Komnas HAM: TNI Susah Diperiksa

Sementara itu, penanggung jawab aksi mimbar bebas, Amer Kogoya mengatakan keluarga hingga kini masih terus mencari keberadaan seorang warga Lanny Jaya bernama, Yoban Kiwone Wenda yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Selain itu, warga lain bernama Maju Walia diduga ditembak dan meninggal dunia oleh aparat TNI. Keluarga korban pun hanya menemukan sisa rambut dan kalung noken, sedangkan jenazah hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Operasi militer di wilayah ini telah berlangsung selama dua minggu dan aparat masih menduduki tempat masyarakat di sana, masyarakat masih mengungsi ke daerah tetangga,” kata Amer Kogoya. Menurutnya, kondisi di Distrik Melagai masih dalam keadaan rawan. Rakyat sipil mengungsi ke daerah tetangga, dan belum dapat kembali ke rumah masing-masing. Menurut Amer mahasiswa Lanny Jaya sebelumnya sudah melakukan berbagai upaya, termasuk aksi dan konferensi pers, untuk menyampaikan penolakan terhadap pembangunan pos TNI di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Danrem: Kita Obati Luka dan Kubur Segala Dendam

Sebutnya, operasi militer di Distrik Melagi telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang serius bagi warga sipil. Warga salah satu kampung pun terpaksa mengungsi akibat situasi keamanan yang terjadi. “Kami meminta supaya ada perhatian terhadap kondisi masyarakat sipil yang terdampak dan juga harus ada penyelesaian berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Distrik Melagi,” pungkasnya. (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Sementara itu, penanggung jawab aksi mimbar bebas, Amer Kogoya mengatakan keluarga hingga kini masih terus mencari keberadaan seorang warga Lanny Jaya bernama, Yoban Kiwone Wenda yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Selain itu, warga lain bernama Maju Walia diduga ditembak dan meninggal dunia oleh aparat TNI. Keluarga korban pun hanya menemukan sisa rambut dan kalung noken, sedangkan jenazah hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Operasi militer di wilayah ini telah berlangsung selama dua minggu dan aparat masih menduduki tempat masyarakat di sana, masyarakat masih mengungsi ke daerah tetangga,” kata Amer Kogoya. Menurutnya, kondisi di Distrik Melagai masih dalam keadaan rawan. Rakyat sipil mengungsi ke daerah tetangga, dan belum dapat kembali ke rumah masing-masing. Menurut Amer mahasiswa Lanny Jaya sebelumnya sudah melakukan berbagai upaya, termasuk aksi dan konferensi pers, untuk menyampaikan penolakan terhadap pembangunan pos TNI di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Disinyalir Dilakukan Oleh Kelompok DPO

Sebutnya, operasi militer di Distrik Melagi telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang serius bagi warga sipil. Warga salah satu kampung pun terpaksa mengungsi akibat situasi keamanan yang terjadi. “Kami meminta supaya ada perhatian terhadap kondisi masyarakat sipil yang terdampak dan juga harus ada penyelesaian berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Distrik Melagi,” pungkasnya. (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya