Sunday, July 21, 2024
26.7 C
Jayapura

Mandi-mandi di Pantai Holtekamp Dua Bocah Tenggelam

Tidak Direkomendasikan Mandi-mandi Sampai ke Bagian Tengah karena Berbahaya

JAYAPURA – Meski sudah diingatkan berulang kali untuk tidak berenang di  Pantai Holtekamp namun antusiasi warga mengisi hari libur nampaknya tak terbendung.

Masih banyak warga yang memilih pantai ini untuk berenang dan akhirnya pada Minggu (14/4) dua bocah dilaporkan mengalami kecelakaan laut atau tenggelam. Kejadian ini terjadi di Pantai Palong Holtekamp Distrik Muara Tami dimana dua anak laki-laki berusia 10 tahun dilaporkan tenggelam saat mandi di pantai tersebut.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Muara Tami AKP T.B. Silitonga menyampaikan bahwa dua korban tersebut adalah Rahel Kumara Adi Pramana dan Muhammad Zidan.

“Tim SAR yang terdiri dari beberapa instansi terkait termasuk Basarnas dan Polair hingga kini masih di TKP bersama personel Pos Polisi Holtekamp untuk lakukan pencarian bersama pihak keluarga,” kata Kapolsek malamnya.

Baca Juga :  Jumlah Pengungsi Mulai Berkurang

Lanjut Silitonga suasana pantai Minggu (14/4) memang ramai dan diduga pihak keluarga kurang memperhatikan atau mengawasi yang dilakukan sang anak.

“Menurut keterangan saksi bernama Hari, sekitar jam 3 sore ia melihat kedua korban sedang berenang agak ke tengah, kemudian salah satu dari mereka sempat melambaikan tangan, saksi mencoba untuk mendekati keduanya namun karena ombak keduanya tak dapat terlihat lagi akibat terseret arus,” ungkap Kapolsek.

Tak lama berselang, saksi kembali melihat salah satu korban dalam keadaan mengapung dan ia mencoba melakukan pertolongan dengan mendekati namun korban terseret kembali lalu tenggelam oleh arus hingga tak terlihat.

Kapolsek menambahkan, orang tua korban sendiri tak sadar bahwa anaknya sudah tenggelam dimana saat mencari anaknya barulah mereka sadari bahwa anak mereka yang telah dilaporkan tenggelam dan sedang dalam pencarian oleh Tim SAR di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Sudah Bulat Ingin Jadikan Papua Provinsi Olahraga

Kapolsek lantas meminta untuk jangan dulu lakukan wisata pantai dikarenakan arus ombak yang besar belakangan ini.

  “Boleh lakukan wisata pantai, tapi tidak direkomendasikan untuk mandi apalagi sampai ke bagian tengah karena berbahaya,” tegas Silitonga.

Sementara sesaat setelah tim SAR tiba di lokasi sempat terjadi keributan dimana saat dilakukan pencarian korban ternyata ada sekelompok anak – anak muda yang menggeber geber motornya sehingga sempat bersitegang. (ade/dil/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Tidak Direkomendasikan Mandi-mandi Sampai ke Bagian Tengah karena Berbahaya

JAYAPURA – Meski sudah diingatkan berulang kali untuk tidak berenang di  Pantai Holtekamp namun antusiasi warga mengisi hari libur nampaknya tak terbendung.

Masih banyak warga yang memilih pantai ini untuk berenang dan akhirnya pada Minggu (14/4) dua bocah dilaporkan mengalami kecelakaan laut atau tenggelam. Kejadian ini terjadi di Pantai Palong Holtekamp Distrik Muara Tami dimana dua anak laki-laki berusia 10 tahun dilaporkan tenggelam saat mandi di pantai tersebut.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Muara Tami AKP T.B. Silitonga menyampaikan bahwa dua korban tersebut adalah Rahel Kumara Adi Pramana dan Muhammad Zidan.

“Tim SAR yang terdiri dari beberapa instansi terkait termasuk Basarnas dan Polair hingga kini masih di TKP bersama personel Pos Polisi Holtekamp untuk lakukan pencarian bersama pihak keluarga,” kata Kapolsek malamnya.

Baca Juga :  Yan Mandenas Usulkan Nabire Masuk Papua Utara

Lanjut Silitonga suasana pantai Minggu (14/4) memang ramai dan diduga pihak keluarga kurang memperhatikan atau mengawasi yang dilakukan sang anak.

“Menurut keterangan saksi bernama Hari, sekitar jam 3 sore ia melihat kedua korban sedang berenang agak ke tengah, kemudian salah satu dari mereka sempat melambaikan tangan, saksi mencoba untuk mendekati keduanya namun karena ombak keduanya tak dapat terlihat lagi akibat terseret arus,” ungkap Kapolsek.

Tak lama berselang, saksi kembali melihat salah satu korban dalam keadaan mengapung dan ia mencoba melakukan pertolongan dengan mendekati namun korban terseret kembali lalu tenggelam oleh arus hingga tak terlihat.

Kapolsek menambahkan, orang tua korban sendiri tak sadar bahwa anaknya sudah tenggelam dimana saat mencari anaknya barulah mereka sadari bahwa anak mereka yang telah dilaporkan tenggelam dan sedang dalam pencarian oleh Tim SAR di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Australia Segera Deportasi 15 ABK Asal Merauke

Kapolsek lantas meminta untuk jangan dulu lakukan wisata pantai dikarenakan arus ombak yang besar belakangan ini.

  “Boleh lakukan wisata pantai, tapi tidak direkomendasikan untuk mandi apalagi sampai ke bagian tengah karena berbahaya,” tegas Silitonga.

Sementara sesaat setelah tim SAR tiba di lokasi sempat terjadi keributan dimana saat dilakukan pencarian korban ternyata ada sekelompok anak – anak muda yang menggeber geber motornya sehingga sempat bersitegang. (ade/dil/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya