JAYAPURA- Kondisi perairan laut di wilayah Papua yang belum baik-baik saja mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua mengeluarkan peringatan kepada masyarakat. Ini juga menyusul terjadinya beberapa kecelakaan laut di wilayah Papua sepanjang Januari 2025. Peringatan tersebut disampaikan setelah insiden terbaliknya sebuah speedboat di perairan Saireri, Kampung Raiwuto, Kabupaten Waropen, Selasa (13/1).
Speedboat yang mengangkut sembilan penumpang itu terbalik akibat angin kencang dan gelombang tinggi. Seluruh penumpang dinyatakan selamat. Kejadian serupa juga terjadi di wilayah sungai Kabupaten Mamberamo Raya, Rabu (14/1). Sebuah speedboat bermuatan enam orang terbalik saat melintas di sungai tersebut. Dalam insiden ini, tiga penumpang berhasil selamat, sementara tiga lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Plt Kepala BPBD Provinsi Papua, B. Wisnu Raditya mengatakan, dua peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan, di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda Papua. Apalagi sebelumnya di wilayah Yapen perahu yang membawa 16 orang terbalik dan sebagian besar hingga kini belum ditemukan.
JAYAPURA- Kondisi perairan laut di wilayah Papua yang belum baik-baik saja mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua mengeluarkan peringatan kepada masyarakat. Ini juga menyusul terjadinya beberapa kecelakaan laut di wilayah Papua sepanjang Januari 2025. Peringatan tersebut disampaikan setelah insiden terbaliknya sebuah speedboat di perairan Saireri, Kampung Raiwuto, Kabupaten Waropen, Selasa (13/1).
Speedboat yang mengangkut sembilan penumpang itu terbalik akibat angin kencang dan gelombang tinggi. Seluruh penumpang dinyatakan selamat. Kejadian serupa juga terjadi di wilayah sungai Kabupaten Mamberamo Raya, Rabu (14/1). Sebuah speedboat bermuatan enam orang terbalik saat melintas di sungai tersebut. Dalam insiden ini, tiga penumpang berhasil selamat, sementara tiga lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Plt Kepala BPBD Provinsi Papua, B. Wisnu Raditya mengatakan, dua peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan, di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda Papua. Apalagi sebelumnya di wilayah Yapen perahu yang membawa 16 orang terbalik dan sebagian besar hingga kini belum ditemukan.