WAMENA – Curah hujan yang tinggi di wilayah welesi dan sekitarnya sejak kemarin menimbulkan bencana longsor dan banjir bandan di dua tempat berbeda yang pertama di kampung Apenas Distrik welesi longsor sementara banjir memutuskan jembatan penghubung tiga kampung terputus dan tak bisa dilalui dengan kendaraan lagi.
Akibat dari bencana tanah longsor mengakibatkan salah satu objek wisata yang ada di kampung Apenas rusak parah tertimpamaterial tanah dan batu, sementara untuk bencana banjir mengakibatkan jembatan penghubung tiga kampung yakni Apenas ke Tapigoma dan Paikama terputus sehingga warga tak bisa menyebarang menggunakan kendaraan.
Koordinator Pengelola obyek destinasi wisata lembah senyum Helianus Kuban mengakui bahwa pihaknya mengalami musibah akibat tanah longsor dan banjir dari kali Wasi sejak Selasa (30/4) sampai sekarang yang menyebabkan sejumlah fasilitas objek wisata mengalami rusak parah , selain itu sejumlah fasilitas dan material bangunan lainya ikut terbawa arus kali yang meluap.
“Akibat longsor dan banjir ini saya mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah karena sebanyak 6 unit pondok (Gazebo), 30 sak semen, kayu papan 100 batang atau dua kubik, balok 150 batang atau tiga kubik, tepat penampung sampah 6 boks, paku persiapan untuk bangun gazebo sebanyak 15 kg dan enam buah gerobak dua unit selang air ukuran 100 meter dan satu mesin air hanyut di kali Wasi.”ungkapnya jumat (3/5) kemarin di Wamena
Ia mengaku Semua material bangunan itu disiapkan untuk bangun beberapa gazebo, meja dan kursi sebagai tempat istirahatnya para tamu atau wisatawan yang datang tapi semuanya hanyut di kali Wasi kemudian hilang di kali Uwe tidak ada sisa satu pun.
“saya berharap semoga pemerintah kabupaten Jayawijaya bersama pemerintah provinsi Papua Pegunungan bisa melihat kita yang kena musibah ini agar kita dapat bangun atau benahi kembali atas kerusakan fasilitas di objek wisata ini,”kata Kuban