OPD Diingatkan Jangan Kerja Ketika Injury Time

JAYAPURA-Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua untuk mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran agar tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran. Menurutnya, setiap perangkat daerah telah memiliki target yang harus dicapai sehingga pelaksanaan program harus dilakukan secara terencana dan tepat waktu.

“Saya sudah memberikan target sejak Januari sampai akhir tahun. Itu yang akan menjadi bagian dari evaluasi kinerja masing-masing OPD,” kata Fakhiri, Kamis (11/6).

Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan, pada November mendatang, realisasi kegiatan di masing-masing OPD diharapkan telah mencapai 95 persen, termasuk penyelesaian administrasi dan pertanggungjawaban keuangan.

Baca Juga :  Akademisi: Pelanggaran HAM di Papua Dibiarkan Pemerintah

“Saya berharap tidak ada lagi pekerjaan yang diselesaikan pada saat injury time. Pada November nanti saya ingin realisasi kegiatan sudah mencapai 95 persen, termasuk penyerapan anggaran dan pertanggungjawaban keuangannya,” ujarnya.

Menurut Fakhiri, pola kerja yang menunda pelaksanaan kegiatan hingga mendekati akhir tahun harus diubah. Ia menilai kebiasaan tersebut sering menyebabkan pekerjaan dilakukan secara terburu-buru sehingga berpotensi mengurangi kualitas hasil yang dicapai.

“Saya sudah sampaikan sejak awal tahun, jangan suka bekerja di injury time. Biasanya kegiatan menunggu sampai akhir baru mulai dikerjakan, lalu semua dikejar dalam waktu yang singkat,” katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh OPD mulai menyiapkan dokumen pendukung dan laporan pertanggungjawaban sejak sekarang, termasuk untuk kegiatan yang nantinya masuk dalam APBD Perubahan.

Baca Juga :  Lenis Kogoya janji Bantu Bebaskan Pilot Susi Air

JAYAPURA-Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua untuk mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran agar tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran. Menurutnya, setiap perangkat daerah telah memiliki target yang harus dicapai sehingga pelaksanaan program harus dilakukan secara terencana dan tepat waktu.

“Saya sudah memberikan target sejak Januari sampai akhir tahun. Itu yang akan menjadi bagian dari evaluasi kinerja masing-masing OPD,” kata Fakhiri, Kamis (11/6).

Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan, pada November mendatang, realisasi kegiatan di masing-masing OPD diharapkan telah mencapai 95 persen, termasuk penyelesaian administrasi dan pertanggungjawaban keuangan.

Baca Juga :  Luncurkan Inovasi L-WARN FOR DS, Dukung Keselamatan Pengendara

“Saya berharap tidak ada lagi pekerjaan yang diselesaikan pada saat injury time. Pada November nanti saya ingin realisasi kegiatan sudah mencapai 95 persen, termasuk penyerapan anggaran dan pertanggungjawaban keuangannya,” ujarnya.

Menurut Fakhiri, pola kerja yang menunda pelaksanaan kegiatan hingga mendekati akhir tahun harus diubah. Ia menilai kebiasaan tersebut sering menyebabkan pekerjaan dilakukan secara terburu-buru sehingga berpotensi mengurangi kualitas hasil yang dicapai.

“Saya sudah sampaikan sejak awal tahun, jangan suka bekerja di injury time. Biasanya kegiatan menunggu sampai akhir baru mulai dikerjakan, lalu semua dikejar dalam waktu yang singkat,” katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh OPD mulai menyiapkan dokumen pendukung dan laporan pertanggungjawaban sejak sekarang, termasuk untuk kegiatan yang nantinya masuk dalam APBD Perubahan.

Baca Juga :  Wapres Berharap BP3OKP Mampu Buat Langkah Terobosan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya