Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

.

Sekolah yang sebelumnya masih mencari identitasnya di tengah masyarakat, perlahan mulai menunjukkan bahwa di balik statusnya sebagai sekolah baru, terdapat potensi besar yang sedang tumbuh. Saat ini SMA Negeri 8 memiliki 301 siswa. Proses belajar mengajar untuk sementara masih berlangsung di SD Negeri Entrop sambil menunggu pembangunan gedung sekolah di lokasi yang telah disiapkan Pemerintah Kota Jayapura.

Namun keterbatasan itu tidak menghalangi lahirnya prestasi. Justru dari tempat belajar yang sederhana itulah, seorang siswi mampu melangkah hingga ke Istana Negara.

“Jangan Minder karena Sekolah Baru” Nelce tidak ingin pencapaiannya berhenti sebagai cerita tentang dirinya. Ia ingin teman-temannya percaya bahwa kesempatan bisa datang kepada siapa saja.

Baca Juga :  RS Ramela Terima Penghargaan Belanja E-Purchasing Terbaik

Termasuk kepada mereka yang bersekolah di sekolah baru. “Jangan pernah minder dengan sekolah lain karena kita masih sekolah baru dan belum menjadi sekolah unggulan. Kesempatan itu bisa datang kapan saja,” pesannya.

Kalimat itu menjadi pesan penting bagi ratusan siswa SMA Negeri 8. Bahwa prestasi tidak selalu lahir dari sekolah yang sudah lama berdiri. Kadang, prestasi justru tumbuh dari tempat yang sedang memulai perjalanan. Dan Nelce telah membuktikannya.

Di balik langkah Nelce di Istana, ada doa seorang ibu yang tak pernah berhenti. Stephy Editia Florence Awom, ibu Nelce, mengaku selama ini keluarganya hanya menjalani setiap proses seperti biasa. Tidak ada bayangan bahwa putrinya akan sampai pada pencapaian tersebut.

Baca Juga :  Rustan Saru Warning ASN yang Tak Disiplin

“Kami jalan seperti biasa saja, layaknya Nel sebagai anak sekolah sama seperti yang lain. Semua proses dan jalan, Tuhan sudah atur,” ungkap Stephy.

.

Sekolah yang sebelumnya masih mencari identitasnya di tengah masyarakat, perlahan mulai menunjukkan bahwa di balik statusnya sebagai sekolah baru, terdapat potensi besar yang sedang tumbuh. Saat ini SMA Negeri 8 memiliki 301 siswa. Proses belajar mengajar untuk sementara masih berlangsung di SD Negeri Entrop sambil menunggu pembangunan gedung sekolah di lokasi yang telah disiapkan Pemerintah Kota Jayapura.

Namun keterbatasan itu tidak menghalangi lahirnya prestasi. Justru dari tempat belajar yang sederhana itulah, seorang siswi mampu melangkah hingga ke Istana Negara.

“Jangan Minder karena Sekolah Baru” Nelce tidak ingin pencapaiannya berhenti sebagai cerita tentang dirinya. Ia ingin teman-temannya percaya bahwa kesempatan bisa datang kepada siapa saja.

Baca Juga :  Tempatkan Petugas Untuk Beri Pelayanan Dukcapil dan Kesehatan

Termasuk kepada mereka yang bersekolah di sekolah baru. “Jangan pernah minder dengan sekolah lain karena kita masih sekolah baru dan belum menjadi sekolah unggulan. Kesempatan itu bisa datang kapan saja,” pesannya.

Kalimat itu menjadi pesan penting bagi ratusan siswa SMA Negeri 8. Bahwa prestasi tidak selalu lahir dari sekolah yang sudah lama berdiri. Kadang, prestasi justru tumbuh dari tempat yang sedang memulai perjalanan. Dan Nelce telah membuktikannya.

Di balik langkah Nelce di Istana, ada doa seorang ibu yang tak pernah berhenti. Stephy Editia Florence Awom, ibu Nelce, mengaku selama ini keluarganya hanya menjalani setiap proses seperti biasa. Tidak ada bayangan bahwa putrinya akan sampai pada pencapaian tersebut.

Baca Juga :  Kalau Kentut Tinggal Wudu, tapi Memang Halamannya Jauh Banget...

“Kami jalan seperti biasa saja, layaknya Nel sebagai anak sekolah sama seperti yang lain. Semua proses dan jalan, Tuhan sudah atur,” ungkap Stephy.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya