Embun Beku di Distrik Walaik dan Tailarek Siklus 10 Tahunan

BPBD Jayawijaya Akan Terus Memantau Situasi di Dua Distrik Tersebut

WAMENA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kebupaten Jayawijaya memastikan bencana embun beku yang terjadi di beberapa kampung di Distrik Tailarek dan Walaik merupakan siklus 10 tahunan yang membuat perkebunan masyarakat menjadi kering seperti tersiram minyak, namun wilayah Jayawijaya yang terkena bencana ini tak banyak.

Plt Kepala BPBD, Satlop PP dan Damkar Kabupaten Jayawijaya Romadlon menyatakan bencana embun beku yang terjadi di beberapa kampung yang ada di Distrik Walaik dan Tailarek dikarenakan siklus 10 tahunan yang sering dirasakan oleh masyarakat di Distrik Kuyawagi Kabupaten Lanny Jaya, namun karena ada dua distrik yang kampugnya berbatasan langsung dengan wilayah itu sehingga kemungkinan ikut terdampak.

Baca Juga :  Hut Ke 16 Tahun Bawaslu Jayawijaya Langsung Rekut Panwas Distrik

“Jadi tidak semua perkampungan di Distrik Walaik dan Tailarek itu terkena embun beku, namun hanya beberapa kampung saja yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Lanny Jaya, sehingga dampak dari bencana tersebut juga ikut dirasakan,”ungkapnya Kepada Cenderawasih Pos di Wamena Kamis (3/9)

Romadlon juga belum bisa memastikan jika bencana embun beku yang ada di perkampungan di Distrik Walaik dan Tailarek, namun yang pasti akibat dari bencana alam ini membuat lahan perkembunan hipere (ubi jalar) milik masyarakat dan juga tanaman hortikultura yang ditanami semuanya mati dan gagal panen.

“Kami memahami banyak warga di kampung menggantungkan kehidupannya di sektor pertanian, khususnya ubi jalar sebagai sumber makanan sehari -hari dan juga makanan ternak, namun kalau gagal panen tentu warga juga akan kesulitan mendapatkan bahan makanan,” jelasnya

Baca Juga :  Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur di Walesi Belum Ada Penyelesaian

BPBD Jayawijaya Akan Terus Memantau Situasi di Dua Distrik Tersebut

WAMENA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kebupaten Jayawijaya memastikan bencana embun beku yang terjadi di beberapa kampung di Distrik Tailarek dan Walaik merupakan siklus 10 tahunan yang membuat perkebunan masyarakat menjadi kering seperti tersiram minyak, namun wilayah Jayawijaya yang terkena bencana ini tak banyak.

Plt Kepala BPBD, Satlop PP dan Damkar Kabupaten Jayawijaya Romadlon menyatakan bencana embun beku yang terjadi di beberapa kampung yang ada di Distrik Walaik dan Tailarek dikarenakan siklus 10 tahunan yang sering dirasakan oleh masyarakat di Distrik Kuyawagi Kabupaten Lanny Jaya, namun karena ada dua distrik yang kampugnya berbatasan langsung dengan wilayah itu sehingga kemungkinan ikut terdampak.

Baca Juga :  Hut Ke 16 Tahun Bawaslu Jayawijaya Langsung Rekut Panwas Distrik

“Jadi tidak semua perkampungan di Distrik Walaik dan Tailarek itu terkena embun beku, namun hanya beberapa kampung saja yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Lanny Jaya, sehingga dampak dari bencana tersebut juga ikut dirasakan,”ungkapnya Kepada Cenderawasih Pos di Wamena Kamis (3/9)

Romadlon juga belum bisa memastikan jika bencana embun beku yang ada di perkampungan di Distrik Walaik dan Tailarek, namun yang pasti akibat dari bencana alam ini membuat lahan perkembunan hipere (ubi jalar) milik masyarakat dan juga tanaman hortikultura yang ditanami semuanya mati dan gagal panen.

“Kami memahami banyak warga di kampung menggantungkan kehidupannya di sektor pertanian, khususnya ubi jalar sebagai sumber makanan sehari -hari dan juga makanan ternak, namun kalau gagal panen tentu warga juga akan kesulitan mendapatkan bahan makanan,” jelasnya

Baca Juga :  Harga Sembako dan Bahan Bangunan Ikutan Naik, Pasca Kenaikan Harga Cargo

Berita Terbaru

Artikel Lainnya