Friday, January 9, 2026
24.7 C
Jayapura

Biasanya Hanya Dua Kali, Selama Ramadan  Bisa Salat Lima Waktu di Mesjid

Melihat Aktifitas Warga Binaan dan Suasana Ramadan di Lapas Kelas II A Abepura

Meski berada di balik jeruji besi, tak menjadi halangan bagi  para penghuni Lapas Kelas IIA Abepura, khususnya yagn beragama Islam untuk menjalankan ibadadah puasa pada bulan Ramadan ini. lantas seperti apa suasananya kali ini?

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Kala sebagian besar umat Islam berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara untuk menjalankan ibadah puasa, hal yang beda dirasakan para Narapidana (Napi) Lapas Kelas IIA Abepura yang harus menjalaninya di balik penjara.

  Tembok kokoh dan jeruji besi seolah menjadi saksi kerinduan mereka untuk menjalani buka puasa bersama keluarga di luar sana. Bulan puasa ini, menjadi momen bagi para warga binaan yang beragama muslim, untuk merenungkan perbuatannya sekaligus lebih mendekatkan diri kepada yang Tuhan Yang Maha Kuasa dengan berpuasa.    

Baca Juga :  Bersyukur Bisa Umroh di Bulan Ramadan yang Pahalannya Dilipatgandakan

   “Untuk aktifitas menjalankan ibadah puasa di dalam maupun di luar sama saja,” kata Yusran, S.H, Penelaah Status Warga Binaan Pemasyarakatan sekaligus Sekretaris Pengurus Masjid At-Tarbiah Lapas Abepura kepada Cenderawasih Pos, Selasa (19/3) malam.

    Ia mengaku   selama bulan Ramadhan Lapas Abepura memperolehkan keluarga dari narapidana untuk buka puasa bersama di dalam Lapas. Setiap sore pada bulan Ramadan, Lapas Abepura  memfasilitasi keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk mengunjungi dan mengantarkan takjil atau makanan untuk berbuka puasa dimulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIT.

  “Selama Ramadan setiap hari memang keluarga dari warga binaan pemasyarakatan diperbolehkan mengantarkan takjil untuk berbuka puasa,” ujarnya.

Baca Juga :  Perlu Segera Dibenahi, Kekerasan dan Penelantaran Anak Sudah Memprihatinkan

Melihat Aktifitas Warga Binaan dan Suasana Ramadan di Lapas Kelas II A Abepura

Meski berada di balik jeruji besi, tak menjadi halangan bagi  para penghuni Lapas Kelas IIA Abepura, khususnya yagn beragama Islam untuk menjalankan ibadadah puasa pada bulan Ramadan ini. lantas seperti apa suasananya kali ini?

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Kala sebagian besar umat Islam berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara untuk menjalankan ibadah puasa, hal yang beda dirasakan para Narapidana (Napi) Lapas Kelas IIA Abepura yang harus menjalaninya di balik penjara.

  Tembok kokoh dan jeruji besi seolah menjadi saksi kerinduan mereka untuk menjalani buka puasa bersama keluarga di luar sana. Bulan puasa ini, menjadi momen bagi para warga binaan yang beragama muslim, untuk merenungkan perbuatannya sekaligus lebih mendekatkan diri kepada yang Tuhan Yang Maha Kuasa dengan berpuasa.    

Baca Juga :  Alasan Salat Subuh Malah Balap Liar

   “Untuk aktifitas menjalankan ibadah puasa di dalam maupun di luar sama saja,” kata Yusran, S.H, Penelaah Status Warga Binaan Pemasyarakatan sekaligus Sekretaris Pengurus Masjid At-Tarbiah Lapas Abepura kepada Cenderawasih Pos, Selasa (19/3) malam.

    Ia mengaku   selama bulan Ramadhan Lapas Abepura memperolehkan keluarga dari narapidana untuk buka puasa bersama di dalam Lapas. Setiap sore pada bulan Ramadan, Lapas Abepura  memfasilitasi keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk mengunjungi dan mengantarkan takjil atau makanan untuk berbuka puasa dimulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIT.

  “Selama Ramadan setiap hari memang keluarga dari warga binaan pemasyarakatan diperbolehkan mengantarkan takjil untuk berbuka puasa,” ujarnya.

Baca Juga :  Saga Ritel Grup Bantu 22 Panti Asuhan di Papua

Berita Terbaru

Artikel Lainnya