Mangga Golek Banjiri Pasar Pharaa Sentani

Para Penjual Akui Mangga yang Dijual Laris Manis

SENTANI- Musim mangga golek mulai terasa di Pasar Pharaa Sentani. Dalam tiga pekan terakhir, pasokan mangga dari Dormena, Distrik Depapre, dan sebagian wilayah Demta, Kabupaten Jayapura, mulai membanjiri pasar. Kondisi ini sekaligus membuka peluang rezeki bagi para pedagang buah.

Salah seorang pedagang, Lani, mengatakan mangga golek yang dijualnya didatangkan langsung dari petani melalui pemasok. Ia tidak mengambil buah langsung dari kebun, melainkan membeli dari pemasok yang mengantarkan mangga ke kawasan pasar, baik secara borongan maupun per buah.

“Pembeliannya menggunakan sistem borongan atau per biji. Harganya disesuaikan dengan perkiraan jumlah buah dalam satu kelompok yang ditawarkan pemasok,” ujar Lani saat ditemui di tempat jualannya, Rabu (12/8).

Baca Juga :  Media Printing di Jayapura Siapkan Sambut Pilkada

Menurut Lani, mangga yang dipasok umumnya dipetik dalam kondisi mengkal tua untuk menjaga kualitas dan daya tahan selama proses distribusi. Setelah dipetik, buah kemudian diperam selama satu hingga dua hari hingga matang dan siap dikonsumsi.

Saat ini, Lani menjual mangga golek dengan harga Rp50 ribu untuk tiga buah. Konsumen juga bisa memilih langsung buah yang masih mengkal maupun yang sudah matang dan siap dimakan.

Hal serupa disampaikan Jupen, pedagang mangga lainnya di Pasar Pharaa Sentani. Ia menjual mangga golek dengan sistem tumpukan seharga Rp100 ribu yang berisi sekitar enam buah.

Para Penjual Akui Mangga yang Dijual Laris Manis

SENTANI- Musim mangga golek mulai terasa di Pasar Pharaa Sentani. Dalam tiga pekan terakhir, pasokan mangga dari Dormena, Distrik Depapre, dan sebagian wilayah Demta, Kabupaten Jayapura, mulai membanjiri pasar. Kondisi ini sekaligus membuka peluang rezeki bagi para pedagang buah.

Salah seorang pedagang, Lani, mengatakan mangga golek yang dijualnya didatangkan langsung dari petani melalui pemasok. Ia tidak mengambil buah langsung dari kebun, melainkan membeli dari pemasok yang mengantarkan mangga ke kawasan pasar, baik secara borongan maupun per buah.

“Pembeliannya menggunakan sistem borongan atau per biji. Harganya disesuaikan dengan perkiraan jumlah buah dalam satu kelompok yang ditawarkan pemasok,” ujar Lani saat ditemui di tempat jualannya, Rabu (12/8).

Baca Juga :  Berat di Ongkir, Migor Satu Harga Belum Bisa Diterapkan

Menurut Lani, mangga yang dipasok umumnya dipetik dalam kondisi mengkal tua untuk menjaga kualitas dan daya tahan selama proses distribusi. Setelah dipetik, buah kemudian diperam selama satu hingga dua hari hingga matang dan siap dikonsumsi.

Saat ini, Lani menjual mangga golek dengan harga Rp50 ribu untuk tiga buah. Konsumen juga bisa memilih langsung buah yang masih mengkal maupun yang sudah matang dan siap dimakan.

Hal serupa disampaikan Jupen, pedagang mangga lainnya di Pasar Pharaa Sentani. Ia menjual mangga golek dengan sistem tumpukan seharga Rp100 ribu yang berisi sekitar enam buah.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya