Kerja Bakti di Stadion LE, Ajak Warga Jaga Fasilitas Publik

JAYAPURA –Pasca kericuhan pertandingan “Play Off” Persipura melawan Adhyaksa FC, Jumat (8/5) malam, aparatur sipil negara bersama masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan kawasan Stadion Lukas Enembe, Minggu (10/5).

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap menjaga fasilitas publik agar tetap bersih, aman, dan nyaman.

“Kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan stadion, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan tanggung jawab bersama menjaga Papua tetap harmonis dan kondusif,” katanya di Jayapura, Minggu.

Mathius mengatakan, kerja bakti ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap aset kebanggaan masyarakat Papua. “Oleh sebab itu saya mengajak seluruh ASN hadir dan menunjukkan semangat gotong royong,” ujar Matius.

Baca Juga :  Pelaku Anarkis 28 Desember Mulai Diselidiki

Dia menjelaskan dengan keterlibatan ASN dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan contoh positif kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga fasilitas umum secara bersama-sama.

“Stadion Lukas Enembe merupakan salah satu fasilitas olahraga kebanggaan masyarakat Papua yang harus dirawat bersama sehingga kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat solidaritas dan kebersamaan masyarakat Papua pasca insiden yang terjadi,” katanya lagi.

Sebelumnya, telah terjadi kerusuhan kerusuhan usai Persipura kalah 0-1 dari Adyaksa FC bertempat di Stadiun Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (9/5).

Pemprov Papua juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas olahraga karena merupakan aset bersama yang digunakan untuk kepentingan umum, mulai dari kegiatan olahraga hingga aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Bukan Varian Baru

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan pihaknya menyayangkan adanya tindakan perusakan fasilitas stadion dan kendaraan yang terjadi saat kericuhan.

“Padahal fasilitas olahraga tersebut merupakan milik bersama yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” katanya di Jayapura, Minggu.

Menurut Chistian, masyarakat diharapkan menikmati pertandingan olahraga dengan tertib, menjaga emosi, serta menaati aturan yang telah ditetapkan demi kenyamanan dan keamanan bersama agar aktivitas olahraga dan pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan normal.

JAYAPURA –Pasca kericuhan pertandingan “Play Off” Persipura melawan Adhyaksa FC, Jumat (8/5) malam, aparatur sipil negara bersama masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan kawasan Stadion Lukas Enembe, Minggu (10/5).

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap menjaga fasilitas publik agar tetap bersih, aman, dan nyaman.

“Kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan stadion, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan tanggung jawab bersama menjaga Papua tetap harmonis dan kondusif,” katanya di Jayapura, Minggu.

Mathius mengatakan, kerja bakti ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap aset kebanggaan masyarakat Papua. “Oleh sebab itu saya mengajak seluruh ASN hadir dan menunjukkan semangat gotong royong,” ujar Matius.

Baca Juga :  Pelaku Anarkis 28 Desember Mulai Diselidiki

Dia menjelaskan dengan keterlibatan ASN dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan contoh positif kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga fasilitas umum secara bersama-sama.

“Stadion Lukas Enembe merupakan salah satu fasilitas olahraga kebanggaan masyarakat Papua yang harus dirawat bersama sehingga kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat solidaritas dan kebersamaan masyarakat Papua pasca insiden yang terjadi,” katanya lagi.

Sebelumnya, telah terjadi kerusuhan kerusuhan usai Persipura kalah 0-1 dari Adyaksa FC bertempat di Stadiun Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (9/5).

Pemprov Papua juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas olahraga karena merupakan aset bersama yang digunakan untuk kepentingan umum, mulai dari kegiatan olahraga hingga aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Personel Polisi yang Dibacok Akhirnya Meninggal

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan pihaknya menyayangkan adanya tindakan perusakan fasilitas stadion dan kendaraan yang terjadi saat kericuhan.

“Padahal fasilitas olahraga tersebut merupakan milik bersama yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” katanya di Jayapura, Minggu.

Menurut Chistian, masyarakat diharapkan menikmati pertandingan olahraga dengan tertib, menjaga emosi, serta menaati aturan yang telah ditetapkan demi kenyamanan dan keamanan bersama agar aktivitas olahraga dan pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya