WAMENA – Pemprov Papua Pegunungan bersama Pemkab Jayawijaya meresmikan gedung Tongkonan Wamena sekaligus peletakan batu pertama pembangunan sekretariat tongkonan Senin (30/3).
Peristiwa ini menjadi sejarah sendiri, pasalnya bangunan ini sudah berdiri selama 27 tahun barulah diresmikan.
Gubernur Papua Pegunungan Dr (HC). Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan bangunan Tongkonan ini bersejarah karena mengingatkan anak -anak dari IKT yang lahir dan besar di Wamena dan sekarang dilanjutkan menjadi Provinsi Papua Pegunungan mereka mengetahui kalau ini adalah rumah mereka.
“Dalam gedung ini inilah akan muncul pimpinan -pimpinan yang bisa menjadi contoh yang baik, sejarah dari gedung ini pastinya telah ditulis oleh para senior kisah perjalanan kehidupan mereka selama bertugas di kabupaten Jayawijaya dan telah menjadi Provinsi,”ungkapnya Senin (30/3) di Wamena.
Menurutnya, Gedung Tongkonan ini menjadi saksi sejarah dimana pada saat itu, ia membawa ketua Komisi II DPR RI untuk menerima aspirasi masyarakat Papua Pegunungan, hasil aspirasi yang disampaikan di dalam gedung Tongkonan ini maka terbentuklah Provinsi Papua Pegunungan yang ada saat ini.
“Gedung Tongkonan Wamena bisa menghasilkan Provinsi Papua Pegunungan, ini perlu diperjelas agar masyarakat tahu sejarah terbentuknya provinsi ini, oleh karena itu Ikatan Keluarga Toraja (IKT) harus menjadi contoh yang baik untuk negeri ini,”jelasnya.
Di tempat yang sama Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan hari ini Pemkab Jayawijaya berkesempatan untuk meresmikan gedung tongkonan Wamena yang merupakan rumah besar Ikatan Keluarga Toraja. Dalam sejarah menyebutkan gedung ini direncanakan sejak 1974 awal pembentukan kerukunan Toraja dan tahun 1995 dibangun.
WAMENA – Pemprov Papua Pegunungan bersama Pemkab Jayawijaya meresmikan gedung Tongkonan Wamena sekaligus peletakan batu pertama pembangunan sekretariat tongkonan Senin (30/3).
Peristiwa ini menjadi sejarah sendiri, pasalnya bangunan ini sudah berdiri selama 27 tahun barulah diresmikan.
Gubernur Papua Pegunungan Dr (HC). Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan bangunan Tongkonan ini bersejarah karena mengingatkan anak -anak dari IKT yang lahir dan besar di Wamena dan sekarang dilanjutkan menjadi Provinsi Papua Pegunungan mereka mengetahui kalau ini adalah rumah mereka.
“Dalam gedung ini inilah akan muncul pimpinan -pimpinan yang bisa menjadi contoh yang baik, sejarah dari gedung ini pastinya telah ditulis oleh para senior kisah perjalanan kehidupan mereka selama bertugas di kabupaten Jayawijaya dan telah menjadi Provinsi,”ungkapnya Senin (30/3) di Wamena.
Menurutnya, Gedung Tongkonan ini menjadi saksi sejarah dimana pada saat itu, ia membawa ketua Komisi II DPR RI untuk menerima aspirasi masyarakat Papua Pegunungan, hasil aspirasi yang disampaikan di dalam gedung Tongkonan ini maka terbentuklah Provinsi Papua Pegunungan yang ada saat ini.
“Gedung Tongkonan Wamena bisa menghasilkan Provinsi Papua Pegunungan, ini perlu diperjelas agar masyarakat tahu sejarah terbentuknya provinsi ini, oleh karena itu Ikatan Keluarga Toraja (IKT) harus menjadi contoh yang baik untuk negeri ini,”jelasnya.
Di tempat yang sama Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan hari ini Pemkab Jayawijaya berkesempatan untuk meresmikan gedung tongkonan Wamena yang merupakan rumah besar Ikatan Keluarga Toraja. Dalam sejarah menyebutkan gedung ini direncanakan sejak 1974 awal pembentukan kerukunan Toraja dan tahun 1995 dibangun.