Stok Bumbu Basah dan Komoditi Pertanian Menipis

Pedagang Khawatir Tak Bisa Penuhi Permintaan Pasar

WAMENA –  Berkurangnya volume penerbangan baik pesawat cargo dan penumpang dalam satu pekan terakhir berdampak ketahanan stok terhadap komoditas pertanian di pasaran. Stok yang ada diprediksi hanya bertahan 2-3 hari ke depan. Salah Satu Pedagang Pasar Potikelek  Aswar Rasyid mengaku jika sejak pesawat tidak lancar ke Wamena berdampak langsung pada kurangnya stok komoditas pertanian seperti bahan bumbu dan sayuran.

“Bencana Karhutla serta cuaca buruk dengan kondisi kabut menutupi wilayah Kota Wamena membuat armada penerbangan tidak dapat terbang masuk ke Bandara Wamena, akibatnya kurangnya pasokan komuditas pertanian yang didatangkan dari Jayapura,”ungkapnya Kamis (15/10) di Pasar Potikelek.

Baca Juga :  Polres Jayawijaya Hadirkan Pelaku Penikaman

  Ia juga menyebutkan, keterbatasan akses transportasi udara ini menyebabkan pasokan sembako serta barang dagangan seperti sayur, tomat, cabai dan bawang tidak bisa masuk ke Wamena akibatnya para pedagang kehilangan stok untuk dijual kepada masyarakat.

“Situasi ini sangat merugikan masyarakat konsumen dan pemilik warung yang bergantung pada pasar untuk berbelanja kebutuhan bumbu dapur serta kebutuhan rumah tangga harian karena barang kosong di pasaran,”kata Aswar.

Di tempat yang sama Kasie Ekspor Impor Disperindag Jayawijaya Sammy Rumbino saat ditemui bersama dengan petugas dari Disperindag Provinsi Papua Pegunungan mengaku kurangnya penerbangan ke Wamena saat ini sangat mempengaruhi stok untuk bumbu bash atau komuditas pertanian di pasaran Wamena, dan pengakuan dari para pedagang yang ada dipasar Potikelek Wamena stok yang ada hanya bisa bertahan 2-3 Hari kedepan.

Baca Juga :  Ganggu Ketertiban Umum, Tertibkan Orang Mabuk di Kota Wamena

Pedagang Khawatir Tak Bisa Penuhi Permintaan Pasar

WAMENA –  Berkurangnya volume penerbangan baik pesawat cargo dan penumpang dalam satu pekan terakhir berdampak ketahanan stok terhadap komoditas pertanian di pasaran. Stok yang ada diprediksi hanya bertahan 2-3 hari ke depan. Salah Satu Pedagang Pasar Potikelek  Aswar Rasyid mengaku jika sejak pesawat tidak lancar ke Wamena berdampak langsung pada kurangnya stok komoditas pertanian seperti bahan bumbu dan sayuran.

“Bencana Karhutla serta cuaca buruk dengan kondisi kabut menutupi wilayah Kota Wamena membuat armada penerbangan tidak dapat terbang masuk ke Bandara Wamena, akibatnya kurangnya pasokan komuditas pertanian yang didatangkan dari Jayapura,”ungkapnya Kamis (15/10) di Pasar Potikelek.

Baca Juga :  Dua Lapak Toko di Mall Wamena Dibobol Maling

  Ia juga menyebutkan, keterbatasan akses transportasi udara ini menyebabkan pasokan sembako serta barang dagangan seperti sayur, tomat, cabai dan bawang tidak bisa masuk ke Wamena akibatnya para pedagang kehilangan stok untuk dijual kepada masyarakat.

“Situasi ini sangat merugikan masyarakat konsumen dan pemilik warung yang bergantung pada pasar untuk berbelanja kebutuhan bumbu dapur serta kebutuhan rumah tangga harian karena barang kosong di pasaran,”kata Aswar.

Di tempat yang sama Kasie Ekspor Impor Disperindag Jayawijaya Sammy Rumbino saat ditemui bersama dengan petugas dari Disperindag Provinsi Papua Pegunungan mengaku kurangnya penerbangan ke Wamena saat ini sangat mempengaruhi stok untuk bumbu bash atau komuditas pertanian di pasaran Wamena, dan pengakuan dari para pedagang yang ada dipasar Potikelek Wamena stok yang ada hanya bisa bertahan 2-3 Hari kedepan.

Baca Juga :  Transaksi Milo, Dua Pelaku Dibekuk Polisi

Berita Terbaru

Artikel Lainnya