Menurutnya, banyak warga mengalami kelelahan setelah harus menyelamatkan diri ketika kebakaran terjadi. Setelah berada di pengungsian, aktivitas mereka pun belum berhenti. Ada yang mengangkat barang, membantu keluarga, mengurus kebutuhan di Posko hingga harus bolak-balik melakukan berbagai aktivitas dengan waktu tidur yang tidak selalu cukup.
“Korban ini pada saat kebakaran lari sana, lari sini, pasti capek. Kaki, betis, paha, tangan juga bisa terasa sakit. Intinya untuk membantu tubuh lebih rileks dan memperlancar peredaran darah,” jelasnya.
Pijatan dilakukan pada bagian tubuh yang dirasakan lelah oleh warga, sebagai upaya memberikan rasa nyaman dan membantu mereka beristirahat lebih baik.
Layanan tersebut juga mendapat apresiasi dari Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H. Dimana usai memimpin kerja bakti membersihkan lokasi kebakaran pada Sabtu (5/9), Abisai turut mencoba langsung layanan pijat refleksi yang disediakan Baznas.
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk terobosan dalam pelayanan kepada korban bencana. “Ini sangat membantu para korban. Mereka mungkin capek, tidur juga tidak terlalu nyenyak di pos pengungsian, kemudian harus mengangkat barang dan melakukan berbagai aktivitas. Pijat refleksi ini menjadi salah satu alternatif pelayanan yang sangat baik,” ujar Abisai.
Abisai menilai, penanganan warga terdampak bencana tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan logistik. Kondisi fisik dan kenyamanan warga selama berada di pengungsian juga perlu mendapat perhatian.
Karena itu, layanan pijat refleksi dinilai dapat menjadi pelengkap di tengah berbagai pelayanan kesehatan yang diberikan kepada para pengungsi.
Menurut Junaidi, salah seorang pengungsi, layanan tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti. Ia mengaku aktivitas warga di posko cukup tinggi. Selain mengurus keluarga, warga juga harus membantu berbagai kegiatan dan mengangkat barang.
Sementara itu, waktu tidur di pengungsian tidak selalu cukup.“Dengan aktivitas yang tinggi dan waktu tidur yang kurang, tentu badan terasa capek. Pijat refleksi ini bagus untuk melepas rasa lelah,” ungkap Junaidi.
Bagi Junaidi dan warga lainnya, pijat refleksi menjadi kesempatan untuk sejenak mengistirahatkan tubuh setelah melewati hari-hari berat pascakebakaran.