Teknis Beasiswa PACE dan MACE Berbasis Dana Otsus Dimatangkan

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan bergerak cepat mematangkan skema dan teknis penyaluran dua program beasiswa unggulan, yakni Papua Cerdas (PACE) dan Mahasiswa Cerdas (MACE).

  Program strategis yang didanai melalui skema Otonomi Khusus (Otsus) ini dihadirkan untuk menjamin pemerataan akses pendidikan bermutu bagi anak-anak Papua, mulai dari jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

    ​Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, S.Pd., M.Si., MTESOL., mengungkapkan bahwa beasiswa PACE difokuskan untuk intervensi pendidikan di tingkat sekolah menengah yang berada langsung di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

  Total setidaknya terdapat 12 sekolah sasaran, yang terdiri dari 7 Sekolah Luar Biasa (SLB) serta 5 Sekolah Negeri Khusus yang tersebar di wilayah Papua.

Baca Juga :  KI Pusat Prihatin Soal Keterbukaan Informasi Publik di Papua

   Sementara itu, untuk jenjang pendidikan tinggi, Pemprov Papua meluncurkan program beasiswa MACE yang ditujukan bagi putra-putri Orang Asli Papua (OAP) yang ingin melanjutkan studi.

  Marthen menegaskan, proses seleksi beasiswa MACE akan digelar secara digital untuk menjaga objektivitas dan akuntabilitas publik. “Tes pendaftaran nanti tidak melibatkan aparatur dinas secara langsung, melainkan dilaksanakan secara online. Langkah ini kami ambil agar proses seleksi benar-benar terbuka dan transparan, sekaligus menghindari prasangka atau tuduhan adanya penitipan peserta,” ujar Marthen saat ditemui, pada Sabtu (12/9).

  Ia menambahkan, kesiapan regulasi pendukung program ini sudah tuntas disiapkan. Dinas Pendidikan bekerja sama dengan tim program Skala kemitraan antara Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Australia dalam merumuskan draf Peraturan Gubernur (Pergub) hingga Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan.

Baca Juga :  Bendung Rasa Malas dan Terus Giat Menulis

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan bergerak cepat mematangkan skema dan teknis penyaluran dua program beasiswa unggulan, yakni Papua Cerdas (PACE) dan Mahasiswa Cerdas (MACE).

  Program strategis yang didanai melalui skema Otonomi Khusus (Otsus) ini dihadirkan untuk menjamin pemerataan akses pendidikan bermutu bagi anak-anak Papua, mulai dari jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

    ​Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, S.Pd., M.Si., MTESOL., mengungkapkan bahwa beasiswa PACE difokuskan untuk intervensi pendidikan di tingkat sekolah menengah yang berada langsung di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

  Total setidaknya terdapat 12 sekolah sasaran, yang terdiri dari 7 Sekolah Luar Biasa (SLB) serta 5 Sekolah Negeri Khusus yang tersebar di wilayah Papua.

Baca Juga :  Tahun ini, Proses Awal Pembangunan Alun-alun di Holtekamp

   Sementara itu, untuk jenjang pendidikan tinggi, Pemprov Papua meluncurkan program beasiswa MACE yang ditujukan bagi putra-putri Orang Asli Papua (OAP) yang ingin melanjutkan studi.

  Marthen menegaskan, proses seleksi beasiswa MACE akan digelar secara digital untuk menjaga objektivitas dan akuntabilitas publik. “Tes pendaftaran nanti tidak melibatkan aparatur dinas secara langsung, melainkan dilaksanakan secara online. Langkah ini kami ambil agar proses seleksi benar-benar terbuka dan transparan, sekaligus menghindari prasangka atau tuduhan adanya penitipan peserta,” ujar Marthen saat ditemui, pada Sabtu (12/9).

  Ia menambahkan, kesiapan regulasi pendukung program ini sudah tuntas disiapkan. Dinas Pendidikan bekerja sama dengan tim program Skala kemitraan antara Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Australia dalam merumuskan draf Peraturan Gubernur (Pergub) hingga Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan.

Baca Juga :  APBN Hadapi Beberapa Hambatan Cukup Menantang

Berita Terbaru

Artikel Lainnya