Diduga Terlibat Aksi Penyerangan Nakes di Anggruk

Dari Penindakan Empat Anggota KKB di Yahukimo

JAYAPURA– Tim penyidik dari kepolisian perlahan mengungkap satu persatu data dari empat anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang tewas dalam penyergapan di kawasan Kantor KPU lama, Jalan Miyaro, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Selasa (1/9). Polisi mendapatkan data bahwa dari keempat pelaku dua diantaranya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena terlibat pembunuhan terhadap Yonathan Arruan dan Asri Obet pada 30 April 2023 di Jalan Statistik, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Selain itu, penindakan juga berkaitan dengan dugaan penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru di Distrik Anggruk pada 21 hingga 22 Maret 2025. Kasus tersebut tercantum dalam DPO Nomor DPO/s-35/18/VII/RES.1.7./2025/Reskrim dan Nomor DPO/10/V/2023/Reskrim.

Baca Juga :  Pencarian Diperluas 10 Km
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC), Kombes Pol Yusuf Sutejo. (foto:ODC)

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebutkan, keempat orang tersebut diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan dan tindak pidana di wilayah Yahukimo. “Ada dugaan para pelaku ini terlibat kasus pembunuhan dan penyerangan tenaga kesehartan di Anggruk Maret 2025 lalu,” beber Yusuf.

“Semua Jenazah sudah dipulangkan ke masing masing keluarganya, Rabu lalu,” imbuhnya. Sekedar diketahui penindakan dilakukan setelah personel gabungan mendapat informasi adanya rencana pertemua kelompok Batalyon Eden Sawi. Saat disambangi terjadi kontak tembak dan empat orang dinyatakan tertembak dan tewas seketika.

Pasca penindakan, Satgas bersama jajaran kewilayahan melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap hasil operasi, termasuk memantau perkembangan situasi kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo. Pengamanan di wilayah tersebut juga terus diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan lanjutan. “Seluruh langkah penanganan dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat maupun personel, tutup Yusuf. (rel/ade).

Baca Juga :  Komnas HAM Papua Minta Pemda Turut Memberi Klarifikasi

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Dari Penindakan Empat Anggota KKB di Yahukimo

JAYAPURA– Tim penyidik dari kepolisian perlahan mengungkap satu persatu data dari empat anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang tewas dalam penyergapan di kawasan Kantor KPU lama, Jalan Miyaro, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Selasa (1/9). Polisi mendapatkan data bahwa dari keempat pelaku dua diantaranya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena terlibat pembunuhan terhadap Yonathan Arruan dan Asri Obet pada 30 April 2023 di Jalan Statistik, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Selain itu, penindakan juga berkaitan dengan dugaan penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru di Distrik Anggruk pada 21 hingga 22 Maret 2025. Kasus tersebut tercantum dalam DPO Nomor DPO/s-35/18/VII/RES.1.7./2025/Reskrim dan Nomor DPO/10/V/2023/Reskrim.

Baca Juga :  Komnas HAM Papua Minta Pemda Turut Memberi Klarifikasi
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC), Kombes Pol Yusuf Sutejo. (foto:ODC)

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebutkan, keempat orang tersebut diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan dan tindak pidana di wilayah Yahukimo. “Ada dugaan para pelaku ini terlibat kasus pembunuhan dan penyerangan tenaga kesehartan di Anggruk Maret 2025 lalu,” beber Yusuf.

“Semua Jenazah sudah dipulangkan ke masing masing keluarganya, Rabu lalu,” imbuhnya. Sekedar diketahui penindakan dilakukan setelah personel gabungan mendapat informasi adanya rencana pertemua kelompok Batalyon Eden Sawi. Saat disambangi terjadi kontak tembak dan empat orang dinyatakan tertembak dan tewas seketika.

Pasca penindakan, Satgas bersama jajaran kewilayahan melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap hasil operasi, termasuk memantau perkembangan situasi kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo. Pengamanan di wilayah tersebut juga terus diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan lanjutan. “Seluruh langkah penanganan dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat maupun personel, tutup Yusuf. (rel/ade).

Baca Juga :  Pencarian Diperluas 10 Km

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya