Selain itu, pasca kasus di Lapas Cibinong, kini Direktorat Jenderal Pass memerintahkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap setiap lapas yang ada di indonesia dengan melibatkan Polres Jayawijaya, Kodim 1702/Jayawijaya dan Brimob Batalyon D Wamena.
“Dari Pemeriksaan tersebut, dapat dipastikan tak ada sel yang mewah di lapas Wamena, namun karena cuaca yang dingin sehingga dari lapas menyediakan saklar listrik untuk dispencer air panas,”beber Lukas Aponno.
Penyediaan sarana listrik untuk ketersediaan air panas dalam setiap bilik sel warga binaan ini merupakan kebijakan yang harus diambil, sebab keluhan dari warga binaan yang ada didalamnya harus ada ketersediaan air panas, sebab suhu udara di malam hari cukup dingin bagi mereka.
“Kami punya warga binaan saat ini untuk perempuan 9 orang, sedangkan untuk laki -laki berjumlah 201 orang yang terdiri dari narapidana dan juga tahanan baik itu tahanan kejaksaan maupun tahapan pengadilan Negeri kelas II B Wamena,” kata Aponno.
Selain itu, pasca kasus di Lapas Cibinong, kini Direktorat Jenderal Pass memerintahkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap setiap lapas yang ada di indonesia dengan melibatkan Polres Jayawijaya, Kodim 1702/Jayawijaya dan Brimob Batalyon D Wamena.
“Dari Pemeriksaan tersebut, dapat dipastikan tak ada sel yang mewah di lapas Wamena, namun karena cuaca yang dingin sehingga dari lapas menyediakan saklar listrik untuk dispencer air panas,”beber Lukas Aponno.
Penyediaan sarana listrik untuk ketersediaan air panas dalam setiap bilik sel warga binaan ini merupakan kebijakan yang harus diambil, sebab keluhan dari warga binaan yang ada didalamnya harus ada ketersediaan air panas, sebab suhu udara di malam hari cukup dingin bagi mereka.
“Kami punya warga binaan saat ini untuk perempuan 9 orang, sedangkan untuk laki -laki berjumlah 201 orang yang terdiri dari narapidana dan juga tahanan baik itu tahanan kejaksaan maupun tahapan pengadilan Negeri kelas II B Wamena,” kata Aponno.