Thursday, April 3, 2025
30.7 C
Jayapura

Walikota Harus Orang Port  Mencuat

JAYAPURA – Hasil silaturahmi yang digelar Lembaga Masyarakat Adat (LMA) bersama sejumlah paguyuban di Kota Jayapura terungkap jika perlu sebuah pengakuan terhadap hak politik orang asli Papua khususnya Port Numbay pada Pilkada Kota Jayapura November nanti.

Untuk posisi walikota dikatakan perlu diproteksi dan diberikan penghargaan bagi pemilik negeri bahwa sosok yang menjabat nanti harusnya asli Port Numbay. Sedangkan untuk wakilnya lebih fleksibel.

“Kami pikir keberpihakan seperti ini baik juga dan penting. Pengakuan itu perlu diberikan kepada saudara – saudara kami yang memang asli Port Numbay,” kata Sekjen Forum Komunikasi Lintas Nusantara (FKLN), Junaedi Rahim di kediaman Ketua LMA Port Numbay di Tanah Hitam, Sabtu (6/4).

Baca Juga :  Alot, Warga Bersikeras Tak Mau Buka Palang, Aktivitas Pemkot Lumpuh?

Dijelaskan bahwa yang nantinya memimpin Kota Jayapura perlu dicari sosok yang mampu merangkul semua kalangan serta  menyelesaikan  persoalan terlebih yang berkaitan dengan masalah horizontal. Untuk tahun ini Junaedi melihat ada sejumlah sosok putera Port Numbay yang akan maju dan ini perlu komitmen. Ada nama Abisai Rollo, Robert Awi, Musa Jouwe maupun Mukri Hamadi.

“Memang tidak ada regulasi yang mewajibkan harus orang Port Numbay tapi ini harus didorong bersama dan kami di FKLN insya Allah ingin melihat walikota adalah dari Port Numbay sedangkan wakilnya silahkan  diputuskan bersama,” imbuhnya.

“Kalau perlu para calon asal Port Numbay berkumpul dan membuat komitmen bersama,” tutupnya.

Baca Juga :  Benda Arkeologi Jati Diri orang Papua Harus Dijaga

JAYAPURA – Hasil silaturahmi yang digelar Lembaga Masyarakat Adat (LMA) bersama sejumlah paguyuban di Kota Jayapura terungkap jika perlu sebuah pengakuan terhadap hak politik orang asli Papua khususnya Port Numbay pada Pilkada Kota Jayapura November nanti.

Untuk posisi walikota dikatakan perlu diproteksi dan diberikan penghargaan bagi pemilik negeri bahwa sosok yang menjabat nanti harusnya asli Port Numbay. Sedangkan untuk wakilnya lebih fleksibel.

“Kami pikir keberpihakan seperti ini baik juga dan penting. Pengakuan itu perlu diberikan kepada saudara – saudara kami yang memang asli Port Numbay,” kata Sekjen Forum Komunikasi Lintas Nusantara (FKLN), Junaedi Rahim di kediaman Ketua LMA Port Numbay di Tanah Hitam, Sabtu (6/4).

Baca Juga :  Seleksi Jabatan Belum Berjalan, Pemkot Belum Lantik  Pejabat Eselon II

Dijelaskan bahwa yang nantinya memimpin Kota Jayapura perlu dicari sosok yang mampu merangkul semua kalangan serta  menyelesaikan  persoalan terlebih yang berkaitan dengan masalah horizontal. Untuk tahun ini Junaedi melihat ada sejumlah sosok putera Port Numbay yang akan maju dan ini perlu komitmen. Ada nama Abisai Rollo, Robert Awi, Musa Jouwe maupun Mukri Hamadi.

“Memang tidak ada regulasi yang mewajibkan harus orang Port Numbay tapi ini harus didorong bersama dan kami di FKLN insya Allah ingin melihat walikota adalah dari Port Numbay sedangkan wakilnya silahkan  diputuskan bersama,” imbuhnya.

“Kalau perlu para calon asal Port Numbay berkumpul dan membuat komitmen bersama,” tutupnya.

Baca Juga :  Hasil Pilkada Berpeluang Digugat

Berita Terbaru

Artikel Lainnya