Namun, memasuki 2026, pemerintah provinsi menghadapi tantangan yang cukup berat akibat menurunnya kemampuan fiskal daerah. Jika pada 2025 anggaran daerah berada pada kisaran Rp1,2 triliun, maka pada 2026 terjadi penurunan anggaran.
“Efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan pembangunan, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk melakukan penajaman program, meningkatkan kualitas perencanaan, serta memastikan setiap anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ferdinandus. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Namun, memasuki 2026, pemerintah provinsi menghadapi tantangan yang cukup berat akibat menurunnya kemampuan fiskal daerah. Jika pada 2025 anggaran daerah berada pada kisaran Rp1,2 triliun, maka pada 2026 terjadi penurunan anggaran.
“Efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan pembangunan, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk melakukan penajaman program, meningkatkan kualitas perencanaan, serta memastikan setiap anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ferdinandus. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q