Salah seorang warga Marice, yang ditemui di Jalan Irian mengakui, ada kenaikan harga beras Bulog di pasaran, dan kondisi ini memberatkan warga, khususnya dari kabupaten pemekaran yang biasa mendapat pasokan dari Wamena.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Hesman S, Napitupulu, SH, SIK, MH mengatakan, pihaknya sudah mendapat masukan tentang penanganan anak -anak itu, namun dalam penindakannya, perlu berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten Jayawijaya agar langkah yang diambil ini tepat.
Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan, sejak dirinya bersama Wakil Bupati Marthin Yogobi, SH. M.Hum memimpin Kabupaten Jayawijaya, pihaknya selalu mengutamakan anak -anak putra daerah yang merupakan kontraktor dan memiliki perusahaan.
“Tentu ini harus mendapat perhatian serius orang tua, tokoh adat, pemuda, masyarakat dan pemerintah daerah melalui dinas pariwisata dan dinas pendidikan, serta seluruh warga Jayawijaya untuk mengangkat kekayaan budaya serta adat istiadat warisan leluhur di Lembah Baliem ini secara turun temurun, ”ungkapnya saat menutup Mini Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), Rabu (10/8) kemarin.
Bupati menegaskan, pelayanan bukan saja untuk membagi dana kampung pada saat ada pencairan dan mengumpulkan masyarakat di kantor kampung, tapi pelayanan kepada masyarakat yang lain itu yang perlu disesuaikan, sebagaimana harapan masyarakat selama ini.
Kapolres Jayawijaya, AKBP. Hesman S Napitupulu, SH, SIK, MH menyatakan, ada pengawasan khusus yang dilakukan oleh kepolisian, di mana pihaknya melakukan pendataan dan pengamanan tertutup bagi turis asing yang datang ke Wamena untuk menyaksikan mini FBLB ini.
Kapolres Jayawijaya, AKBP. Hesman Napitupulu, SH, SIK,MH menyatakan dari 200 personel yang diturunkan untuk pengamanan Mini FBLB di Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya terdiri dari Polres Jayawijaya dan jajaran Polsek Kurulu, Brimob Polda Papua dan Brimob Nusantara.
Event Mini FBLB 2022 yang akan berlangsung hingga Rabu (10/8) besok menjadi obat pelepas rindu event tahunan FBLB yang selama dua tahun (2020 dan 2021) tidak digelar akibat pandemi Covid-19.
Asietan 1 Sekda Kabupaten Jayawijaya, Drs. Tinggal Wusono, MAP menyatakan, malaria merupakan salah satu penyakit yang berdampak pada penurunan kualitas sumberdaya manusia. Menyikapi hal itu, pemerintah pusat telah menurunkan program eliminasi malaria, untuk mewujudkan masyarakat yang sehat yang didukung peraturan gubernur dan bupati agar program tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi daerah.
“Prosesnya diperkirakan memakan waktu hingga 2 minggu ke depan, itu waktu yang tidak terlalu lama karena uangnya tidak akan hilang. Tahapannya paling lama dua minggu,”ungkapnya Jumat (5/8).