JAYAPURA–Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura Yuli Rahman menyampaikan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Kompleks Kampung Nelayan, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Senin (31/8).
Yuli mengatakan, kebakaran tersebut menjadi perhatian serius karena lokasi yang sama kembali dilanda musibah kebakaran untuk kedua kalinya dalam kurun waktu satu tahun. Kali ini, jumlah warga yang terdampak cukup besar, mencapai sekitar 560 kepala keluarga (KK).
“Kami dari lembaga dewan sangat-sangat turut prihatin. Dalam setahun, lokasi yang sama ini sudah dua kali mengalami kebakaran dan kali ini lebih banyak warga yang terkena musibah,” kata Yuli saat meninjau lokasi pengungsian, Selasa (1/9).
Menurutnya, musibah kebakaran tersebut menjadi salah satu kejadian dengan jumlah warga terdampak cukup besar di Kota Jayapura. Karena itu, pemerintah daerah, baik
Pemerintah Kota Jayapura maupun Pemerintah Provinsi Papua, diminta memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan para korban.
Ia menyebutkan, kebutuhan warga di lokasi pengungsian bukan hanya makanan, tetapi juga pakaian, popok, fasilitas sanitasi serta ketersediaan air bersih. “Yang kita butuhkan saat ini bukan hanya makanan. Ada pakaian, popok, kemudian fasilitas kamar mandi supaya warga bisa mandi, dan air bersih untuk kebutuhan memasak,” ujarnya.
JAYAPURA–Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura Yuli Rahman menyampaikan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Kompleks Kampung Nelayan, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Senin (31/8).
Yuli mengatakan, kebakaran tersebut menjadi perhatian serius karena lokasi yang sama kembali dilanda musibah kebakaran untuk kedua kalinya dalam kurun waktu satu tahun. Kali ini, jumlah warga yang terdampak cukup besar, mencapai sekitar 560 kepala keluarga (KK).
“Kami dari lembaga dewan sangat-sangat turut prihatin. Dalam setahun, lokasi yang sama ini sudah dua kali mengalami kebakaran dan kali ini lebih banyak warga yang terkena musibah,” kata Yuli saat meninjau lokasi pengungsian, Selasa (1/9).
Menurutnya, musibah kebakaran tersebut menjadi salah satu kejadian dengan jumlah warga terdampak cukup besar di Kota Jayapura. Karena itu, pemerintah daerah, baik
Pemerintah Kota Jayapura maupun Pemerintah Provinsi Papua, diminta memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan para korban.
Ia menyebutkan, kebutuhan warga di lokasi pengungsian bukan hanya makanan, tetapi juga pakaian, popok, fasilitas sanitasi serta ketersediaan air bersih. “Yang kita butuhkan saat ini bukan hanya makanan. Ada pakaian, popok, kemudian fasilitas kamar mandi supaya warga bisa mandi, dan air bersih untuk kebutuhan memasak,” ujarnya.