WAMENA – Polres Jayawijaya memastikan jika turis asal Rusia yang sempat beberapa hari lalu mengabadikan moment aksi demo KNPB di kantor DPRP Papua Pegunungan bukanlah seorang jurnalis seperti yang dipublikasi disejumlah media sosial.
Pria tersebut diyakini berada di Jayawijaya untuk kepentingan wisata atau menonton event Festival Budaya Lembah Baliem. Namun tak lama terjadi aksi demo dengan melibatkan massa yang cukup banyak dan disitulah pria berkamera ini mencoba mengabadikan moment tersebut dan mengambil dokumentasi. Dari beberapa video dan foto yang naik di media sosial, warga negara asing ini nampak aktif memvideokan bahkan berinteraksi dengan beberapa pendemo terkait aksi yang dilakukan.
Meski begitu dikatakan pihak keamanan dalam hal ini pihak kepolisian tidak memiliki kwenangan untuk mengusir atau mendeportase. Kewenangan tersebut ada di Imigrasi Jayapura, sehingga dipastikan turis tersebut bakal berada di Wamena sesuai dengan ijinnya.
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edi Tohir Shabara mengaku usai mengambil keterangan dari turis tersebut melalui guidenya tak ada tindakan yang dilakukan Polres Jayawijaya kepada yang bersangkutan sebab kehadirannya dalam demo KNPB hanya karena tertarik untuk mengabadikan moment tersebut.
“Untuk pemulangan turis asal Rusia itu bukan menjadi kewenangan kami, kewenangan itu ada di Imigrasi Jayapura, sebab sebelum masuk ke Wamena tentunya mereka harus melalui instasi tersebut untuk mendapatkan ijin masuk,”ungkapnya Kamis (20/8) di Wamena. “Tak ada hal lain diluar dari itu, sehingga untuk memulangkannya atau mengirimnya kembali ke Jayapura bukan kewenangan dari Polres Jayawijaya.
WAMENA – Polres Jayawijaya memastikan jika turis asal Rusia yang sempat beberapa hari lalu mengabadikan moment aksi demo KNPB di kantor DPRP Papua Pegunungan bukanlah seorang jurnalis seperti yang dipublikasi disejumlah media sosial.
Pria tersebut diyakini berada di Jayawijaya untuk kepentingan wisata atau menonton event Festival Budaya Lembah Baliem. Namun tak lama terjadi aksi demo dengan melibatkan massa yang cukup banyak dan disitulah pria berkamera ini mencoba mengabadikan moment tersebut dan mengambil dokumentasi. Dari beberapa video dan foto yang naik di media sosial, warga negara asing ini nampak aktif memvideokan bahkan berinteraksi dengan beberapa pendemo terkait aksi yang dilakukan.
Meski begitu dikatakan pihak keamanan dalam hal ini pihak kepolisian tidak memiliki kwenangan untuk mengusir atau mendeportase. Kewenangan tersebut ada di Imigrasi Jayapura, sehingga dipastikan turis tersebut bakal berada di Wamena sesuai dengan ijinnya.
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edi Tohir Shabara mengaku usai mengambil keterangan dari turis tersebut melalui guidenya tak ada tindakan yang dilakukan Polres Jayawijaya kepada yang bersangkutan sebab kehadirannya dalam demo KNPB hanya karena tertarik untuk mengabadikan moment tersebut.
“Untuk pemulangan turis asal Rusia itu bukan menjadi kewenangan kami, kewenangan itu ada di Imigrasi Jayapura, sebab sebelum masuk ke Wamena tentunya mereka harus melalui instasi tersebut untuk mendapatkan ijin masuk,”ungkapnya Kamis (20/8) di Wamena. “Tak ada hal lain diluar dari itu, sehingga untuk memulangkannya atau mengirimnya kembali ke Jayapura bukan kewenangan dari Polres Jayawijaya.