Pemerintah Tak Hadir, Jalan Holtekamp Bakal Dipalang

“Sudah dua kali MRP memfasilitasi pertemuan antara kami masyarakat adat Nafri dengan pemerintah, yaitu tanggal 9 dan hari ini, Kamis (15/10). Tetapi pemerintah sama sekali tidak merespons. Karena itu, jalan yang harus kami tempuh adalah turun melakukan pemalangan besar-besaran di jalan Hamadi–Holtekamp,” tegas Kristison, Kamis (15/10).

Ia menegaskan, rencana pemalangan tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat adat terhadap sikap pemerintah yang dinilai tidak menunjukkan etika dan respons yang baik dalam memenuhi undangan mediasi. Menurutnya, masyarakat adat Kampung Nafri menginginkan adanya penyelesaian yang jelas terkait pembayaran tanah yang digunakan untuk jalan Holtekamp.

Karena itu, pemerintah diminta tidak mengabaikan persoalan hak ulayat yang hingga kini masih menjadi tuntutan masyarakat. Kristison juga menegaskan, aksi pemalangan yang direncanakan bukan hanya melibatkan kelompok atau suku tertentu, melainkan seluruh masyarakat adat Kampung Nafri. “Pemalangan total jalan alternatif Holtekamp akan dilakukan pada hari Rabu pekan depan,” tegasnya. (rel/ade)

Baca Juga :  APBD TA 2024 Kab. Jayapura Lebih dari Rp 1,5 Triliun

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

“Sudah dua kali MRP memfasilitasi pertemuan antara kami masyarakat adat Nafri dengan pemerintah, yaitu tanggal 9 dan hari ini, Kamis (15/10). Tetapi pemerintah sama sekali tidak merespons. Karena itu, jalan yang harus kami tempuh adalah turun melakukan pemalangan besar-besaran di jalan Hamadi–Holtekamp,” tegas Kristison, Kamis (15/10).

Ia menegaskan, rencana pemalangan tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat adat terhadap sikap pemerintah yang dinilai tidak menunjukkan etika dan respons yang baik dalam memenuhi undangan mediasi. Menurutnya, masyarakat adat Kampung Nafri menginginkan adanya penyelesaian yang jelas terkait pembayaran tanah yang digunakan untuk jalan Holtekamp.

Karena itu, pemerintah diminta tidak mengabaikan persoalan hak ulayat yang hingga kini masih menjadi tuntutan masyarakat. Kristison juga menegaskan, aksi pemalangan yang direncanakan bukan hanya melibatkan kelompok atau suku tertentu, melainkan seluruh masyarakat adat Kampung Nafri. “Pemalangan total jalan alternatif Holtekamp akan dilakukan pada hari Rabu pekan depan,” tegasnya. (rel/ade)

Baca Juga :  Bupati Romanus Bantah Suap Anggota DPR RI

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya