JAYAPURA- Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di wilayah hukum Polres Jayapura. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, polisi mencatat 178 laporan kasus curanmor.
Kasatreskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan, angka tersebut menunjukkan curanmor masih mendominasi dibandingkan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) maupun pencurian dengan kekerasan (curas).
“Dari ketiga jenis kejahatan tersebut, curanmor menjadi kasus yang paling menonjol. Berdasarkan data kami, sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat 178 laporan kasus curanmor,” ujar Axel, Selasa (11/8).
Berdasarkan rincian data bulanan, kasus curanmor tercatat sebanyak 10 kasus pada Januari, meningkat menjadi 40 kasus pada Februari, kemudian 23 kasus pada Maret dan 11 kasus pada April.
Angka tersebut melonjak tajam pada Mei dengan 61 kasus, sebelum kembali menurun menjadi 18 kasus pada Juni dan 10 kasus pada Juli hingga 30 Juli. “Bulan Mei menjadi periode dengan angka curanmor paling tinggi, yakni mencapai 61 kasus,” katanya.
JAYAPURA- Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di wilayah hukum Polres Jayapura. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, polisi mencatat 178 laporan kasus curanmor.
Kasatreskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan, angka tersebut menunjukkan curanmor masih mendominasi dibandingkan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) maupun pencurian dengan kekerasan (curas).
“Dari ketiga jenis kejahatan tersebut, curanmor menjadi kasus yang paling menonjol. Berdasarkan data kami, sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat 178 laporan kasus curanmor,” ujar Axel, Selasa (11/8).
Berdasarkan rincian data bulanan, kasus curanmor tercatat sebanyak 10 kasus pada Januari, meningkat menjadi 40 kasus pada Februari, kemudian 23 kasus pada Maret dan 11 kasus pada April.
Angka tersebut melonjak tajam pada Mei dengan 61 kasus, sebelum kembali menurun menjadi 18 kasus pada Juni dan 10 kasus pada Juli hingga 30 Juli. “Bulan Mei menjadi periode dengan angka curanmor paling tinggi, yakni mencapai 61 kasus,” katanya.