“Gedung tongkonan ini bukan hanya rumah besar bagi IKT saja, tetapi menjadi tempat yang sering digunakan bagi kegiatan dari pemerintah dan lain sebelum ada gedung yang lain, meskipun gedung ini sudah lama namun belum pernah diresmikan,”katanya.
Mantan Dandim 1702/ Jayawijaya berpesan adanya gedung tongkonan ini tak hanya menjadi simbol persatuan IKT saja, tapi juga bentuk tempat silaturahmi bagi semua stekholder yang ada di Jayawijaya maupun Papua Pegunungan artinya gedung ini bisa bermanfaat bagi ikatan keluarga yang lain digunakan sehingga kerukunan terjadi.
“Kami berhadap budaya -budaya dari suku -suku yang ada di Jayawijaya dapat dikembangkan dari sini untuk mencapai kerukunan bersama dan mencitakan kedamaian di Jayawijaya,”tutup Bupati Murib.(jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
“Gedung tongkonan ini bukan hanya rumah besar bagi IKT saja, tetapi menjadi tempat yang sering digunakan bagi kegiatan dari pemerintah dan lain sebelum ada gedung yang lain, meskipun gedung ini sudah lama namun belum pernah diresmikan,”katanya.
Mantan Dandim 1702/ Jayawijaya berpesan adanya gedung tongkonan ini tak hanya menjadi simbol persatuan IKT saja, tapi juga bentuk tempat silaturahmi bagi semua stekholder yang ada di Jayawijaya maupun Papua Pegunungan artinya gedung ini bisa bermanfaat bagi ikatan keluarga yang lain digunakan sehingga kerukunan terjadi.
“Kami berhadap budaya -budaya dari suku -suku yang ada di Jayawijaya dapat dikembangkan dari sini untuk mencapai kerukunan bersama dan mencitakan kedamaian di Jayawijaya,”tutup Bupati Murib.(jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q