada Dinsos didata kembali, satu tenda maksimal berapa orang. Jangan sampai satu tenda terlalu banyak orang, supaya mereka bisa lebih lega, sirkulasi udara bagus dan tidak terlalu panas,” katanya.

  Selain itu, ia meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) segera menyediakan air bersih di lokasi pengungsian. Yuli juga mengusulkan agar data korban ditempel di masing-masing posko pengungsian untuk memudahkan masyarakat yang datang mencari atau memastikan keberadaan keluarganya.

Baca Juga :  Mengatasnamakan Diri Simpatisan OPM, Dua Warga Diamankan Aparat   

  Yuli menilai penanganan korban tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan sementara. Pemerintah juga perlu memikirkan bantuan jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

   Ia mengatakan, sejumlah warga menyampaikan keinginan agar pemerintah membantu menyediakan material seperti kayu dan seng sehingga mereka dapat membangun kembali rumahnya secara mandiri.

   Namun, menurut Yuli, pembangunan kembali rumah di kawasan tersebut harus memperhatikan aspek keselamatan, mengingat sebagian besar rumah berada di atas laut dan struktur tiang penyangganya ikut terbakar.

  Yuli juga   meminta PLN segera membantu penyambungan listrik ke lokasi pengungsian. Menurutnya, kebutuhan listrik cukup penting bagi warga selama berada di tenda pengungsian, terutama untuk penerangan, penggunaan kipas angin dan pengisian daya telepon seluler.

Baca Juga :  Implementasi Otsus, Abisai Tegaskan Eksen di Lapangan Harus Maksimal

   “Untuk PLN, malam ini kan belum ada sambungan listrik. Kami berharap PLN bisa memberikan sambungan listrik dan kabel-kabel ke setiap tenda. Mereka membutuhkan listrik untuk kipas angin dan mengisi batere telepon,” katanya.

  Yuli juga meminta Dinas Sosial melakukan pendataan ulang terhadap jumlah pengungsi di setiap tenda. Menurutnya, jumlah warga dalam satu tenda perlu diatur agar tidak terlalu padat sehingga memberikan kenyamanan dan sirkulasi udara yang baik bagi para pengungsi.

   “Saya minta tadi kepada Dinsos didata kembali, satu tenda maksimal berapa orang. Jangan sampai satu tenda terlalu banyak orang, supaya mereka bisa lebih lega, sirkulasi udara bagus dan tidak terlalu panas,” katanya.

  Selain itu, ia meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) segera menyediakan air bersih di lokasi pengungsian. Yuli juga mengusulkan agar data korban ditempel di masing-masing posko pengungsian untuk memudahkan masyarakat yang datang mencari atau memastikan keberadaan keluarganya.

Baca Juga :  Jalur Afirmasi di Sekolah Dibatasi, Tidak bisa Menampung Semua

  Yuli menilai penanganan korban tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan sementara. Pemerintah juga perlu memikirkan bantuan jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

   Ia mengatakan, sejumlah warga menyampaikan keinginan agar pemerintah membantu menyediakan material seperti kayu dan seng sehingga mereka dapat membangun kembali rumahnya secara mandiri.

   Namun, menurut Yuli, pembangunan kembali rumah di kawasan tersebut harus memperhatikan aspek keselamatan, mengingat sebagian besar rumah berada di atas laut dan struktur tiang penyangganya ikut terbakar.

  Yuli juga   meminta PLN segera membantu penyambungan listrik ke lokasi pengungsian. Menurutnya, kebutuhan listrik cukup penting bagi warga selama berada di tenda pengungsian, terutama untuk penerangan, penggunaan kipas angin dan pengisian daya telepon seluler.

Baca Juga :  Prioritas di 2025, Akan Dibentuk Pos Unit Damkar di Japut dan Muara Tami

   “Untuk PLN, malam ini kan belum ada sambungan listrik. Kami berharap PLN bisa memberikan sambungan listrik dan kabel-kabel ke setiap tenda. Mereka membutuhkan listrik untuk kipas angin dan mengisi batere telepon,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya