Tujuh Napi Masuk DPO

​Otak di balik aksi kabur massal ini mengarah kepada seorang narapidana berinisial Yonas Epa, yang merupakan napi pindahan dari Lapas Abepura atas kasus tindak pidana pembunuhan. Yonas diduga menjadi sosok yang menyelundupkan senjata tajam ke dalam blok dan berhasil diamankan kembali di area beranggang saat kejadian. ​Dalam aksinya, para pelaku yang menempati ruang strap sel pojok belakang dihuni oleh total 16 narapidana.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 orang ikut serta dalam rencana kabur, sementara 4 orang lainnya memilih untuk tidak ikut. Kelompok napi memotong dua ulir besi pada jeruji jendela pintu ruang strap sel menggunakan sebuah gergaji besi selundupan. Setelah itu, mereka keluar menuju area bengkel lama yang sedang vakum, lalu merangsek masuk ke area beranggang (selasar pembatas antara bangunan lapas dan tembok luar).

Baca Juga :  Tolak Berikan Keterangan ke KPK Sebelum Ada "Lampu Hijau" dari PERADI

​Para Napi kemudian memanjat tembok pembatas lapas dan memecah diri menjadi dua jalur pelarian diantaranya: Melarikan diri melewati bundaran tembok Pos Cepu sebanyak ​tiga (3) orang yang tergabung dalam tim l. ​Tim 2 yang sebanyak empat (4) orang atau lebih saat itu bergerak melalui Pos Ambon, memanjat atap seng rumah dinas (rumdis) lapas, lalu melompat langsung ke area jalan raya di luar kawasan lapas.

Untuk diketahui dari total 12 narapidana yang sempat melarikan diri, sebanyak lima (5) orang berhasil diamankan kembali, sementara tujuh sisanya masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).

​Otak di balik aksi kabur massal ini mengarah kepada seorang narapidana berinisial Yonas Epa, yang merupakan napi pindahan dari Lapas Abepura atas kasus tindak pidana pembunuhan. Yonas diduga menjadi sosok yang menyelundupkan senjata tajam ke dalam blok dan berhasil diamankan kembali di area beranggang saat kejadian. ​Dalam aksinya, para pelaku yang menempati ruang strap sel pojok belakang dihuni oleh total 16 narapidana.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 orang ikut serta dalam rencana kabur, sementara 4 orang lainnya memilih untuk tidak ikut. Kelompok napi memotong dua ulir besi pada jeruji jendela pintu ruang strap sel menggunakan sebuah gergaji besi selundupan. Setelah itu, mereka keluar menuju area bengkel lama yang sedang vakum, lalu merangsek masuk ke area beranggang (selasar pembatas antara bangunan lapas dan tembok luar).

Baca Juga :  Siapkan 32 Armada dan Empat Rute untuk Program Mudik Gratis

​Para Napi kemudian memanjat tembok pembatas lapas dan memecah diri menjadi dua jalur pelarian diantaranya: Melarikan diri melewati bundaran tembok Pos Cepu sebanyak ​tiga (3) orang yang tergabung dalam tim l. ​Tim 2 yang sebanyak empat (4) orang atau lebih saat itu bergerak melalui Pos Ambon, memanjat atap seng rumah dinas (rumdis) lapas, lalu melompat langsung ke area jalan raya di luar kawasan lapas.

Untuk diketahui dari total 12 narapidana yang sempat melarikan diri, sebanyak lima (5) orang berhasil diamankan kembali, sementara tujuh sisanya masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya