Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo berencana membentuk staf khusus adat yang akan melibatkan para Ondoafi dari 10 kampung adat di Kota Jayapura. Langkah ini dinilai sebagai bentuk penguatan peran masyarakat adat dalam mendukung pembangunan dan menjaga kearifan lokal di Port Numbay.

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik hak ulayat dan penjaga tanah adat di Kota Jayapura. Oleh sebab itu, keterlibatan mereka dalam pemerintahan dan pembangunan daerah dinilai menjadi kebutuhan yang sangat strategis.

“Para Ondoafi ini adalah orang-orang yang punya negeri Port Numbay atau Kota Jayapura. Mereka memiliki peran besar dalam menjaga, membangun, dan merawat kota ini,” ujar Abisai ke Cepos, Kamis (28/5).

Baca Juga :  Pemprov Sumbangkan 257 Kantong Darah untuk PMI

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jayapura ingin memastikan pembangunan berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan budaya masyarakat asli Papua, khususnya masyarakat adat Port Numbay.

Rencana pembentukan staf khusus adat tersebut nantinya akan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat adat di setiap kampung. Dengan demikian, berbagai persoalan sosial, budaya, maupun pembangunan dapat diselesaikan melalui pendekatan adat dan kekeluargaan.

Abisai juga menjelaskan bahwa masing-masing Ondoafi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga wilayah adatnya. Karena itu, mereka diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan masyarakat, hingga mendukung program pembangunan di wilayah masing-masing.

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo berencana membentuk staf khusus adat yang akan melibatkan para Ondoafi dari 10 kampung adat di Kota Jayapura. Langkah ini dinilai sebagai bentuk penguatan peran masyarakat adat dalam mendukung pembangunan dan menjaga kearifan lokal di Port Numbay.

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik hak ulayat dan penjaga tanah adat di Kota Jayapura. Oleh sebab itu, keterlibatan mereka dalam pemerintahan dan pembangunan daerah dinilai menjadi kebutuhan yang sangat strategis.

“Para Ondoafi ini adalah orang-orang yang punya negeri Port Numbay atau Kota Jayapura. Mereka memiliki peran besar dalam menjaga, membangun, dan merawat kota ini,” ujar Abisai ke Cepos, Kamis (28/5).

Baca Juga :  HIV-AIDS Jadi PR Pemkot, Warga Diminta Berani Periksa

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jayapura ingin memastikan pembangunan berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan budaya masyarakat asli Papua, khususnya masyarakat adat Port Numbay.

Rencana pembentukan staf khusus adat tersebut nantinya akan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat adat di setiap kampung. Dengan demikian, berbagai persoalan sosial, budaya, maupun pembangunan dapat diselesaikan melalui pendekatan adat dan kekeluargaan.

Abisai juga menjelaskan bahwa masing-masing Ondoafi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga wilayah adatnya. Karena itu, mereka diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan masyarakat, hingga mendukung program pembangunan di wilayah masing-masing.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya