Evaluasi Setiap Bulan, Mampu Raih Juara III Nasional Lomba Sekolah Rakyat

“Saya dan ibunya, sudah kedua kali kami dipanggil pihak sekolah untuk mengahadap, karena sandi telah melakukan kesalahan. Dia mencoba untuk panjat tembok untuk keluar dari lingkungan sekolah, karena ketahuan akhirnya kita dipanggil,” jelasnya.

Carles merasa yakin meskipun anaknya tergolong nakal di sekolah itu, namun besar harapan anaknya bisa belajar dengan baik dan hidup sangat layak karena semua kebutuhan sekolah dan kebutuhan sehari-hari dicukupi oleh pemerintah. Ia tidak khawatir dengan makan dan jam tidur anaknya karena ada pendamping kelas dan asrama yang akan menjaga mereka.

Dirinya pun merasa beruntung anaknya mendapat kesempatan bisa belajar di sekolah rakyat secara gratis karena tanpa bantuan pemerintah tersebut, ia ragu bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga lulus.

Baca Juga :  Baznas Papua Berikan Santunan Hari Raya Bagi Kaum Dhuafa

Sementara disudut lain terlihat seorang ibu guru dan orang tua murid memberikan nasihat kepada anaknya untuk meyakinkan bahwa sekolah rakyat menjadi harapan mereka untuk meraih mimpi di saat keterbatasan ekonomi keluarga. Hal itu menjadi salah satu suntikan semangat anak-anak untuk semangat belajar dan bertahan di asrama.

Beberapa ibu lainnya juga harapan anak-anak mereka bisa tetap bersekolah dan menuntut ilmu, hingga jenjang yang tinggi, sehingga ke depannya bisa menjadi orang sukses dengan memiliki kehidupan yang lebih baik.

“Saya harus tega anak-anak jauh dari kami. Itu semua demi masa depan mereka agar bisa hidup lebih baik dan kami merasa sangat terbantu dengan adanya sekolah rakyat ini,” kata seorang ibu yang buru-buru masuk keruangan guru.

Baca Juga :  Komnas HAM: Pelaku Penembakan di Puncak Diduga dari TNI

“Saya dan ibunya, sudah kedua kali kami dipanggil pihak sekolah untuk mengahadap, karena sandi telah melakukan kesalahan. Dia mencoba untuk panjat tembok untuk keluar dari lingkungan sekolah, karena ketahuan akhirnya kita dipanggil,” jelasnya.

Carles merasa yakin meskipun anaknya tergolong nakal di sekolah itu, namun besar harapan anaknya bisa belajar dengan baik dan hidup sangat layak karena semua kebutuhan sekolah dan kebutuhan sehari-hari dicukupi oleh pemerintah. Ia tidak khawatir dengan makan dan jam tidur anaknya karena ada pendamping kelas dan asrama yang akan menjaga mereka.

Dirinya pun merasa beruntung anaknya mendapat kesempatan bisa belajar di sekolah rakyat secara gratis karena tanpa bantuan pemerintah tersebut, ia ragu bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga lulus.

Baca Juga :  Peningkatan Stunting 29 Persen Melalui Hasil Pemeriksaan Medis Di Lapangan

Sementara disudut lain terlihat seorang ibu guru dan orang tua murid memberikan nasihat kepada anaknya untuk meyakinkan bahwa sekolah rakyat menjadi harapan mereka untuk meraih mimpi di saat keterbatasan ekonomi keluarga. Hal itu menjadi salah satu suntikan semangat anak-anak untuk semangat belajar dan bertahan di asrama.

Beberapa ibu lainnya juga harapan anak-anak mereka bisa tetap bersekolah dan menuntut ilmu, hingga jenjang yang tinggi, sehingga ke depannya bisa menjadi orang sukses dengan memiliki kehidupan yang lebih baik.

“Saya harus tega anak-anak jauh dari kami. Itu semua demi masa depan mereka agar bisa hidup lebih baik dan kami merasa sangat terbantu dengan adanya sekolah rakyat ini,” kata seorang ibu yang buru-buru masuk keruangan guru.

Baca Juga :  Festival Biak Pintar yang Berisi Lomba Cerpen, Puisi, Pidato, dan Story Telling

Berita Terbaru

Artikel Lainnya