Ia menambahkan, meskipun pihak pemerintah daerah telah berulang kali melakukan penataan dan penanganan infrastruktur di Pasar Youtefa, persoalan banjir tetap berulang karena masalah kebersihan.
Menurutnya, kesadaran dari masyarakat maupun pedagang di dalam pasar untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke dalam drainase masih sangat kurang.
Tak hanya Kambuaya, keluhan dan kekecewaan senada juga diluapkan oleh sejumlah pedagang lainnya di area pasar. Sambil menunjuk ke arah bagian dinding pembatas dan tembok lapak jualan, para pedagang memperlihatkan batas bekas rendaman air yang sempat mencapai ketinggian dinding atau setidak-tidaknya setinggi pinggang orang dewasa.
Para pedagang menjelaskan bahwa akibat banjir mendadak di malam hari tersebut, banyak di antara mereka yang tidak sempat menyelamatkan barang dagangan maupun peralatan jualan.
Komoditas sayuran dan buah-buahan yang terendam air dipastikan membusuk dan tidak layak jual lagi, sehingga menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit bagi para pedagang kecil.
Di samping itu, para pedagang mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera menerjunkan petugas guna mengeruk endapan lumpur serta membersihkan tumpukan sampah plastik yang menyumbat gorong-gorong drainase.
Mereka juga meminta adanya ketegasan pengawasan kebersihan di dalam pasar agar musibah banjir akibat sampah tersumbat tidak terus berulang setiap kali hujan deras menerjang Kota Jayapura.
Tak hanya di Pasar Youtefa, berdasarkan informasi yang dihimpun, dampak hujan deras yang melanda Kota Jayapura sejak Senin malam hingga Selasa subuh ini tidak hanya terfokus di Pasar Induk Youtefa.
Ia menambahkan, meskipun pihak pemerintah daerah telah berulang kali melakukan penataan dan penanganan infrastruktur di Pasar Youtefa, persoalan banjir tetap berulang karena masalah kebersihan.
Menurutnya, kesadaran dari masyarakat maupun pedagang di dalam pasar untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke dalam drainase masih sangat kurang.
Tak hanya Kambuaya, keluhan dan kekecewaan senada juga diluapkan oleh sejumlah pedagang lainnya di area pasar. Sambil menunjuk ke arah bagian dinding pembatas dan tembok lapak jualan, para pedagang memperlihatkan batas bekas rendaman air yang sempat mencapai ketinggian dinding atau setidak-tidaknya setinggi pinggang orang dewasa.
Para pedagang menjelaskan bahwa akibat banjir mendadak di malam hari tersebut, banyak di antara mereka yang tidak sempat menyelamatkan barang dagangan maupun peralatan jualan.
Komoditas sayuran dan buah-buahan yang terendam air dipastikan membusuk dan tidak layak jual lagi, sehingga menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit bagi para pedagang kecil.
Di samping itu, para pedagang mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera menerjunkan petugas guna mengeruk endapan lumpur serta membersihkan tumpukan sampah plastik yang menyumbat gorong-gorong drainase.
Mereka juga meminta adanya ketegasan pengawasan kebersihan di dalam pasar agar musibah banjir akibat sampah tersumbat tidak terus berulang setiap kali hujan deras menerjang Kota Jayapura.
Tak hanya di Pasar Youtefa, berdasarkan informasi yang dihimpun, dampak hujan deras yang melanda Kota Jayapura sejak Senin malam hingga Selasa subuh ini tidak hanya terfokus di Pasar Induk Youtefa.