Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli menggunakan uang rakyat. Saat masyarakat sedang menghadapi berbagai kesulitan, aset bernilai tinggi justru dibiarkan rus
Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat ada empat kapal perintis yang telah tenggelam di area pelabuhan tersebut."Selain Papua Baru, ada juga kapal Biru Surabaya, Papua Tiga,
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan usai konflik sosial tersebut berakhir, pemkab Jayawijaya langsung membentuk satgas pencarian korban hanyut di kali Uwe distrik Wouma yang dipimpin Dandim 1702/ Jayawijaya dan Kapolres Jayaw
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna dalam keterangan resminya pada Senin malam membenarkan hal tersebut. I Wayan menerangkan bahwa korban ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian, oleh masyar
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna dalam keterangannya mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurut laporan, kejadian bermula saat sekitar pukul 02.00 WIT waktu dini hari, korban sedang memancing
​Namun, pihaknya menerima laporan kejadian dari anggota Sat Polairud Polres Mimika, Kristian Pisakor, pada Jumat dini hari pukul 01.40 WIT. Berdasarkan laporan yang diterima, KM Jaya Baru sedang membawa empat orang penum
Tim SAR gabungan dari Direktorat Polairud Polda Papua, Polresta Jayapura Kota, Polsek Jayapura Utara serta Basarnas Kota Jayapura melakukan pencarian. Korban Charles ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada sore har
Tim SAR gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIT dan langsung melakukan pencarian. Pada pukul 15.45 WIT, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan pencarian dengan metode penyelama
Rudi menjelaskan, area pencarian pertama dilakukan kea rah Selatan, kemudian kea rah barat dengan melibatkan kapal pencarian. Sementara kearah Timur dan konsetrasi di bagian pinggir dan darat.
Enam hari pencarian terhadap 6 Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Laut yang diyatakan hilang ditengah laut sejak kapal pencari cumi-cumi tersebut tenggelam pada 20 Januari 2026. Meski pencarian telah berlangsung selama 6 h