Masyarakat Lari ke Hutan, Lima Kampung di Distrik Jila Kosong

Menurutnya, keberadaan pos di luar kampung-kampung justru menciptakan kepanikan psikologis yang membuat warga tidak bisa berkebun atau menjalankan aktivitas harian secara normal.

“Masyarakat mau beraktivitas seperti biasa, berkebun, dan berjalan antar-kampung, tapi di situ semua pos, jadi mereka takut,” ujar Yohanis, Rabu (23/9).

Sebagai tokoh adat, Yohanis menekankan pentingnya ruang hidup yang selaras dengan tatanan adat istiadat setempat.   Wilayah ulayat di sepanjang pegunungan Jila memiliki batas-batas marga dan suku yang jelas. Ketika ruang-ruang hidup ini terisolasi oleh ketakutan dan pos penjagaan, tatanan sosial masyarakat ikut lumpuh.

Oleh karena itu, langkah pemulihan jangka pendek yang diharapkan masyarakat adalah penarikan pos-pos terisolasi agar warga dapat kembali ke kampung halaman.

Baca Juga :  Generasi Muda Harus Melek Teknologi dan Transformasi Digital

Langkah ini dinilai krusial agar komunikasi antara tokoh adat, keluarga, dan pihak keamanan dapat terjalin dengan baik demi memulangkan sisa anak-anak yang masih berada dalam penguasaan kelompok bersenjata.

Yohanis percaya bahwa penyelesaian masalah ini harus mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan komunikasi kekeluargaan agar masa depan anak-anak di Jila dapat diselamatkan kembali ke bangku sekolah. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Menurutnya, keberadaan pos di luar kampung-kampung justru menciptakan kepanikan psikologis yang membuat warga tidak bisa berkebun atau menjalankan aktivitas harian secara normal.

“Masyarakat mau beraktivitas seperti biasa, berkebun, dan berjalan antar-kampung, tapi di situ semua pos, jadi mereka takut,” ujar Yohanis, Rabu (23/9).

Sebagai tokoh adat, Yohanis menekankan pentingnya ruang hidup yang selaras dengan tatanan adat istiadat setempat.   Wilayah ulayat di sepanjang pegunungan Jila memiliki batas-batas marga dan suku yang jelas. Ketika ruang-ruang hidup ini terisolasi oleh ketakutan dan pos penjagaan, tatanan sosial masyarakat ikut lumpuh.

Oleh karena itu, langkah pemulihan jangka pendek yang diharapkan masyarakat adalah penarikan pos-pos terisolasi agar warga dapat kembali ke kampung halaman.

Baca Juga :  Tiga Warga Sipil Dilaporkan Tertembak

Langkah ini dinilai krusial agar komunikasi antara tokoh adat, keluarga, dan pihak keamanan dapat terjalin dengan baik demi memulangkan sisa anak-anak yang masih berada dalam penguasaan kelompok bersenjata.

Yohanis percaya bahwa penyelesaian masalah ini harus mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan komunikasi kekeluargaan agar masa depan anak-anak di Jila dapat diselamatkan kembali ke bangku sekolah. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya