Kapolres Dion Sampaikan Permohonan Maaf
SENTANI – Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan keluarga korban atas insiden penembakan yang terjadi saat keributan di Polsek Kaure (Lereh), Distrik Kaure, Kabupaten Jayapura, Sabtu (27/6).
Kapolres menjelaskan, peristiwa tersebut berawal dari proses mediasi antara korban pencurian dan terduga pelaku kasus pencurian di salah satu kios yang berada di lingkungan Puskesmas Kaure. Mediasi berlangsung sekitar pukul 12.25 WIT di Polsek Kaure. “Anggota Polsek Kaure saat itu sedang melakukan mediasi antara korban dan terduga pelaku pencurian. Namun, ada salah seorang masyarakat yang tidak puas dengan hasil mediasi tersebut,” ujar Dionisius.
Akibat ketidakpuasan itu, orang tersebut melakukan pengrusakan terhadap kaca-kaca jendela Polsek Kaure. Meski sempat dilerai oleh anggota yang bertugas, pelaku kembali datang sambil membawa senjata tajam jenis parang. Kapolres mengatakan situasi kemudian memanas hingga terjadi adu mulut antara pelaku dengan anggota kepolisian. Dalam kondisi tersebut, salah seorang personel melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan menggunakan peluru karet yang mengenai paha kanan pelaku.
“Anggota kami melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menggunakan peluru karet yang mengenai paha kanan pelaku,” jelasnya. Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Kaure sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura untuk mendapatkan penanganan medis sesuai arahan Kapolda Papua. Dionisius mengaku sangat menyesalkan insiden tersebut karena tidak pernah diharapkan terjadi dalam proses penanganan perkara.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Peristiwa tersebut berada di luar dugaan dan tentu tidak kami harapkan terjadi,” katanya. Ia menjelaskan, usai menerima laporan, dirinya bersama Kabag Ops dan Kasat Intelkam langsung menuju lokasi atas perintah Kapolda Papua untuk melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan tokoh adat.
Pengamanan situasi juga mendapat dukungan dari personel Batalyon 813 serta Koramil Kaure yang membantu meredam emosi masyarakat sehingga situasi tidak berkembang menjadi lebih buruk. “Saya menyampaikan terima kasih kepada personel Batalyon 813 dan Koramil Kaure yang telah membantu menjaga situasi tetap kondusif. Kalau terlambat ditangani, kondisi bisa menjadi lebih parah,” ujarnya.
Kapolres memastikan kondisi korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil operasi, pemeriksaan rontgen dan CT Scan, tidak ditemukan proyektil peluru di dalam tubuh korban karena anggota diduga menggunakan peluru karet. “Sampai saat ini korban sudah menjalani operasi. Dari hasil pemeriksaan rontgen maupun CT Scan tidak ditemukan adanya proyektil peluru yang bersarang di tubuh korban,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga telah melakukan pendekatan kepada keluarga korban dan tokoh masyarakat agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan konflik lanjutan. Sementara itu, dua anggota kepolisian yang terlibat dalam insiden tersebut telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan. “Kedua anggota yang terlibat, yakni Aiptu J dan Brigadir S, telah kami amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Dionisius.
Kapolres kembali menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat Distrik Kaure atas insiden tersebut. “Saya selaku Kapolres Jayapura meminta maaf atas kejadian ini. Seharusnya tidak terjadi penembakan. Saya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat Distrik Kaure,”pungkasnya.(ana/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q