Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Bantuan yang dikumpulkan nantinya berupa dana maupun sembako yang akan diserahkan kepada para korban. “Jadi kami dari sekolah membuat edaran sumbangan sukarela kepada orang tua murid untuk membantu ketiga orang tua siswa yang menjadi korban ini,” jelasnya.

   Tidak hanya dari pihak sekolah, dukungan juga datang dari Yayasan Pendidikan Islam (Yapis). Menurut Musripin, yayasan telah mengimbau seluruh sekolah di bawah naungannya untuk turut menggalang bantuan bagi para korban kebakaran di Mandala.

   “Yayasan juga mengimbau sekolah-sekolah untuk mengumpulkan dana dan juga sembako. Selain itu, kami di sekolah juga mengumpulkan bantuan dari seluruh orang tua murid, berupa dana sukarela dan sembako,” katanya.

  Ia menyebutkan pengumpulan bantuan dari pihak sekolah direncanakan dilakukan secara bersamaan nantinya.Edaran dari yayasan tersebut mulai dijalankan sehari setelah lebakaran dengan masing-masing sekolah diberikan kesempatan untuk menggalang bantuan secara sukarela sesuai kemampuan. “Karena dari Yapis ini cukup banyak sekolah, baik SD, SMP maupun SMA. Masing-masing kami imbau untuk menggalang dana secara sukarela,” ujarnya.

Baca Juga :  Si Jago Merah Lahap Sejumlah Bangunan di Jalan Yos Soedarso, Mimika
Kepala SMPN 1 Jayapura, Danton Hutapea

  Sementara itu,  SMP Negeri 1 Jayapura memberikan kebijakan khusus bagi 48 siswanya yang menjadi korban kebakaran hebat di kawasan Mandala. Kepala SMPN 1 Jayapura, Danton Hutapea, mengatakan pihak sekolah telah mendatangi langsung lokasi pengungsian untuk melihat kondisi para siswa sekaligus memastikan kebutuhan mereka pascakebakaran.

   “Di sekolah kita ada 48 siswa yang kena musibah kebakaran. Kemudian kami sudah ke TKP untuk melihat situasi dan kondisi mereka,” ujar Danton, di ruangan kerjanya, Kamis (3/9)

  Ia menjelaskan, pihak sekolah juga telah mengumpulkan bantuan secara sukarela yang nantinya akan disalurkan kepada para siswa korban kebakaran. Bantuan tersebut berupa pakaian seragam dan sembako.

Baca Juga :  Kurang Guru, Murid SLB Terpaksa Dicampur

   “Besok, sesuai instruksi Pak Wali Kota, kami membawa sumbangan dari sekolah berupa seragam pakaian dan juga sembako. Sudah dua hari ini kami mulai mengumpulkan sumbangan dan hasilnya sudah lumayan,” katanya.

   Selain bantuan tersebut, SMPN 1 Jayapura mengambil kebijakan untuk membebaskan biaya komite bagi 48 siswa korban kebakaran selama satu tahun, terhitung mulai semester ini.

“Untuk kebijakan dari sekolah, kami nanti akan sampaikan kepada orang tua. Pertama, biaya komite gratis satu tahun, kemudian biaya-biaya lainnya yang berhubungan dengan sekolah,” jelasnya.

Bantuan yang dikumpulkan nantinya berupa dana maupun sembako yang akan diserahkan kepada para korban. “Jadi kami dari sekolah membuat edaran sumbangan sukarela kepada orang tua murid untuk membantu ketiga orang tua siswa yang menjadi korban ini,” jelasnya.

   Tidak hanya dari pihak sekolah, dukungan juga datang dari Yayasan Pendidikan Islam (Yapis). Menurut Musripin, yayasan telah mengimbau seluruh sekolah di bawah naungannya untuk turut menggalang bantuan bagi para korban kebakaran di Mandala.

   “Yayasan juga mengimbau sekolah-sekolah untuk mengumpulkan dana dan juga sembako. Selain itu, kami di sekolah juga mengumpulkan bantuan dari seluruh orang tua murid, berupa dana sukarela dan sembako,” katanya.

  Ia menyebutkan pengumpulan bantuan dari pihak sekolah direncanakan dilakukan secara bersamaan nantinya.Edaran dari yayasan tersebut mulai dijalankan sehari setelah lebakaran dengan masing-masing sekolah diberikan kesempatan untuk menggalang bantuan secara sukarela sesuai kemampuan. “Karena dari Yapis ini cukup banyak sekolah, baik SD, SMP maupun SMA. Masing-masing kami imbau untuk menggalang dana secara sukarela,” ujarnya.

Baca Juga :  7 Calon Peserta Seleksi PTP Tidak Penuhi Syarat Administrasi   
Kepala SMPN 1 Jayapura, Danton Hutapea

  Sementara itu,  SMP Negeri 1 Jayapura memberikan kebijakan khusus bagi 48 siswanya yang menjadi korban kebakaran hebat di kawasan Mandala. Kepala SMPN 1 Jayapura, Danton Hutapea, mengatakan pihak sekolah telah mendatangi langsung lokasi pengungsian untuk melihat kondisi para siswa sekaligus memastikan kebutuhan mereka pascakebakaran.

   “Di sekolah kita ada 48 siswa yang kena musibah kebakaran. Kemudian kami sudah ke TKP untuk melihat situasi dan kondisi mereka,” ujar Danton, di ruangan kerjanya, Kamis (3/9)

  Ia menjelaskan, pihak sekolah juga telah mengumpulkan bantuan secara sukarela yang nantinya akan disalurkan kepada para siswa korban kebakaran. Bantuan tersebut berupa pakaian seragam dan sembako.

Baca Juga :  Kurang Guru, Murid SLB Terpaksa Dicampur

   “Besok, sesuai instruksi Pak Wali Kota, kami membawa sumbangan dari sekolah berupa seragam pakaian dan juga sembako. Sudah dua hari ini kami mulai mengumpulkan sumbangan dan hasilnya sudah lumayan,” katanya.

   Selain bantuan tersebut, SMPN 1 Jayapura mengambil kebijakan untuk membebaskan biaya komite bagi 48 siswa korban kebakaran selama satu tahun, terhitung mulai semester ini.

“Untuk kebijakan dari sekolah, kami nanti akan sampaikan kepada orang tua. Pertama, biaya komite gratis satu tahun, kemudian biaya-biaya lainnya yang berhubungan dengan sekolah,” jelasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya