Bukan Mistis Tapi Fenomena Alam, Sendimen dan Sampah Memperparah

Untuk menuju Kali Jaifuri dari Waena membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Air disini cukup jernih, hanya arusnya terbilang kencang sehingga untuk kembali dari muara menuju dermaga kali di titik keberangkatan kadang membutuhkan waktu cukup lama. Jarak lokasi penumpukan kayu dengan dermaga kali sendiri sekitar 8 Km.

Upaya pembersihan ini dipimpin langsung Bupati, Yunus Wonda dan semua turun bekerja menggeser kayu gelondongan dan batang-batang pohon yang tersangkut. Menariknya dari pembersihan ini ternyata di muara kali terjadi pendangkalan. Penyebabnya adalah material tanah yang turun ke kali dan diduga karena adanya aktivitas galian tambang.

Di tengah kesibukan itu, Yakob Fiobetauw berdiri memperhatikan. Sebagai Ondofolo Kampung Puay, ia memahami betul bahwa naiknya air danau bukan hal baru. Menurutnya, fenomena ini memang kerap terjadi setiap beberapa tahun. Namun kali ini terasa berbeda karena dianggap tidak langsung surut. “Dulu air naik, tapi tidak separah sekarang,” katanya dengan suara bergetar.

Baca Juga :  Lulus dari Amerika, Dirikan Cafe dan Ingin Bangun Daerah

Pria paru baya yang juga menjabat sebagai Ketua Peradilan Dewan Adat Suku Sentani ini menjelaskan perubahan besar terjadi karena ulah manusia sendiri. Hutan-hutan sagu yang dulu menjadi tempat penyerapan air kini banyak yang hilang, berubah menjadi pemukiman. Sampah pun semakin banyak mengalir ke danau, menyebabkan pendangkalan. Akibatnya, sedikit hujan saja kini sudah cukup membuat air meluap.

Bagi Yakob, menjaga alam bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ia juga menepis berbagai cerita lama yang mengaitkan naiknya air danau dengan hal-hal mistis. Misalnya tentang naiknya air danau harus ada korban jiwa, supaya air kembali surut.

“Itu kepercayaan lama, sekarang kita tahu, ini semua karena perbuatan manusia,”singgungnya. Ia percaya bahwa seperti apa manusia memperlakukan alam,maka alam akan memperlakukan hal yang sama ke manusia.

Baca Juga :  Jaga Kuliner Asli Papua, Mendorong Kelestarian Alam Papua

Untuk menuju Kali Jaifuri dari Waena membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Air disini cukup jernih, hanya arusnya terbilang kencang sehingga untuk kembali dari muara menuju dermaga kali di titik keberangkatan kadang membutuhkan waktu cukup lama. Jarak lokasi penumpukan kayu dengan dermaga kali sendiri sekitar 8 Km.

Upaya pembersihan ini dipimpin langsung Bupati, Yunus Wonda dan semua turun bekerja menggeser kayu gelondongan dan batang-batang pohon yang tersangkut. Menariknya dari pembersihan ini ternyata di muara kali terjadi pendangkalan. Penyebabnya adalah material tanah yang turun ke kali dan diduga karena adanya aktivitas galian tambang.

Di tengah kesibukan itu, Yakob Fiobetauw berdiri memperhatikan. Sebagai Ondofolo Kampung Puay, ia memahami betul bahwa naiknya air danau bukan hal baru. Menurutnya, fenomena ini memang kerap terjadi setiap beberapa tahun. Namun kali ini terasa berbeda karena dianggap tidak langsung surut. “Dulu air naik, tapi tidak separah sekarang,” katanya dengan suara bergetar.

Baca Juga :  Perjalanan Anggota DPR Keluar Negeri Tidak Penting

Pria paru baya yang juga menjabat sebagai Ketua Peradilan Dewan Adat Suku Sentani ini menjelaskan perubahan besar terjadi karena ulah manusia sendiri. Hutan-hutan sagu yang dulu menjadi tempat penyerapan air kini banyak yang hilang, berubah menjadi pemukiman. Sampah pun semakin banyak mengalir ke danau, menyebabkan pendangkalan. Akibatnya, sedikit hujan saja kini sudah cukup membuat air meluap.

Bagi Yakob, menjaga alam bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ia juga menepis berbagai cerita lama yang mengaitkan naiknya air danau dengan hal-hal mistis. Misalnya tentang naiknya air danau harus ada korban jiwa, supaya air kembali surut.

“Itu kepercayaan lama, sekarang kita tahu, ini semua karena perbuatan manusia,”singgungnya. Ia percaya bahwa seperti apa manusia memperlakukan alam,maka alam akan memperlakukan hal yang sama ke manusia.

Baca Juga :  Polisi Belum Terima Laporan Resmi Keluarga Pemilik Jenazah Misterius

Berita Terbaru

Artikel Lainnya