JAYAPURA – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya sejak Senin (21/9) malam hingga Selasa (22/9) subuh kembali memicu bencana banjir di sejumlah kawasan.
Kawasan Pasar Induk Youtefa yang berada di Distrik Abepura menjadi salah satu titik terdampak paling parah, di mana luapan air tak mampu ditampung oleh saluran pembuangan hingga merendam seluruh area pasar dan merusak barang dagangan warga pasar.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di Pasar Youtefa, Selasa (22/9) pagi, kondisi di dalam area pasar tradisional terbesar di Kota Jayapura tersebut tampak lumpuh total. Hampir seluruh lapak, tempat jualan, serta los pedagang terendam genangan air keruh berwarna kecoklatan.
Berbagai jenis komoditas pangan seperti pisang, sayur-mayur, hingga wadah peti kayu milik para pedagang terlihat mengambang dan berserakan dihanyutkan arus air di sepanjang lorong pasar.
Penyebab utama parahnya genangan air ini diduga akibat drainase yang tersumbat sampah. Tak sedikit sampah plastik, kemasan botol bekas, hingga material kayu menumpuk tebal di atas gorong-gorong dan mulut saluran pembuangan air utama.
Kondisi ini membuat debit air hujan yang tinggi tidak dapat mengalir lancar menuju tempat pembuangan akhir, sehingga air berbalik meluap membanjiri area pasar.
Kambuaya, salah seorang pedagang di Pasar Induk Youtefa, menuturkan bahwa luapan air mulai membesar dan mencapai puncaknya pada tengah malam. “Tadi malam paling parah. Tingginya sampai di pinggang, ini sudah mendingan mungkin karena sudah mulai surut,” kata Kambuaya saat memantau kondisi lapaknya yang terendam.
JAYAPURA – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya sejak Senin (21/9) malam hingga Selasa (22/9) subuh kembali memicu bencana banjir di sejumlah kawasan.
Kawasan Pasar Induk Youtefa yang berada di Distrik Abepura menjadi salah satu titik terdampak paling parah, di mana luapan air tak mampu ditampung oleh saluran pembuangan hingga merendam seluruh area pasar dan merusak barang dagangan warga pasar.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di Pasar Youtefa, Selasa (22/9) pagi, kondisi di dalam area pasar tradisional terbesar di Kota Jayapura tersebut tampak lumpuh total. Hampir seluruh lapak, tempat jualan, serta los pedagang terendam genangan air keruh berwarna kecoklatan.
Berbagai jenis komoditas pangan seperti pisang, sayur-mayur, hingga wadah peti kayu milik para pedagang terlihat mengambang dan berserakan dihanyutkan arus air di sepanjang lorong pasar.
Penyebab utama parahnya genangan air ini diduga akibat drainase yang tersumbat sampah. Tak sedikit sampah plastik, kemasan botol bekas, hingga material kayu menumpuk tebal di atas gorong-gorong dan mulut saluran pembuangan air utama.
Kondisi ini membuat debit air hujan yang tinggi tidak dapat mengalir lancar menuju tempat pembuangan akhir, sehingga air berbalik meluap membanjiri area pasar.
Kambuaya, salah seorang pedagang di Pasar Induk Youtefa, menuturkan bahwa luapan air mulai membesar dan mencapai puncaknya pada tengah malam. “Tadi malam paling parah. Tingginya sampai di pinggang, ini sudah mendingan mungkin karena sudah mulai surut,” kata Kambuaya saat memantau kondisi lapaknya yang terendam.