​Di sisi lain, tekanan diplomatik di forum PBB ini justru dapat dijadikan momentum emas bagi Indonesia untuk merefleksikan dan memperkuat strategi diplomasi di kawasan Pasifik.Indonesia diimbau untuk tidak hanya mengambil posisi defensif atau reaktif sewaktu isu Papua mencuat di PBB, melainkan harus secara aktif merangkul negara-negara Pasifik melalui pendekatan yang lebih luas dan menyentuh akar rumput.
“​Diplomasi masa depan perlu diperluas melalui kerja sama konkret di sektor people-to-people diplomacy, pertukaran pendidikan, kebudayaan, penanganan dampak perubahan iklim, pengembangan ekonomi biru, hingga kemitraan antar-masyarakat adat,” sarannya.Langkah-langkah nyata ini menurutnya akan komitmen Indonesia sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Pasifik.
​Sebagai penutup, Melpayanty menekankan bahwa benteng terkuat bagi posisi diplomasi Indonesia di luar negeri terletak pada pembenahan di dalam negeri. Kredibilitas Indonesia di mata dunia sangat ditentukan oleh ketegasan, transparansi, dan keseriusan dalam menyelesaikan berbagai persoalan HAM di tanah air secara nyata.
“Semakin kuat dan terbuka mekanisme domestik dalam menangani isu-isu kemanusiaan di Papua, maka semakin kokoh pula posisi serta wibawa diplomasi Indonesia saat berhadapan dengan kritik di panggung internasional,” pungkasnya. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
​Di sisi lain, tekanan diplomatik di forum PBB ini justru dapat dijadikan momentum emas bagi Indonesia untuk merefleksikan dan memperkuat strategi diplomasi di kawasan Pasifik.Indonesia diimbau untuk tidak hanya mengambil posisi defensif atau reaktif sewaktu isu Papua mencuat di PBB, melainkan harus secara aktif merangkul negara-negara Pasifik melalui pendekatan yang lebih luas dan menyentuh akar rumput.
“​Diplomasi masa depan perlu diperluas melalui kerja sama konkret di sektor people-to-people diplomacy, pertukaran pendidikan, kebudayaan, penanganan dampak perubahan iklim, pengembangan ekonomi biru, hingga kemitraan antar-masyarakat adat,” sarannya.Langkah-langkah nyata ini menurutnya akan komitmen Indonesia sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Pasifik.
​Sebagai penutup, Melpayanty menekankan bahwa benteng terkuat bagi posisi diplomasi Indonesia di luar negeri terletak pada pembenahan di dalam negeri. Kredibilitas Indonesia di mata dunia sangat ditentukan oleh ketegasan, transparansi, dan keseriusan dalam menyelesaikan berbagai persoalan HAM di tanah air secara nyata.
“Semakin kuat dan terbuka mekanisme domestik dalam menangani isu-isu kemanusiaan di Papua, maka semakin kokoh pula posisi serta wibawa diplomasi Indonesia saat berhadapan dengan kritik di panggung internasional,” pungkasnya. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q