Lapas Wamena Over Kapasitas

Satu Bilik Sel Maksimal 10 Orang Tapi di Lapas Wamena Isinya 20 Orang, Berharap Pemprov Papua Pegunungan Berikan Perhatian

WAMENA- Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wamena memastikan daya tampung terhadap Warga Binaan kini sudah over kapasitas hingga 100 orang. Pasalnya daya tampung Lapas Wamena hanya cukup untuk 114 orang, namun kini telah mencapai 210 orang, hal ini terungkap usai melakukan pembersihan dari tempat tersebut.

Kepala Lapas Wamena Lukas Aponno, SH menyatakan, meskipun saat ini Lapas Wamena mengalami over kapasitas, namun hingga saat ini belum ada penambahan pembangunan dari pemerintah, contoh kecil kalau dilihat dari depan temboknya tinggi, namun untuk samping kiri dan kanan serta belakang itu masih sangat rendah dan sudah termakan usia.

Baca Juga :  Serahkan Bantuan Beras bagi Warga Terdampak Banjir,  RTRW Akan Segera Direvisi 

“Ada beberapa bagian tembok dari lapas Wamena yang sudah termakan usia atau keropos, dan bisa memudahkan warga binaan untuk melarikan diri, sementara untuk bilik sel diisi 20 orang dalam satu kamar, idealnya hanya maksimal 10 orang,”ungkapnya Senin (12/10) di Lapas Wamena.

Menurutnya, Lapas Wamena hanya sebagai sarana satu -satunya di Provinsi Papua Pegunungan namun daya tampungnya untuk 8 Kabupaten, sehingga memang sudah over kapasitas.

Oleh karena itu, pihaknya juga menginginkan agar pemerintah Provinsi dan 8 Kabupaten bisa memberikan perhatian, paling tidak mungkin diimbau kepada keluarga dari warga binaan untuk bisa datang mengunjungi mereka.

“Kalau tak ada keluarga yang datang mengunjungi warga binaan, pasti yang ada dalam pikiran mereka itu untuk bagaimana melarikan diri saja, tapi kalau ada ada keluarga yang kunjungi memberikan motivasi, dukungan pada mereka mungkin mereka bisa tenang,” jelasnya.

Baca Juga :  Stok Beras Masih Tercukupi untuk 3 Bulan

Satu Bilik Sel Maksimal 10 Orang Tapi di Lapas Wamena Isinya 20 Orang, Berharap Pemprov Papua Pegunungan Berikan Perhatian

WAMENA- Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wamena memastikan daya tampung terhadap Warga Binaan kini sudah over kapasitas hingga 100 orang. Pasalnya daya tampung Lapas Wamena hanya cukup untuk 114 orang, namun kini telah mencapai 210 orang, hal ini terungkap usai melakukan pembersihan dari tempat tersebut.

Kepala Lapas Wamena Lukas Aponno, SH menyatakan, meskipun saat ini Lapas Wamena mengalami over kapasitas, namun hingga saat ini belum ada penambahan pembangunan dari pemerintah, contoh kecil kalau dilihat dari depan temboknya tinggi, namun untuk samping kiri dan kanan serta belakang itu masih sangat rendah dan sudah termakan usia.

Baca Juga :  Seleksi CPNS di Puncak Digelar 22 Oktober, Ini Persiapan BKPSDM Puncak

“Ada beberapa bagian tembok dari lapas Wamena yang sudah termakan usia atau keropos, dan bisa memudahkan warga binaan untuk melarikan diri, sementara untuk bilik sel diisi 20 orang dalam satu kamar, idealnya hanya maksimal 10 orang,”ungkapnya Senin (12/10) di Lapas Wamena.

Menurutnya, Lapas Wamena hanya sebagai sarana satu -satunya di Provinsi Papua Pegunungan namun daya tampungnya untuk 8 Kabupaten, sehingga memang sudah over kapasitas.

Oleh karena itu, pihaknya juga menginginkan agar pemerintah Provinsi dan 8 Kabupaten bisa memberikan perhatian, paling tidak mungkin diimbau kepada keluarga dari warga binaan untuk bisa datang mengunjungi mereka.

“Kalau tak ada keluarga yang datang mengunjungi warga binaan, pasti yang ada dalam pikiran mereka itu untuk bagaimana melarikan diri saja, tapi kalau ada ada keluarga yang kunjungi memberikan motivasi, dukungan pada mereka mungkin mereka bisa tenang,” jelasnya.

Baca Juga :  KLB Polio di Asmat, PPS Canangkan PIN dengan Sasaran 119.922  Anak  

Berita Terbaru

Artikel Lainnya