Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027

​Menghadapi durasi El Nino yang masih panjang serta puncak musim kemarau, BBMKG Wilayah V mendesak Pemerintah Daerah, pemangku kepentingan, dan seluruh lapisan masyarakat untuk segera menyusun langkah mitigasi terpadu diantaranya: Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan. BMKG dalam kondisi ini terus memperketat pemantauan lapangan, mengawasi kualitas udara, serta melarang keras masyarakat melakukan pembakaran lahan atau aktivitas lain yang dapat memicu percikan api di area rawan.

Kemudian, ​Manajemen Sektor Pertanian. Mengimbau para petani untuk menyesuaikan pola tanam dan jadwal kegiatan pertanian sesuai dengan perkembangan dinamika iklim dan pasokan air. Selain itu, BMKG juga Melakukan penghematan dan efisiensi penggunaan air bersih guna mengantisipasi defisit pasokan air baku di masa kemarau.

Baca Juga :  Kredit Macet Rp 281 M, Kejaksaan Periksa 15 Saksi

“Kami juga meningkatkan koordinasi antarlembaga pemerintah daerah dan instansi terkait, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG,” pungkasnya. (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

​Menghadapi durasi El Nino yang masih panjang serta puncak musim kemarau, BBMKG Wilayah V mendesak Pemerintah Daerah, pemangku kepentingan, dan seluruh lapisan masyarakat untuk segera menyusun langkah mitigasi terpadu diantaranya: Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan. BMKG dalam kondisi ini terus memperketat pemantauan lapangan, mengawasi kualitas udara, serta melarang keras masyarakat melakukan pembakaran lahan atau aktivitas lain yang dapat memicu percikan api di area rawan.

Kemudian, ​Manajemen Sektor Pertanian. Mengimbau para petani untuk menyesuaikan pola tanam dan jadwal kegiatan pertanian sesuai dengan perkembangan dinamika iklim dan pasokan air. Selain itu, BMKG juga Melakukan penghematan dan efisiensi penggunaan air bersih guna mengantisipasi defisit pasokan air baku di masa kemarau.

Baca Juga :  Pemkab Jayapura Imbau Warga Hindari Perilaku Menyimpang Cegah HIV AIDS

“Kami juga meningkatkan koordinasi antarlembaga pemerintah daerah dan instansi terkait, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG,” pungkasnya. (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya