”MBG seharusnya menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. Bahan baku makanan dapat diserap dari petani, nelayan, peternak, UMKM, dan Orang Asli Papua (OAP) selama memenuhi standar higienis. Ini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian Papua,” terangnya.
Sebagai penutup, Methodius berharap kasus 14 SPPG ini menjadi early warning system bagi perbaikan tata kelola MBG secara menyeluruh di Tanah Papua. ”Pengelolaan makanan dalam MBG menggunakan sumber daya negara dan menyangkut keselamatan jiwa. Ini bukan sekadar aktivitas dapur biasa, melainkan pelayanan publik yang berkonsekuensi hukum dan kemanusiaan,” pungkasnya. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
”MBG seharusnya menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. Bahan baku makanan dapat diserap dari petani, nelayan, peternak, UMKM, dan Orang Asli Papua (OAP) selama memenuhi standar higienis. Ini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian Papua,” terangnya.
Sebagai penutup, Methodius berharap kasus 14 SPPG ini menjadi early warning system bagi perbaikan tata kelola MBG secara menyeluruh di Tanah Papua. ”Pengelolaan makanan dalam MBG menggunakan sumber daya negara dan menyangkut keselamatan jiwa. Ini bukan sekadar aktivitas dapur biasa, melainkan pelayanan publik yang berkonsekuensi hukum dan kemanusiaan,” pungkasnya. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q